Loading...

MENGOLAH SI UNGU, MENDULANG RUPIAH

MENGOLAH SI UNGU, MENDULANG RUPIAH
Oleh : Nur Bayti Bachtiar, SP, M.Si Penyuluh Pertaniian Muda Desa Botteng Utara Kecamatan Simboro Sepintas kita melihat dipasar tradisonal, ubi ungu djual dengan harga Rp. 7.000,- per kilo, dan di manfaatkan sebagian besar oleh masyarakat sebagai pengganti nasi, padahal jika kita mengolahnya menjadi sebuah produk tentu memiliki nilai tambah. Contohnya saja keripik ubi ungu dijual sekitar Rp. 15.000 per bungkusnya. Jika dalam 1 kilogram kita mampu mengolahnya dengan hasil produk sekitar 5 bks/kg dengan harga tersebut, maka keuntungan yang kita dapat sekitar Rp 65.000,-. Lumayan kan? Bagaimana dengan produk lainnya yang berbahan ubi ungu ?, tentu jauh lebih menguntungkan lagi. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas var ayamurazaki) biasa disebut Ipomoea batatas karena memiliki kulit dan daging umbi yang berwarna ungu kehitaman (ungu pekat). Ubi jalar ungu mengandung pigmen antosianin yang lebih tinggi dari pada ubi jalar jenis lain. Ubi jalar ungu yakni ubi jalar yang memiliki daging umbi berwarna ungu hingga ungu muda. (Juanda, Dede dan Bambang Cahyono, 2004). Keripik ubi ungu, merupakan camilan yang memiliki tekstur yang renyah di buat dari bahan ubi ungu yang berbentuk tipis dan pipih, di sukai oleh banyak kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa. Varian rasapun beraneka ragam mulai rasa original, pedas, manis, coklat, membuat keripik ini selalu tersedia dari waktu ke waktu.. Oleh karena itu, peluang usaha keripik ubi ungu ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya kelompok wanita tani untuk mengolah ubi ungu ini menjadi keripik yang berdaya saing mulai dari penyediaan bahan baku hingga kepada pemasaran. Untuk memulai usaha ini tidak perlu menggunakan modal yang besar, cukup dengan bahan dan peralatan yang sederhana maka kita akan memperoleh sebuah produk keripik ubi ungu yang nikmat. Untuk mendapatkan keripik ubi ungu yang berkualitas tentu memerlukan bahan baku untuk pembuatannya yakni ubi ungu sebanyak 1Kg yang masih segar, gula pasir seberat 200 gram, air kapur sirih sebanyak 2 sendok, minyak goreng garam, dan penyedap rasa secukupnya serta toping rasa sebagai pelengkap. Sedangkan Berbagai peralatan usaha yang dibutuhkan untuk memaksimalkan usaha keripik ubi ungu ialah wajan, gerobak, mesin perajang ubi, kompor dan tabung gas, peralatan penggoreng, toples dan berbagai peralatan yang mendukung lainnya. CARA PENGOLAHAN Dalam mengolah ubi ungu ini menjadi keripik ubi dilakukan dengan cara Kupas kulit ubi dan cuci hingga bersih. Kemudian iriskan, lalu Iris ubi tipis-tipis dengan menggunakan alat pemotong agar potongannya bisa sama, Siapkan wadah lain, masukkan air kapur sirih dan air bersih. lalu rendam ubi ungu yang sudah diris kedalam campuan air kapur sirih tersebut. Rendam kurang lebih selama 2 jam. Angkat dan tiriskan terlebih dahulu. Kemudian tata diatas wadah dan jemur diatas terik matahari hingga kering sempurna. Siapkan wadah lain masukan gula pasir dan air bersih aduk hingga rata hingga gula pasir larut. Kemudian tambahkan ubi ungu yang sudah dijemur kedalam larutan tersebut. Aduk hingga rata. Goreng ubi ungu dalam minyak yang sudah dipanaskan sebelumnya hingga kering dan matang. Angkat dan tiriskan. Masukan kedalam wadah kedap udara jangan lupa di bubuhkan varian rasa. Keripik ubi ungu siap untuk disajikan dan dikemas. STRATEGI PEMASARAN BISNIS KERIPIK UBI UNGU Usaha keripik ubi ungu dapat berjalan dengan lancar diperlukan strategi pemasaran. Dimana strategi pemasaran ini bisa dilakukan dengan berbagai cara menitipkan camilan keripik ubi ungu pada toko, warung bahkan juga bisa di titipkan di supermarket. Sehingga nantinya bisa lebih mudah dalam pemasarannya. Selain itu, kita juga bisa mempromosikan bisnis keripik ubi ungu melalui media sosial seperti facebook, twitter, whats app dan jejaring sosial lainnya. Selain itu, kita juga bisa membuat kemasan keripik ubi dengan menarik mungkin agar membuat konsumen makin tergoda saat melihat produk camilan yang kita tawarkan. Selamat mencoba…… Sumber : Rukmana, R. 2007. Ubi Jalar Budi Daya dan Pascapanen. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Juanda Js., D dan B Cahyono. 2004. Ubi Jalar Budi Daya dan Analisis Usaha Tani. Yogyakarta:Penerbit Kanisius. http://wartawirausaha.com/2014/12/peluang-usaha-budidaya-ubi-ungu-diminati-karena-komposisi-gizinya/#axzz682DEs7 http://www.agrowindo.com/peluang-usaha-budidaya-ubi-jalar-dan-analisa-usahanya.htm