Loading...

MENGUKUR EFEKTIFITAS PENYULUHAN DAN PERUBAHAN PRILAKU PADA PENYULUHAN DI DESA WINONG KECAMATAN BOYOLALI

MENGUKUR EFEKTIFITAS PENYULUHAN DAN PERUBAHAN PRILAKU PADA PENYULUHAN DI DESA WINONG KECAMATAN BOYOLALI
MENGUKUR EFEKTIFITAS PENYULUHAN DAN PERUBAHAN PRILAKU PADA PENYULUHAN DI DESA WINONG KECAMATAN BOYOLALI Desa WINONG adalah salah satu desa di Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali yang merupakan sentra penghasil jagung. Lahan pertanian di Desa Winong didominasi lahan kering atau tegalan. Untuk musim penghujan yaitu di MT 1 petani biasa menanami jagung pada lahan tegalan.. Salah satu kunci keberhasilan budidaya jagung adalah penggunaan pupuk. Petani selama ini mengandalkan pupuk kimia terutama urea. Hal ini menyebabkan turunnya kesuburan tanah dan menyebabkan tanah menjadi keras. Untuk itu dipelukan langkah perbaikan kualitas lahan pertanian. Program pendampingan di sentra produksi jagung merupakan salah satu program pemerintah yaitu Upsus Pajale. Budidaya jagung di Desa WINONG dilakukan secara biasa. Untuk itu dilakukan penyuluhan untuk meningkatkan produksi melalui intensifikasi budidaya jagung. Salah satu upaya peningkatan produksi jagung adalah penggunaan pupuk bokasi. Petani selama ini hanya menggunakan pupuk kandang tanpa dilakukan pengolahan. Demikian disampiakan Bapak Tadiyanto ketua kelompok Tani Gabug. Pemanfaatan pupuk bokasi merupakan teknologi tepat guna yang sangat cocok bagi desa winong mengingat ketersediaan bahan baku berupa kotoran ternak sapi. Semua petani di Desa Winong memiliki sapi yang menghasilkan pupuk. Namun selama ini pupuk kandang digunakan tanpa pengolahan. Penyuluhan bokasi ini dalam usaha pembudidayaan tanaman Jagung sangat didukung oleh tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan petani. Untuk mengetahui apakah efektifitas perubahan pengetahuan, sikap dan ketrampilan petani terhadap budidaya jagung maka perlu diadakan suatu evaluasi kegiatan penyuluhan. Dengan adanya evaluasi diharapkan dapat diketahui tingkat efektivitas dan efisiensi kegiatan yang telah ataupun akan dilaksanakan untuk selanjutnya dapat segera diambil langkah-langkah yang lebih baik.Tujuan utama penyuluhan adalah pada perubahan prilaku meliputi pengetahuan, sikap dan ketrampilan (PSK) pelaku utama dan pelaku usaha sebagai sasaran utama penyuluhan. Demikian disampaikan Bapak Aris selaku penyuluh pendamping di Desa Winong.Evaluasi penyuluhan ini dilakukan pada agenda kursus tani tingkat desa pada program pendampingan sentra jagung di Desa WINONG. Adapun pelaksanaan evaluasi dilaksanakan pada Kamis, 20 Agutus 2015 bertempat di rumah Bapak Tadiyanto (Kelompok Tani Gabug) Dukuh Gabug, Desa WINONG, Kecamatan Boyolali. Sebagai sasaran evaluasi adalah peserta penyuluhan dari berbagai kelompok di Desa Winong berjumlah 20 orang. Penyuluhan dilaksanakan menggunakan metode kombinasi antara ceramah dan praktek. Pengambilan data menggunakan kuesioner tertutup berupa pertanyaan sebelum penyuluhan (pre test) dan setelah penyuluhan (post test). Jawaban yang benar diberikan nilai 1 sedangkan jawaban yang salah diberikan nilai 0. Dari tabulasi pre test dan pos test selanjutnya dapat dilakukan perhitungan berupa efektifitas program penyuluhan dan efektifitas perubahan prilaku Data kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus untuk menilai efektifitas program penyuluhan dan efektifitas perubahan prilaku. Rumus yang digunakan adalah Efektifitas program : (post test / Target) x 100% dan efektifitas peningkatan perubahan prilaku : (Post test-pre test)/(Target-pre test) x 100%. Dari hasil perhitungan efektifitas program dan efektifitas perubahan prilaku selanjutnya diambil kesimpulan berdasarkan kriteria. Tidak efektif apabila persentase menunjukkan 1s.d 33,33 %, sedangkan kurang efektif 33,34 s.d 66,66 % dan efektif 66,67 s.d 100 % Dari hasil perhitungan pre test dan Post test pada penyuluhan kali ini diperoleh nilai efektifitas program penyuluhan adalah 82%, sedangkan nilai efektifitas peningkatan perubahan prilaku 70%. Hasil kesimpulan nilai efektifitas program penyuluhan mencapai skor 82%. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang dilakukan efektif. Metode penyuluhan yang mengkombinasikan ceramah dan demcar terbukti efektif diterima dengan baik oleh peserta penyuluhan. Nilai efektifitas peningkatan perubahan prilaku 70 %. Nilai tersebut masuk pada kriteria efektif dalam perubahan prilaku. Efektifitas perubahan prilaku ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang dilakukan bukan hanya merubah pengetahuan petani tapi sudah mampu pada perubahan sikap dan motivasi dalam melaksanakan materi penyuluhan yaitu pembuatan bokasi. Pada akhir pertemuan Bapak Aris Selaku penyuluh pendamping menyampiakan kendati penyuluhan sudah mampu merubah pengetahuan dan sikap petani diperlukan monitoring dalam implementasinya dilapangan. Terutama dalam pengolahan pupuk bokasi sehingga lahan di Desa Winong bisa semakin baik dan subur.(Aris Fajar Rokhani SPt, MSi)