Meningkatkan Pendapatan Petani Melalui Kegiatan Pengembangan Komoditas Pala
Perkebunan rakyat sebagian besar dikelola secara agroforestry daripada pola monokultur. Hal ini dikarenakan pada umumnya kepemilikan lahan yang terbatas bahwa kepemilikan lahan di Pulau Jawa sangat terbatas yaitu sekitar 0,25 ha per keluarga. Tentunya pemilihan jenis tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan kecocokan dengan kondisi biofisik menjadi pertimbangan petani dalam mengelola lahannya agar memberikan pendapatan yang tinggi. Salah satu jenis tanaman yang dapat dikembangkan di lahan perkebunan rakyat adalah komoditas pala. Pegembangan komoditas pala pada Kelompok Tani Tunas Harapan Desa Bojongsari Kecamatan Gunungtanjung seluas 10 Ha. Pengembangan komoditas pala diharapkan mampu meningkatkan luas tanam pala produktif pada lahan perkebunan rakyat di Kecamatan Gunungtanjung. Pengembangan pala sebagai salah satu tanaman di perkebunan rakyat dapat menjadi salah satu sumber pendapatan petani Pola agroforestri yang selama ini dilakukan oleh petani menjadi pola yang cocok karena pala memerlukan tanaman penaung pada masa pertumbuhannya untuk melindungi dari paparan sinar matahari dan angin yang berlebihan. Dengan nilai komoditas pala yang cukup tinggi, pengembangan pala diharapkan dapat menjadi komoditas unggulan di Kecamatan Gunungtanjung Kabupaten Tasikmalaya.