Loading...

Meningkatkan Nilai Tambah Bongkol Jagung Menjadi Jamur

Meningkatkan Nilai Tambah Bongkol Jagung Menjadi Jamur
Pemanfaatan limbah hasil panen merupakan salah satu alternatif dalam menjaga kebersihan lingkungan alam sekitar dari pencemaran dan kreativitas dalam meningkatkan sumber nilai ekonomis tinggi dari bahan limbah tersebut. Salah satunya komoditi jagung, yang setiap tahunnya kebutuhan akan produksi jagung terus meningkat seiring dengan kebutuhan dan permintaan pasar. Biasanya jagung dijual setelah melalui proses penggilingan hingga terpisah antara bonggol/tangkol dengan biji jagung. Sehingga pemanfaatkan bongol/tongkol/jangle dimanfaatkan sebagai bahan bakar dalam memasak secara tradisional. Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator BPP Kecamatan Ampenan Kota Mataram Prov. NTB Ayu Muter, SP dalam membuka Pertemuan Kaji Terap Pembuatan Jamur dari Bongkol di Kelompoktani Jamur Sejahtera Kelurahan Ampenan Selatan Kec. Ampenan kota Mataram, bahwa limbah dapat mengakibatkan dampak yang buruk terhadap lingkungan termasuk bongkol jagung. Akan tetapi jika penanganan dengan sentuhan teknologi tepat, maka memberikan manfaat menjadi bongol/tongkol/jangle jagung yang bernilai ekonomi tinggi seperti jamur bongol jagung (3 september 2020). Dalam pertemuan kaji terap yang dilaksanakan secara swadaya oleh kelompoktani tersebut mendatangkan narasumber dari Penyuluh Pertanian Prov. NTB Lalu Ahmad Junaidi, SP dkk cara pembuatan jamur bongkol jagung. Hal ini diungkapkan bahwa kegiatan ini selain untuk pemanfaatan bongkol jagung dalam meningkatkan nilai tambah juga mempercepat penyebaran paket informasi tekonologi pertanian sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kondisi social ekonomi masyarakat khususnya daerah pertanian perkotaan. Dimanan lahan sempit dan terbatas, maka dilakukan paket informasi pertanian yang sesuai pemanfaatan lahan secara maksimal. Dalam pratik pembuatan jamur dari bongkol jagung dijelaskan secara singkat yaitu pertama menyiapkan tempat bongkol jagung dengan membuat kotak dengan terpal ukuran 5 m x 1 m dan tinggi sekitar 20 cm yang dialasi oleh bahan yang dalam menyerap air seperti karung goni dan sebagainya. Kedua buat campur yang telah disiapkan beruap ragi tape 5 butir, dedak/bekatul 2 kg dan urea ½ kg menjadi satu hingga rata, kemudian ketiga 1 karung bongkol jagung ditaruh dan ditaburkan secara merata dengan campuran ragi,dedak dan urea dengan 2 atau 3 lapisan secara merata dan kemuadian disiram dengan air bersih samapi basah tutup rapat dengan menggunakan terpal. Untuk menjaga kelembapan media dilakukan penyiraman secara rutin setiap pagi/sore dan kurang lebih selama 14 hari dapat dilakukan panen jamur yang berbentuk bulat mempunyai tongkat. By. Syamsul Riyadi / Penyuluh Prov.NTB