Loading...

Mengoptimalkan Rice Transplanter Jarwo Di Wk Bpp Mantikole Kec. Dolo Barat Kab. Sigi

Mengoptimalkan Rice Transplanter Jarwo  Di Wk Bpp Mantikole  Kec. Dolo Barat Kab. Sigi
Kegiatan mengoptimalkan pemanfaatan Rice Transplanter di Desa Pesaku Poktan Bungi Jaya melakukan penyuluhan sekaligus Demcara pada kegiatan tersebut Penyuluh Pertanian BPP Mantikole bekerja sama dengan Penyuluh BPTP Sulteng (Basrum,S.P., M.Si). Tanam padi adalah proses awal dari budidaya tanaman padi. Pada proses tanam padi umumnya menggunakan tenaga kerja konvensional yaitu dengan menancapkan bibit padi ke dalam lumpur/tanah di hamparan sawah. Pada saat penanaman bibit padi membutuhkan tenaga yang cukup banyak dan waktu yang lama sehingga biaya yang dikeluarkan jauh lebih banyak. Efisiensi usahatani menjadi salah satu aspek penting dalam budidaya padi. Pada kesempatan itu disampakan bahwa Fasilitas bantuan alsintan ini menjadi pemicu transformasi teknologi kepada petani menuju pertanian yang lebih modern, efektif, dan ramah lingkungan. Pengembangan mekanisasi pertanian, diarahkan untuk meningkatkan produksi, mutu hasil pertanian yang berdaya saing tinggi guna mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Penerapan mekanisasi pertanian antara lain dapat menghasilkan percepatan budidaya padi sawah, peningkatan intensitas pertanaman (IP), efisiensi biaya produksi dan peningkatan pendapatan petani. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi antara lain melalui pengaturan jarak tanam. Hal ini bisa diatasi dengan alat mesin pertanian (Alsintan) jenis rice transplanter. Rice Tansplanter merupakan mesin penanam padi yang digunakan pada areal tanah sawah kondisi siap tanam. Fungsinya untuk menanam bibit padi dari hasil semaian yang menggunakan tray atau dapog dengan umur bibit sekitar 15 hari atau ketinggian bibit tertentu, Benih yang digunakan harus yang berlebel. Media persemaian benih padi, Tanah yang digunakan untuk media pertumbuhan tanaman di persemaian, dianjurkan berasal dari lahan sawah bagian atas (top soil), Tanah dikeringkan kemudian digemburkan dan dibersihkan dari rumput-rumputan atau sisa-sisa jerami, Tanah diayak untuk mendapatkan tanah yang berukuran seragam dan bertekstur lembut serta terbebas dari benda benda keras yang dapat merusak alat tanam, Selanjutnya tanah dicampur dengan pupuk organik/pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Mesin tanam ini dirancang agar dapat beroperasi pada Lahan Berlumpur (Puddle) sempurna, Dengan Kedalaman Kurang Dari 40 Cm. Serta mendukung sistem jajar legowo 2:1 dengan jumlah baris tanam 4 baris, Jarak tanam antar barisnya 20 cm, jarak tanam legowo 40 cm, Jarak tanam dalam barisan dapat diatur dengan ukuran 10 s.d 18 cm. oleh karena itu mesin ini dirancang ringan dan dilengkapi dengan alat pengapung, Selain itu, Rice Transplanter merupakan alat penanam bibit padi dengan jumlah, kedalaman, jarak dan kondisi penanaman yang seragam. Jarak yang penanaman yang lebih presisi jika dilakukan dengan transplanter, juga memiliki efek yang baik bagi tumbuhan. Padi yang ditanam pada jarak yang sama, memungkinkan tanaman ini untuk tumbuh lebih tinggi. Di samping itu, padi juga lebih tahan hama jika dibandingkan penanaman secara manual. Operator rice transplanter diharapkan jangan menguras tenaga saat mengendalikan alat. Tapi bersikap santai dan fokus pada stang dan memperhatikan marker jarak posisi tanda batas jarak tanaman yang berada diposisi samping pelampung mesin yang berfungsi untuk menandai jarak tanam antar baris tanaman agar lurus sehingga bibit tertanam sesuai garis jajar legowo. Pada kegiatan itu kami penyuluh pertanian BPP Mantikole Kec. Dolo Barat Kab, Sigi menyampaikan kepada para pelaku utama yang berusahatani padi sawah dapat menerima, menerapkan, menggunakan secara berkelanjutan Inovasi Teknologi Pertanian. Penulis : RIZAL, S.P., M.P. ( PP.MUDA Kab. SIGI_Sul-Teng ) Sumber : BPTP Sulteng ( Basrum, S.P., M.Si ). Buku Panduan Penggunaan Transplanter Jajar Legowo 2;1. BBPMekanisasi Pertanian Kementan RI. 2013. Gambar : RzL@HRN.J.Doc