Limbah atau sampah adalah sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia (termasuk kegiatan industri) tetapi bukan biologis. Sumber sampah bisa bermacam-macam diantaranya: dari rumah tangga, pasar, warung, kantor, bangunan umum, industri dan jalan. Kurangnya perhatian masyarakat terhadap sampah limbah pasar, sangat disayangkan , karena Indonesia sebagai negeri yang agraris pastilah memerlukan pupuk hasil dari pemanfaatan sampah organik untuk menopang pertanian. Disisi lain masyarakat Indonesia saat ini masih terpaku untuk menggunakan pupuk anorganik (kima), sebagai suplement untuk menyediakan unsur hara pada tanaman. Pada hakikatnya sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang berniali ekonomis. Jenis sampah organik yang dapat diolah menjadi molase antara lain; sampah sayur baru, sisa sayuran (dicuci terlebih dahulu), sisa nasi, sisa ikan,ayam, kulit telur, sampah buah. Berikut cara pembuatan molase dari limbah sayuran:Peralatan :• Drum plastik ukuran 200 liter• Plastik transparan 1 m2Bahan : •100 kg Limbah Sayuran Hijauan (Kol, Cesin, Vetsay, Mentimun, bayam, kangkung dll), •Garam : 5 % dari berat bahan ( 5 Kg), • Gula merah 2 % dari cairan setelah diproses selama 24 hari,• Air cucian beras 10 liter.Cara Pembuatan : •Limbah sayuran hijauan diiris-iris hingga menjadi potongan-potongan kecil dan masukan kedalam drum plastik, setiap lapisan setebal 20 cm dan taburkan garam sampai rata, lanjutkan dengan berlapis-lapis seperti diatas sampai kedua bahan habis. • Tambahkan air cucian beras sebanyak 10 liter,• Tambahkan gula sebanyak 2 ons dan diaduk hingga rata. • Drum ditutup rapat dengan plastik dan diatasnya diberi air sehingga tampak plastik cekung terisi air. • Setelah 3-4 minggu baru dibuka, akan tampak cairan berwarna kuning kecoklatan, baunya segar dan jika diukur PH nya 3- 5 . Cara Penggunaan : a. Pengomposan : jika akan digunakan untuk mempercepat penghancuran Bahan Organik campurkan 1 liter cairan ditambah 10 liter air tawar tambahkan gula 2 ons dan cairan siap di siramkan pada bahan organik yang akan dikomposkan.b. Penyemprotan pada tanaman : 400 cc cairan dicampur dengan 14 liter air tawar (1 tangki semprotan) dan diaduk rata , semprotkan pada pagi atau sore hari (hindari sengatan cahaya matahari pada siang hari) pada berbagai jenis tanaman, jika tanaman padi pada umur 10 hari, 20 hari, 30 hari dan 40 hari setelah tanam. Catatan :Ekstrak dirombak mirip berperan sebagai ragi (Sakaromisae) artinya degradasi karbohidrat menjadi polysakarida derifat, substansi yang lebih. (Suyati, SP. Penyuluh Pertanian Madya)