Bagi negara yang peduli pada kesehatan maupun lingkungan termasuk Indonesia, pertanian organik akan menjadi pilihan dalam melaksanakan pembangunan pertanian, karena diyakini bahwa produk pertanian organik dapat menjamin kesehatan manusia dan lingkungan. Ada beberapa hal penting dalam pertanian organic antara lain sumber daya lahan, benih, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara terpadu dan pola tanam. Khususnya untuk pemupukan dalam prinsip pertanian organik adalah mengoptimalkan penggunaan sumberdaya lahan termasuk aktivitas biologi tanah melalui penggunaan pupuk alami hasil komposisi mikroba Banyak sumber bahan organik yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik seperti limbah dan residu tanaman limbah dan residu ternak, pupuk hijau, tanaman air, penambat nitrogen, limbah padat industri dan limbah/sampah rumah tangga. Salah satu yang dapat dijadikan pupuk organik berupa kompos berbahan limbah kakao dan kotoran ternak. Peran pupuk organic/komposPupuk organik mempunyai peran penting dalam memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi TANAH. Meskipun kandungan hara pupuk organik tidak terlalu tinggi namun peran dalam memperbaiki sifat kimia tanah jauh melebihi pupuk kimia buatan. Peran pupuk organik terhadap sifat kimia tanah antara: 1) sebagai penyedia hara makro(N, P,K, Ca, Mg dan S) dan mikro (Zn, Cu, Mo, Co, B, Mn dan Fe); 2) meningkatkankapasitas tukar kation (KTK) tanah; dan 3) dapat membentuk senyawa kompleks dengan iom logam beracun seperti Al, Fe dan Mn sehingga logam-logam ini tidak meracuni tanah dan tanaman.Peran pupuk oragnik dalam memperbaiki sifat fisika tanah antara lain: 1) memperbaiki stryktur tanah karena bahan organic dapat mengikat partikel tanah menjadi agregat; 2) memperbaiki distribusi ukuran pori tanah sehingga daya pegang air tanah menjadi lebih baik dan pergerakan udara atau aerasi dalam tanah lebih baik; dan 3) mengurangi fluktuasi suhu tanah.Peran pupuk organik dalam memperbaiki sifat biologi tanah yaitu sebagai sumber energy dan makanan bagi fauna tanah. Dengan bahan organik yang cukup tersedia, aktivitas organismetanah meningkat sehingga meningkatkan ketersediaan hara dan pembentukan pori mikro dan makro tanah oleh mikroorganisme dalam tanah seperti cacing, rayap mikroorganisme lainnya. Bahan komposBahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan kompos antara lain: 1) Kotoran sapi;2) kulit buah kakao (dicacah kecil-kecil); 3) limbah pertanian/pakan (rumput, daun kakao, daun bamboo, sisa pakan ternak) kering maupun basah;4) sekam atau abu dari dapur maupun sisapembakaransekam (sebagai sumber Ca); 5) urea (yang diperlukan bagi bakteri penghancur untuk bertumbuh); 6) starter yang mengandung mikro-organisme (untuk mempercepat proses pelapukan/pembusukan); 7) air yang berfungsi untuk mempertahankankelembaban agar mikro-organisme dapat tumbuh dengan baik; 8) naungan atau terpal penutup tidak tembus air. Cara pembuatan Pembuatan kompos dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1) aduk secara merata semua bahan; 2) campurkan 3 kg starter (stardec atau probion) dan 3 kg Urea diaduk sampai merata; 3) tumpukkan bahan baku kompos setebal 30 cm, kemudian ditaburkan campuran starter dan Urea secukupnya diatas tumpukan lalu percikan air. Kemudian tumpukkan lagi bahan baku setinggi 30 cm dan taburkan campurkan starter kembali serta percikan air. Penumpukkan bahan kompos diakukan secara berulang sampai lapisan mencapai tinggi 1-1,5 m atau sesuai dengan bahan baku yang ada; 4) tumbukkan tersebut kemudian ditutup dengan plastic atau terpal untuk menjaga kelembaban; 5) kemudian dilakukan pembalikan tumpukan bahan kompos tersebut setiap minggu, agar lapisan campuran tersebut berpindah. Bila kelembaban berkurang agar ditambahkan air; 6) selama proses pembuatan kompos suhu akan mencapai 60 derajat Celcius dan suhu akan turun pada saat proses pembusukan telah sempurna; 7) kompos dianggap sempurna bila kompos berwarna coklat kehitaman, tidak berbau dan tekstur kompos remah seperti tanah. Dosis penggunaan komposPupuk organic mempunyai peran penting dalam memperbaiki sifat fisik, kimia dan Dosis penggunaan kompos tiap umur tanaman berbeda yaitu; 1) pada tanaman berumur dibawah 5 tahun diberi 5 kg/batang/tahun; 2) pada tanaman berumur diatas 5 tahun diberi 14-20 kg/batang/tahun; 3)pemberian kompos sebaiknya dlakukan secara bertahap (3-4 tahap) tidak sekaligus. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1) Teknologi Pembuatan Kompos (Pupuk Organik), BPTP, Bengkulu; 2) Perangkat Uji Pupuk Organik, dalam Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Vol 36 No.1 Th 2014;.dan 3) Dihimpun dari beberapa sumber