Loading...

Meningkatkan Nilai Ekonomis Bunga Mawar Bagi Petani Di Desa Bedagung Kecamatan Panekan

Meningkatkan Nilai Ekonomis Bunga Mawar Bagi Petani Di  Desa Bedagung Kecamatan Panekan
Desa Bedagung yang terletak disebelah barat wilayah Kecamatan Panekan merupakan wilayah yang berada di lereng Gunung Lawu. Di Desa ini menyimpan berbagai macam potensi yang bisa dikembangkan, diantaranya adalah bunga mawar. Bunga mawar biasanya dibudidayakan oleh petani di Desa Bedagung di sisi pematang kebun ataupun di pekarangan. Dalam segi budidaya tanaman bunga mawar mayoritas petani belum melakukan budidaya secara baik, hanya sekedar ditanam saja, dibiarkan tumbuh sendiri. Pada saat musim berbunga kelopak mawar banyak berjatuhan disisi pematang kebun maupun pekarangan. Seolah-olah tidak ada harganya. Biasanya satu tenggok hanya dihargai Rp. 3.000,- itupun hanya pada saat pasaran saja. Terutama saat kliwon. Mahalnya bunga mawar hanya terjadi pada saat tertentu saja, biasanya saat lebaran untuk bunga tabor ziarah ke makam. Sehari menjelang Idul Adha adalah hari paling baik untuk menjual bunga mawar. Di saat seperti itu, satu tenggok bunga mawar (diperkirakan 2,5 kilogram) bisa laku antara Rp 50.000,- hingga Rp 100.000,-. Melihat potensi yang dimiliki oleh petani di Desa Bedagung dirasa perlu untuk mengembangkan adanya inovasi yang bisa memberi nilai lebih dari bunga mawar yang cukup melimpah. Seperti pembuatan air mawar atau rose water yang merupakan bahan dasar kosmetik. Pembuatan rose water secara sederhana dapat dilakukan dengan penyulingan. Peralatan yang dibutuhkan hanyalah alat dapur. Cara I : Siapkan bunga mawarsesuai keinginan/kebutuhan. Bunga bisa didapat dari taman di halaman rumah (jika ada) atau membelinya di toko bunga. Ambil kelopak bunga, lalu cuci hingga bersih. Rebus kelopak bunga mawardengan menggunakan air suling. Rebus dengan api kecil hingga warna merah kelopak bunga menjadi pucat. Saring air rebusan bunga mawardengan saringan bersih. Masukkan ke dalam botol berwarna gelap setelah air mawar mulai dingin. Letakkan di tempat teduh yang jauh dari sinar matahari. Cara II : Cara yang digunakan sama seperti sebelumnya. Hanya saja, kali ini di dalam panci diletakkan sebuah mangkuk kecil, usahakan agar mangkuk tetap berada ditengah panci. Gunakan tutup panci dengan keadaan terbalik, lalu letakkan es batu di atas tutup panci seperti gambar di atas. Rebus dengan api kecil dan tambahkan terus es batu sampai warna kelopak bunga menjadi pucat. Dengan cara ini Anda akan mendapatkan 2 jenis air mawar, yaitu air mawar dalam mangkuk kecil yang berasal dari uap rebusan air dan air mawar dari rebusan kelopak bunga seperti cara 1. Setelah dingin tuangkan air mawar ke dalam botol berwarna gelap. Air mawar ini bisa tahan sampai setidaknya 6 bulan asalkan disimpan dalam botol gelap, dijauhkan dari paparan sinar matahari dan disimpan di tempat sejuk. Dari hasil percobaan yang telah dilakukan warga Desa Bedagung 1 (satu) kilo mawar degan 2 liter air bisa menghasilkan sekitar 1 liter air mawar. Dengan pembuatan air mawar atau rose water warga bisa diuntungkan saat harga bunga mawar sangat rendah. Untuk kemasan 200 mililiter air mawar, warga bisa menjual Rp 10.000,- hingga Rp 15.000,-. Dengan masyarakat mengolah mawar menjadi air mawar, nilai ekonomisnya cukup tinggi, permasalahannya masih pada kemasan sampai ke pemasaran. Anita Febriana, SPt BPP Panekan