Loading...

Mengurangi laju Erosi Melalui Konservasi Tanah dan Air dengan Tanaman Akar Wangi dan Beberapa Deskripsi Varietas Unggul Akar

Mengurangi laju Erosi Melalui Konservasi Tanah dan Air dengan Tanaman Akar Wangi dan Beberapa Deskripsi Varietas Unggul Akar
Konservasi lahan merupakan sesuatu hal yang harus dilakukan. Menurut Heady dalam Barlow (1972) menyatakan bahwa konservasi adalah usaha untuk mencegah kehilangan produksi pada masa mendatang. Damanik, et al (2013) menyatakan bahwa lahan kering sangat rentan dengan erosi dan membahayakan. Erosi menjadi salah satu hal yang harus dapat dikendalikan pada lahan miring dan berlereng dimana banyak petani memanfaatkannya. Arsyad (2000) menyatakan semakin curam lereng akan mengakibatkan semakin cepat kecepatan air permukaan dan semakin besar peluang terjadinya erosi. Pengendalian erosi dapat dilakukan dengan melaksanakan konservasi tanah. Adapun upaya yang dapat dilakukan seperti: (1) Menggunakan mulsa untuk menutupi permukaan tanah, dan (2) Mengatur aliran permukaan sehingga tidak merusak tanah.Cara yang dapat dikembangkan dalam mengkonservasi tanah dapat dilakukan dengan, yaitu: (a) cara vegetatif dan (b) cara mekanis.a. Cara vegetatif adalah salah satu cara konservasi tanah dengan memanfaatkan tanaman agar tanah terhindar dari air hujan dan aliran permukaan. Hal ini disebabkan permukaan tanah yang terbuka tanpa tanaman diatasnya sangat mudah erosi.b. Cara mekanis adalah cara dengan membuat teras. Cara ini dilakukan dengan membuat bagian tanah agak tinggi (guludan) dengan memotong arah lereng sehingga aliran air permukaan dapat dikurangi.Salah satu manfaat tanaman Akar Wangi adalah memiliki kemampuan untuk mengkonservasi tanah dan air kareana akarnya yang kuat, lebat, dan dalam. Untuk wilayah perbukitan maupun pegunungan, akar wangi dapat ditanam seperti pagar hidup dengan jarak tanam maksimal 20 x 20 cm. Hal ini digunakan untuk mengurangi laju erosi. Tanaman Akar Wangi tidak dilakukan pemangkasan namun dibiarkan berkembang sehingga rumpun-rumpunnya menjadi besar dan rapat. Dengan kondisi seperti ini tanaman Akar Wangi dapat menahan laju erosi.Greenflied (1988) menyebutkan konservasi tanah tanaman Akar Wangi secara vegetatif sangat baik pada Negara India. Cara penanaman dengan sistem pagar dan melintang lereng. Jarak antar tanaman disesuaikan dengan kemiringan lereng. Dengan cara seperti ini maka lahan diantara tanaman Akar Wangi dapat ditanami tanaman semusim. Hal ini memberikan efek ganda kepada petani yaitu adanya tanaman yang ditanami selain Akar Wangi yang memberikan keuntungan. Akan tetapi terdapat pengecualian yaitu dengan memanen tanpa akar tanamanBeberapa varietas unggul tanaman Akar Wangi yang sudah dilepas oleh puslitbang perkebunan Balitbangtan adalah: (1) Verina 1, Verina 2, Mearsia 1 (puslitbangbun, 2016). Adapun deskripsi masing-masing varietas adalah:(1) Varietas Verina 1 berasal dari Garut dengan warna batang kuning kehijau-hijauan berbentuk tegak dan merumbai. Daun agak panjang dengan perakaran yang halus. Produktivitas tanaman Akar Wangi dengan berat basah 10,37 ton/ha dan berat kering 3,72 ton/ha sehingga akan menghasilkan minyak 66,38 kg/ha. Kandungan minyak atsiri 1,6-0,52% dengan kadar vetiverol 50,38-1,41%. bVarietas ini cocok dikembangkan untuk industri minyak atsiri dan baik untuk ditanam pada dataran tinggi.(2) Varietas Verina 2 berasal dari Garut dengan warna batang kuning hijau berbentuk merumbai. Daun agak pendek dengan perakaran yang kasar. Produktivitas tanaman Akar Wangi dengan berat basah 10,61 ton/ha dan berat kering 3,84 ton/ha sehingga akan menghasilkan minyak 60,46 kg/ha. Varietas ini memiliki kandungan minyak atsiri 1,5-0,63% dengan kadar vetiverol 55,48-3,17%. Varietas ini cocok dikembangkan untuk kerajinan anyaman dan pengusir serangga dan baik untuk ditanam pada dataran tinggi.(3) Varietas Mearsia 1 berasal dari Jepang dengan produksi minyak 80,02-13,27 kg/ha dalam satu tahun. Varietas ini memiliki kadar minyak 2,77-0,42 % dan kadar total menthol 64,26-8,79%. Varietas ini cocok dikembangkan untuk industri sabun, dan obat-obatan serta baik untuk ditanam pada dataran rendah hingga sedang (100 mdpl-700 mdpl). Daftar PustakaAnonymous, 2016. Varietas Unggul Inovasi Perkebunan. http://perkebunan.litbang.pertanian.go.id/?p=3826 diakses tanggal 27 Mei 2016Arsyad, S. 2000. Konservasi Tanah dan Air. IPB Press BogorBarlow, R. 1972. Land Resources Economic Prentice-Hill. Inc Englewood Cliffd. New Jersey.Damanik, S, Effendi, S. E. 2013. Sistem Usahatani Konservasi Akar Wangi Pada Lahan Berlereng. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Balitbangtan.Greenfield, J. C. 1988. Vetiver Grass (vetiver zizaniodes stapf). A Method of Vegetative Soil and Moisture Conservation. 2nd.Printed at PS Service, PVT, LTD. New Delhi Penulis: Miskat Ramdhani (Penyuluh BBP2TP) alamat email: annurd@gmail.com