Untuk membantu petani agar harga gabah tidak anjlok pasda saat panen raya dapat ditempuh dengan penguatan kelembagaan tani. Petani di dorong untuk berkelompok untuk kemudian bergabung membentuk gabungan kelompok tani (gapoktan) untuk selanjutnya didorong menjadi kelembagaan ekonomi petani guna mudah dalam memberdayakan petani. Penguatan kelembagaan ekonomi petani tersebut bisa berupa pemberian modal atau pinjaman modal guna dapat membeli gabah anggota saat panen raya dengan harga wajar/sesuai HPP, sehingga gabah tidak jatuh ke tengkulak atau pedagang. Setelah itu kemudian mengeringkan untuk kemudian dimasukkan ke gudang SRG (Sistem Resi Gudang). Setelah dimasukan ke Gudang SRG, maka akan diperoleh Resi Gudang. Dari Resi Gudang yang didapat bisa dianggunkan untuk mencari pinjaman guna membiayai usahatani anggotanya untuk musim berikutnya. Beberapa bulan berikutnya biasanya harga gabah/beras naik, sehingga produk yang ditaruh di SRG bisa dijual dan biasanya hargaanya cukup tinggi, sehingga hasil penjualannya bisa untuk menutup pinjaman yang didapat dengan mengganggunkan resi gudang. Dengan cara ini harga gabah yang jatuh saat panen raya dapat diatasi, sehingga petanipun akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar guna dijadikan modal untuk membeli gabah pada panen raya berikutnya, sehingga petani akan lebih sejahtera. Untuk dapat masuk ke gudang SRG, tentunya harus memenuhi persyaratan, maka disinilah peran penyuluh sangat diperlukan untuk membantu mensosialisasi SRG apa manfaat dan apa persyatannya, setelah itu mendampingi petani dalam mengupayakan agar produknya bermutu. Dalam peningkatan mutu yang harus diperhatikan antara lain : 1. Penyiapan lahan tepat waktu dengan cara yang benar;2. enggunaan benih bermutu dan berlabel 3. Tersedianya saprodi.4. Pemupukan berimbang.5. Perbaikan budidaya tanaman.6. Pengendalian Organisme Penggangu Tanaman (OPT) secara Pengendalian Hama Terpadu (PHT).7. Penggunaan air secara teratur dan efisien.8. Mengurangi kehilangan hasil waktu panen, perontokan, penjemuran dan pengangkutan.9. Penyediaan modal kerja bagi petani.Benih Unggul Dan PupukKelompok diwajibkan menggunakan benih padi unggul berlabel, sebab mutu benih merupakan penentu pertama (awal) besar kecilnya produksi. Sedangkan dalam hal pemupukan, seluruh kelompok tani dianjurkan menggunakan pupuk organik disamping pupuk an organik. Pupuk organik berfungsi penting untuk memperbaiki struktur tanah. Pupuk organik menyebabkan pupuk an organik lebih efektif.Untuk memperoleh produksi yang optimal, pupuk an organik agar dilaksanakan dengan tepat yakni tepat dosis, waktu dan cara aplikasi. Dosis anjuran secara umum adalah : Urea 250 kg/ha, SP36 100 kg/ha dam KCl 75 kg/ha (antar wilayah dosis pemupukan tidak harus sama). Pengendalian Hama Terpadu (PHT)PHT merupakan suatu pendekatan baru dalam pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) yang memadukan manusia dan lingkungan. PHT mempunyai 4 prinsipnya antara lain:1. Membudidayakan tanam sehat2. Melestarikan dan mendayagunakan fungsi musuh alami3. Melaaksanakan pengamatan mingguan secara teratur dan berkesinambungan4. Petani sebagai pelaku PHT.PHT memiliki keuntungan ditinjau dari aspek stabilitas produksi, kesehatan,ekonomi dan lingkungan. Penggunaan air secara teratur dan efisienPePePengairan atau pemberian air dilakukan secara intermitten atau terputus-putus. Pada awal penanaman, pemberian air dilakukan sampai kondisi minimal macak-macak atau maksimal sekitar 2 cm yaitu ketika padi mencapai umur 1-8 hari sesudah tanam (HST). Sesudah padi mencapai umur 9-10 HST air kembali digenangkan dengan ketinggian 2-3 cm selama 1 malam saja. Ini dilakukan untuk mudahkan penyiangan tahap pertama. Setelah selesai disiangi, sawah kembali dikeringkan sampai padi mencapai umur 18 HST.Pada umur 19-20 HST sawah kembali digenangi untuk memudahkan penyiangan tahap keduaKemudian dibiarkan mengering sampai kondisi tanah mulai terbelah-belah dan mulai lagi dengan pemberian air maksimal, begitu seterusnya. Kondisi tanah yang kering terbelah memberikan kesempatan oksigen lebih banyak masuk dalam pori-pori tanah sehingga akan memperbaiki proses respirasi (pernapasan) perakaran. Kondisi ini tentu akan meningkatkan pertumbuhan perakaran dan perkembangan anakan. Pemberian air dihentikan saat periode pemasakan bulir padi.SeSelanjutnya setelah padi berbunga, sawah diairi kembali setinggi 1-2 cm dan kondisi ini dipertahankan sampai padi "masak susu" (± 15-20 hari sebelum panen).. Kemudian sawah kembali dikeringkan sampai saat panen tiba.Padi ditanam pada kondisi tanah yang tidak tergenang. Tujuannya, agar oksigen yang dapat dimanfaatkan oleh akar tersedia lebih banyak di dalam tanah. Selain itu, dalam kondisi tidak tergenang, akar bisa tumbuh lebih subur dan besar sehingga tanaman dapat menyerap nutrisi sebanyak- banyaknya. Panen dan Pasca PanenUntuk menekan kehilangan hasil padi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain: cara panen, perontokan , pengeringan dan penyimpanan1. Cara Panen (keringkan sawah 7-10 hari sebelum panen agar kematangan padi lebih merata dan cepat, lakukan panen pada umur 33-36 hari setelah berbungan merata yaitu apabila 95% malai telah menguning, daun bendera mulai menua dan sebagian kuning/mati Atau panen dilakukan setelah tanaman menua dengan ditandai dengan menguningnya semua bulir secara merata. Bila bulir digigit tidak sampai mengeluarkan air. Dari pengalaman di lapangan. Pemanenan di gunakan alat panen yang tajam).2. Perontokan (dapat dilakukan dengan beberapa cara baik dengan menggunakan alat mesin (power dan pedal theser) maupun manual denga digepyok. Lakukan perontokan pada hari panen untuk menghindari timbulnya butir kuning dan menggunkaan alas yang lebar untuk mengurangi kehilangan).3. Pembersihan dilakukan untuk menghilangkan butir hampa dan benda asing lainnya yang ditujukan untuk meningkatkan mutu gabah. Alat yang digunakan bisa berupa alat tampi maupun dengan menggunakan blower/cleaner. Pembersihan sebaiknya dilakukan setelah perontokan hingga memudahkan pada proses pengeringan.4. Pengeringan dapat dilakukan secara manual (sinar matahari) dan mesin. Sebaiknya kelembagaan ekonomi petani juga memikirkan sarana lainnya seperti timbangan, alat pengukur kadar air (Moisture Tester Digital), alat pengering, alat pemadam kebakaran, alat pengambil sample, alat pengatur suhu, alat testing rendemen beras/gabah. Selain itu juga dilengkapi dengan lantai jemur dan gudang yang mampu menampung gabah dari anggotanya sebelum dibawa ke gudang SRG ataupun di jual. 5. Penyimpanan sebelum dibawa ke gudang SRG, yang perlu diperhatikan adalah kadar air jangan melebihi 14 %, ruang penyimpanan gabah harus tidak berhubungan dengan lantai ataupun dinding agar ada sirkulasi udara. Demikian yang harus dilakukan dalam meningkatkan mutu, sehingga akan menghasilkan produk yang bermutu dan memenuhi syarat masuk ke gudang SRG. Penyunting :Yulia Tri SEmail :yuliatrisedyowati@yahoo.co. id Sumber: 1. Instruksi Presiden (Inpres) No. 5/2015 tentang Kebijakan pengadaan Gabah Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah, yang salah satunya menetapkan naiknya harga pembelian gabah petani. 2. http://eghizpungblog.blogspot.com/ 3. www.bappebti.com dan berbagai sumber