Loading...

Meningkatkan Kesejahteraan Petani Dengan Sistem Tanam Jajar Legowo

Meningkatkan Kesejahteraan Petani Dengan Sistem Tanam Jajar Legowo
LATAR BELAKANG Negara Indonesia adalah sebuah negara besar yang secara geografis diapit oleh dua samudera yakni samudera Hindia dan samudera Pasifik serta terletak diantara dua benua yakni benua Australia dan Asia. Sedangkan secara astronomis letaknya ada pada 6 LU - 11 LS dan 95 BT – 141 BT. Banyak keuntungan yang diperoleh dari posisi tersebut antara lain adanya penyinaran oleh matahari sepanjang tahun, curah hujan yang cukup tinggi, mempunyai hutan hujan tropis yang luas serta kelembaban udara yang tinggi. Hal inilah yang menjadikan Indonesia sebagai negara agraris dimana sebagian besar masyarakatnya mempunyai mata pencaharian di sektor pertanian. baik di sektor hulu maupun hilir. Bangga menjadi bangsa Indonesia berarti juga harus bangga kepada petani. Petani adalah pahlawan, petani adalah penjaga stabilitas pangan. saat ini nasi menjadi makanan pokok bagi masyarakat Indonesia yang saat ini jumlahnya sudah mencapai 262 juta jiwa. Kenaikan jumlah penduduk yang sangat pesat membuat kebutuhan pangan juga meningkat tajam, ini tidak sejalan dengan makin menyempitnya lahan pertanian karena beralih fungsi sebagai perumahan atau fasilitas umum. Sehingga arus dilakukan berbagai inovasi di dalam bidang budidaya pertanian yang diarapkan dapat meningkatkan produksi padi. Diantaranya adalah Jajar legowo. PENGERTIAN JAJAR LEGOWO Jajar legowo sendiri berasal dari kata “lego” dan “dowo” yang berarti luas dan panjang. Dalam metode jajar legowo dilakukan manipulasi agar semua atau sebagian besar tanaman berada di pinggir, karena berdasarkan pengalaman tanaman yang berada di pinggir selalu mempunyai performa dan produktivitas yang lebih baik. Dalam sistem tanam padi jajar legowo diberikan ruang kosong selang beberapa barisan, sedangkan untuk barisan yang memanjang jarak tanamnya diperpendek sehingga menjadi lebih rapat. Dengan demikian semua tanaman diharapkan menerima intensitas penyinaran dari matahari yang sama, dimana sinar matahari merupakan hal yang penting untuk proses fotosintesis. Sirkulasi udara yang baik juga mengurangi kelembaban , hal ini diharapkan dapat mengurangi intensitas serangan hama maupun penyakit pada tanaman. Pemberian lajur kosong ini juga sangat membantu dalam perawatan tanaman, baik pada saat aplikasi pupuk maupun pada waktu penyemprotan pestisida. TIPE JAJAR LEGOWO Ada beberapa tipe sistem jajar legowo, antara lain : Jajar Legowo 2:1 . Setiap dua baris diselingi satu baris kosong yang lebarnya dua kali jarak tanam biasa, sedang untuk barisan memanjang jarak tanam diperpendek. Pada tipe ini akan terjadi peningkatan populasi tanaman sebesar 33,3 %. Jajar Legowo 3:1. Setiap tiga baris diselingi satu baris kosong yang lebarnya dua kali jarak tanam biasa, sedang untuk barisan memanjang jarak tanam untuk tanaman yang berada di pinggir diperpendek. Pada tipe ini akan terjadi peningkatan populasi tanaman sebesar 25 %. Jajar Legowo 4:1. Setiap empat baris diselingi satu baris kosong yang lebarnya dua kali jarak tanam biasa, sedang untuk barisan memanjang jarak tanam untuk tanaman yang berada di pinggir diperpendek. Pada tipe ini akan terjadi peningkatan populasi tanaman sebesar 20%. Akan tetapi berdasarkan penelitian variasi yang dianggap paling cocok diterapkan di Indonesia adalah jajar legowo 2:1. Berikut ini adalah beberapa keunggulan jajar legowo 2:1 : Jumlah rumpun tanaman akan bertambah sebanyak 30%. Sinar matahari optimal karena semua tanaman ada di posisi pinggir. Sirkulasi udar baik. Meningkatkan produktivitas panen hingga 15%. Sebenarnya Jajar Legowo bukanlah hal baru karena sistem ini pertama kali diperkenalkan di taun 1996, namun ternyata masih banyak petani padi yang belum pernah menerapkannya atau bahkan baru pertama kali ini mendengarnya. Ada beberapa pengalaman petani yang telah mencoba merasa cocok dan mempraktekkan secara berkelanjutan. Sementara di sisi lain ada pula yang baru mencoba lalu merasa gagal dan enggan mencoba lagi. Setelah dipelajari kegagalan itu akibat salahnya pengertian, mereka hanya memberi ruang kosong tanpa memperapat jarak tanaman pada baris memanjang. Hal tersebut tentu saja akan mengurangi jumlah populasi tanaman. Selama jajar legowo dilaksanakan dengan baik dan sesuai anjuran diharapkan akan memperoleh hasil yang baik. Karena tujuan utama pemerintah merekomendasikan sistem ini adalah untuk meningkatkan produksi dan meningkatkan kualitas gabah yang dihasilkan yang tentu saja berujung pada kesejateraan petani DAFTAR PUSTAKA www .informasipertanian. com bbpadi.litbang.pertanian.go.id author : Feby Cahayaningrum, S.Kh (BPP Srono) Editor : Margawati Nur W., SP (BPP Srono)