Loading...

MENITI ASA USAHATANI WORTEL DI LAHAN GAMBUT

MENITI  ASA  USAHATANI  WORTEL DI LAHAN GAMBUT
Siapa sangka wortel (Daucus carota L ) bisa tumbuh dan berproduksi cukup bagus di dataran rendah bergambut di Kalimantan Tengah tepatnya di Kota Palangka Raya. Bagi para petani dan mungkin kaum akademisi adalah mustahil, namun berbeda dengan Komang Redana (43 th) petani dari Banturung tidak ada yang mengherankan, walau awalnya ia hanya bermodalkan nekad bahkan baru pertama kali melihat rupa benih wortel setelah puluhan tahun menggeluti dunia usahatani sayur mayur. Lahan gambut milik Komang di Banturung termasuk medium bercampur dengan pasir kuarsa. Namun pria asal Bali ini tidak kuatir membudidayakan wortel di lahan marjinal ini, karena ia tipe petani yang inovatif dan antusias. Ketika seorang peneliti dari BPTP Kalimantan Tengah menawarkan, bapak dua putra ini untuk menjadi petani kooperatif di riset wortel, Komang menyambut gembira dan penuh semangat, padahal ini baru pertama kali Komang membudidayakan wortel, jadi merasa bangga karena dipercaya terlibat dalam kegiatan ini. Sebulan sejak benih ditanam memang pertumbuhannya lamban, hal ini sempat membuanya bertanya Tanya dalam hati apakah wortel ini bisa tumbuh baik ? Namun pada bulan kedua pertumbuhan wortel sangat cepat, " jangan sampai terlena apabila melihat dedaunannya begitu rimbun, cepat lakukan penjarangan agar pertumbuhan umbi bagus," saran Komang. Ternyata mudah saja membudidayakan wortel itu : Siapkan lahan dengan bedengan yang sudah diolah sempurna sedalam 20-30 cm. Beri pupuk dasar pukan ayam sebanyak 10 t/ha, kapur 3 t/ha dan SP-36 650 kg/ha. Diamkan selama seminggu agar siap tanam.Cara tanamnya : Benih wortel yang akan ditanam didiamkan selama semalam agar benih jadi lembab, menyerap air sehingga mudah berkecambah. Sebelum ditanam benih wortel yang sudah direndam ditiriskan agar tidak menggumpal, tambahkan fungisida lalu aduk rata.Buat alur tanam, jarak antar alur 10 cm sedalam 1-2 cm. Setelah benih diletakan dialur tanam tutup dengan tanah tipis-tipis. Kemudian ditutup dengan mulsa brangkasan sisa panen jagung dan sebagainya.Pemupukan : Pupuk susulan diberikan ketika umur 30 hst berupaka NPK 16;16;16 sebanyak 333 kg/ha. 50 hst diberi lagi pupuk susulan kedua menggunakan NPK 16;16;16 sebanayak 333 kg/ha dan SP-36 sebanyak 333 kg/ha. Pengendalian hama : Rotasi tanaman yang bukan inang, penanaman serempak dalam satu hamparan, penyemprotan dengan obat-obatan seperti Decis 2,5 EC, Dicarsol 25 SP dan Roxion 40 EC.Pengendalian penyakit : Penggunaan benih yang sehat, pemangkasan tanaman yang terserang, rotasi tanaman, disinfeksi benih dengan larutan fungisida dan penggunaan nematisida missal Rhocap 10-G dan Furadan. Panen : pada umur 62 hst dengan ciri-ciri : jika umbi terlihat sudah berwarna oranye. Penulis : Wiwik Rahayu, SP ( Penyuluh Pertanian Kota Palangka Raya ) Sumber Informasi : - Anang Firmansyah. BPTP Kalimantan Tengah. 2015- Bambang Cahyono. Wortel Teknik Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Kanisius. 2006- Komang . Petani Wortel.Banturung