Selama ini yang kita ketahui tingkat kemanisan rasa buah melon ditentukan oleh varietas, kondisi iklim dan teknik budidaya yang dilakukan. Dalam hal ini kondisi iklim dan varietas tidak mudah untuk dikendalikan, maka teknik budidaya kita rekayasa agar rasa manis buah melon dapat diatur sesuai keinginan. Jika diteliti secara seksama sebenarnya tingkat kemanisan rasa buah melon ditentukan oleh kandungan gula sederhana, baik monosakarida maupun polysakarida yang terkandung dalam daging buah. Kedua macam gula tersebut berasal dari fotosintesis berupa pati yang mengalami reaksi ensimatis. Reaksi ensimatis ini dipengaruhi oleh adanya pemupukan. Jadi melalui pemupukan, kebutuhan hara bagi tanaman akan terpenuhi dan yang akan menentukan rasa manis buah yakni phospor (P) dan kalium (K).Pupuk yang dapat diberikan pada buah melon dapat berasal dari pupuk organik maupun anorganik, selain pupuk yang diberikan pada tanaman ada beberapa bahan tambahan yang fungsinya dapat mempermanis rasa buah melon seperti abu sisa pembakaran. Abu sisa pembakaran dapat berasal dari abu dapur, abu jerami dan abu sekam. Abu tersebut merupakan sisa pembakaran yang telah hilang unsur C, H, O, N dan S-nya yang menguap keudara dan meninggalkan unsur K (kalium). Bahwa kalium merupakan unsur penting sebagai aktivator enzim fotosintesis yang selanjutnya meningkatkan kemanisan buah.Abu jerami diketahui mengandung 10-35 % kalium, pada abu pembakaran kayu mengandung 6-12 % kalium, sedangkan abu sekam mengandung 1,8 % kalium. Kalium yang terkandung dalam abu lambat dilepaskan (slow release) sehingga mencegah keracunan tanaman akibat pemberian pupuk yang berlebihan. Pemakaian abu jerami 250 gram tiap tanaman yang diberikan bersamaan dengan pemupukan dasar terbukti dapat meningkatkan kemanisan rasa buah melon. Namun perlu diperhatikan bahwa pemberian abu jerami yang berlebihan dapat membuat osmotik tanah dan pH menyebakan tanaman layu.Bekatul dan limbah kacang bungkil juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemanisan rasa melon. Menurut penelitian membuktikan bahwa pemberian bekatul 200 gram tiap tanaman melon sebagai pupuk dasar ternyata dapat meningkatkan kemanisan rasa melon mencapai kadar 15,4 brix, sedangkan kadar melon yang standar adalah 14 brix. Pupuk kandang banyak mengandung kalium dan phospor dapat juga digunakan untuk meningkatkan rasa manis melon. Pemekaian pupuk kalium nitrat (KNO3) ternyata dapat pula mempermanis buah melon, dari hasil uji coba pada varietas sky rocket memberi kesimpulan bahwa penyemprotan pupuk kalium nitrat dengan dosis 5 gr/liter air yang diberikan pada saat tanaman berumur 30 HST dan 60 HST terbukti meningkatkan rasa manis melon. Dalam penelitian lain dengan varietas sama pemberian pupuk patenkali (kalium magnesium sulfat dan magnesium sulfat) dengan dosis 10 gram per tanaman yang diikuti dengan penyemprotan MgSO4 saat tanaman berumur 30 hari, 40 hari dan 60 hari terbukti mampu meningkatkan tingkat kemanisan melon dengan nilai brix 13,2, sedangkan pada kontrol nilai brix hanya 10,5. Sumber : Websiteb (Berbagai sumber)Penyunting : Hj. Siti maemunah, SP. (PP BPPKarangampel)Admin Kab. : Endang Kirno K.