MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS JAGUNG DENGAN PANEN DAN PASCA PANEN YANG TEPAT
1. PendahuluanJagung merupakan salah satu sumber pangan pokok (karbohidrat) setelah padi/beras dan gandum. Jagung merupakan komoditi utama yang dikembangkan masyarakat petani di Kabupaten Lembata. Hampir 100 % petani di Kabupaten Lembata membudidayakan tanaman jagung, baik itu di daerah pesisir maupun daerah pegunungan dengan pola tanam monokultur maupun tumpang sari dengan tanaman lainnya. Budidaya jagung di kabupaten Lembata biasanya dilakukan pada musim hujan. Dan kalau pada musim kemarau atau musim panas hanya bisa dilakukan didaerah yang memiliki sumber air. Produktifitas jagung yang selama ini dilakukan masih sangat jauh dari standar produktifitas jagung. Hal ini disebabkan karena budidaya jagung masih bersifat tradisional atau turun temurun yang petani lakukan dari jaman dulu. Salah satunnya petani menggunakan benih yang bermutu. Rata-rata produktifitas sat ini adalah 2,3 Ton/Ha.Dalam tulisan ini akan kami uraikan bagaimana meningkatkan produktifitas dengan menggunakan benih bermutu. 2. Waktu Panen a. Umur panen jagung Komposit Varietas Lamuru 95 HSTb. Saat masak fisiologis (terdapat black layer), dengan ditunjukan warna kulit kuning keemasan dan bersih.c. Seluruh daun dan kelobot sudah mengering 3. Penanganan asca panen a. Setelah panen langsung dijemur di matahari untuk menurunkan kadar air biji b. Kadar air biji yang baik untuk disimpan adalah c. Kualitas jagung yang baik ditunjukan dengan penampilan jagung yang bersih dan bernas OLEH : MODESTA MONIKA WUWUR, S.PtPENYULUH PERTANIAN MUDA PADA BPP LEWOLEBA– KECAMATAN NUBATUKANKAB. LEMBATA TAHUN : 2017