Ujoh Bilang, salah satu kampung di Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur. Wilayah ini merupakan wilayah yang didampingi oleh BPTP Balitbangtan Kaltim. BPTP Balitbangtan Kaltim sebagai unit kerja Kementerian Pertanian di daeah turut melaksanakan program kerja Kementerian Pertanian diantaranya Pengembangan Lumbung Pangan Berorientasi Ekspor di Wilayah Perbatasan (LPBE-WP). Kegiatan ini adalah wujud nyata pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengurangi kesenjangan kesejahteraan antar wilayah dan antar masyarakat di wilayah perbatasan. Kabupaten Mahakam Ulu, merupakan salah satu wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga (Malaysia), walaupun bukan salah satu wilayah prioritas dalam program LPBE-WP, wilayah ini tetap merupakan salah satu wilayah yang berbay asan langsung dengan Negara Malaysia. Kondisi inilah yang membuat masyarakat di Mahakam Ulu memiliki hubungan baik yang langsung dengan masyarakat Malaysia. Tidak hanya jalinan hubungan sosial budaya yang telah terjalin, ternyata masyarakat Mahakam Ulu sudah sejak dulu melakukan transaksi jual beli dengan masyarakat negeri jiran ini, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Untuk itu pengembangan LPBE-WP diwilayah ini akan diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan, dan jika ada kelebihan hasil produksi, maka hasil produksi ini akan diekspor ke Negara tetangga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga ekonomi wilayah ini akan berkembang. Pengembangan LPBE-WP ini pada dasarnya dirancang untuk menumbuhkan suatu kawasan yang berbasis pertanian modern dan didukung oleh inovasi teknologi dan kelembagaan sarana-prasarana produksi, permodalan, serta pengolahan dan pemasaran hasil pertanian melalui pemberdayaan kelompok tani serta membangun jaringan kemitraan dengan swasta. Sasaran utama tentunya mewujudkan peningkatan produksi, mutu, dan daya saing produk komoditas pangan dengan mengutamakan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian sumberdaya alam di wilayah perbatasan. BPTP Balitbangtan Kaltim dalam membangun di wilayah perbatasan tidak hanya sekedar memberikan informasi terkait inovasi teknologi budidaya pertanian yang tepat bagi masyarakat, tapi juga membangun percontohan sistem produksi komoditas pangan skala luas sekaligus melaksanakan pendampingan dan pengawalan budidaya komoditas strategis yang dapat menjadi titik ungkit sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah ini. Dalam 3 tahun terakhir kehadiran BPTP di Mahakam Hulu, beberapa inovasi teknologi Kementerian Pertanian telah didiseminasikan, yaitu penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) padi Inpari 30, Inpari 32, Inpari 40, Inpago 8 dan bawang merah varietas bima brebes, melakukan budidaya tanaman padi dengan sistem tanam jajar legowo, penggunaan pupuk berimbang serta pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) yang ramah lingkungan. Disamping itu pendampingan langsung juga terus dilaksanakan, tim BPTP selalu meluangkan waktu untuk hadir melihat perkembangan sektor pertanian diwilayah ini. Seperti kali ini meski hujan pagi mengguyur kawasan Ujoh Bilang tidak mampu mengurangi panasnya mentari di kala siang, bahkan semangat tim BPTP tidak meredup meski jalanan persawahan yang harus dilalui tidak semudah jalanan kampung dikala tak diguyur hujan. Suasana riuh penuh canda pun terlihat di area persawahan, dengan hanya beralas terpal, Tim Kawasan Perbatasan BPTP Balitbangtan Kaltim membuka acara Tanam Bersama VUB Padi dan Bawang merah di lahan budidaya Kelompok Tani Kooperator Nenggayet Bareng (20/11). Kegiatan ini turut dihadiri oleh tim Dinas Pertanian Kab. Mahulu, Kaum Adat, perwakilan petinggi Ujoh Bilang, Babinsa, PPL serta para petani yang berasal dari berbagai kelompok tani di wilayah Ujoh Bilang. Kegiatan tanam bersama diwilayah ini mayoritas diikuti oleh kaum wanita, hal ini ternyata erat kaitannya dengan sistem budaya di wilayah ini dimana kaum wanita memilikmi peran penting dalam sektor budidaya pertanian. Dimana proses tanam dan merawat tanaman di lahan pertanian dilakukan oleh kaum wanita. Walaupun perkembangan zaman yang dinamis saat ini telah menggeser pemahaman mengenai subordinasi perempuan dan superioritas laki-laki. Pemikiran yang selalu menempatkan peran laki-laki lebih utama dibanding perempuan dapat juga terbantahkan dengan adanya fenomena dalam kehidupan masyarakat dimana laki-laki tidak selamanya berperan melebihi perempuan. Seperti halnya yang terjadi di lingkup masyarakat pertanian wilayah Ujoh Bilang ini, dimana terlihat jelas doninasi kaum wanita dalam sektor pertanian. Untuk itu kegiatan yang dilakukan oleh tim BPTP Balitbangtan Kaltim mendapatkan antusias yang lebih dari kaum wanitanya. Selain melakukan kegiatan tanam bersama, tim BPTP juga melaksanakan bimbingan teknis terkait cara menanam menggunakan sistem tanam Jajar Legowo (Jarwo), serta cara tepam mengaplikasikan pupuk pada tanaman. Terlihat jelas pertanyaan didominasi oleh kaum wanita, bahkan saat praktek menanam dan menggunakan alat tanam, kaum wanita mengajukan diri untuk mencoba secara langsung. Dalam hal ini terlihat jelas bahwa kaum wanita adalah pekerja utama dalam mengelola lahan pertanian. Pekerjaan yang dilakukan kaum wanita ini tidak sebatas kegiatan-kegiatan ringan dan hal ini sudah berlangsung sejak lama, hal ini dikarenakan kaum laki-laki lebih banyak berkerja di sektor pertambangan. Salah seorang kaum wanita tani bahkan menyatakan bahwa terkadang berhasil atau tidaknya panen sangat dipengaruhi oleh aktivitas kaum wanita di lahan pertaniannya. Hampir semua wanita dewasa diwilayah ini pernah melakukan segala aktivitas yang berhubungan dengan pengelolan pertanian, mulai dari membuka lahan, menyemai benih, menanam, merawat, memanen dan bahkan mengangkut hasil panen ke rumah atau tempat penyimpanan. Keterlibatan kaum laki-laki tidak terlalu terlihat, jika ada itupun hanya pada kegiatan-kegiatan tertentu seperti membunuh gulma melalui penyemprotan dan membawa hasil panen, sedikit sekali kaum lelaki yang bekerja penuh di lahan pertanian. Untuk itu kedepan pembangunan sektor pertanian di wilayah Kabupaten Mahakam Ulu penting kiranya memperhatikan dan mempertimbangkan peranan kaum wanita taninya. Sehingga setiap program kerja yang nantinya akan diaplikasikan serta inovasi teknologi yang akan didiseminasikan lebih ramah terhadap kaum wanita. **Tim BPTP Kaltim