MENJAGA KETAHANAN PANGAN SELAMA PENDEMI COVID19 DENGAN GERAKAN TANAM PADI Dalam rangka menjaga ketersediaan pangan khususnya beras selama pandemi covid19, maka sektor pertanian terus mengupayakan berbagai langkah demi menjaga ketahanan pangan salah satunya dengan kegiatan gerakan tanam padi. Gerakan tanam (GERTAM) padi dilaksanakan di desa Sidoluhur, kecamatan Godean, Kabupaten Sleman pada hari Selasa, 28 April 2020. Tujuan gerakan tanam ini adalah untuk mendesiminasikan inovasi teknologi jajar legowo super serta meningkatkan motivasi petani untuk menerapkan inovasi baru agar produktivitas padi meningkat dan pendapatan petani juga meningkat. Selain itu gerakan tanam ini juga sebagai salah satu upaya untuk pengendalian hama tikus. Dalam rangka pola tanam serempak untuk pengendalian tikus sawah ini didampingi langsung dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan DIY dengan penerapan teknologi: (1)Tanam serempak 50 Ha, (2) gropyokan tikus saat fase olah tanah, (3) emposan lubang aktif tikus, (4) TBS (Trap barrier System)/LTBS ( Linier Barrier System) dan (5) sanitasi lingkungan. Sebelum gerakan tanam berlangsung, telah dilaksanakan gropyokan tikus pada saat fase olah tanah dengan harapan mampu meningkatkan produksi padi semaksimal mungkin. Pemasangan TBS dan LTBS juga telah dilakukan menggunakan perangkap bubu dan tanaman pemikat. Teknologi ini efektif menangkap tikus dalam jumlah banyak dan terus menerus sejak awal tanam hingga panen. TBS ini terdiri dari tanaman perangkap yaitu padi yang ditanam 3 minggu lebih awal untuk menarik tikus dari sekitarnya. Petakan TBS dikelilingi dengan pagar plastik atau terpal setinggi 60 cm, ditegakkan dengan ajir bambu dan bagian bawahnya harus terendam air, agar tikus tidak mampu menerobosnya. Bubu perangkap dipasang pada setiap sisi dalam TBS (menghadap keluar), dibuat dari ram kawat dengan ukuran 40 cm x 20 cm x 20 cm. Langkah terakhir sebelum gerakan tanam adalah sanitasi lingkungan yaitu memebrsihkan gulma atau semak-semak di habitat utama tikus yaitu tanggul irigasi, perbatasan dengan kampung, pematang, parit, dan saluran irigasi. Gerakan tanam serempak seluas 50 Ha di desa Sidoluhur kecamatan Godean ini melibatkaan beberapa kelompok tani antara lain: KT Ngudi Makmur II, KT Kragilan, KT Marsudi Luhur, dan KT Ngudi Makmur II. Gerakan pola tanam secara serempak ini dilaksanakan dalam satu hamparan dengan selisih waktu tanam tidak lebih dari dua (2) minggu. Tujuannya adalah untuk membatasi ketersediaan pakan bagi tikus sehingga tidak terjadi perkembangbiakan secara terus-menerus. Gerakan tanam dimulai padai hari Selasa tanggal 28 April 2020 dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, kepala BPTP DIY, Kepala balai Proteksi Tanaman Pertanian DIY, Kepala Balai PSDMP DIY, Kepala UPTD BP4 Wilayah II Godean, Camat Godean, Danramil Godean, Kapolsek Godean, Kepala Desa Sidoluhur, dan perwakilan kelompok tani serta gapoktan di wilayah desa Sidoluhur. Menurut Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Heru Saptono, STP, MM dengan kegiatan gerakan tanam padi 50 Ha ini juga bertujuan untuk lebih memantapkan petani untuk tetap menyediakan pangan bagi warga masyarahat yang saat ini terdampak covid 19. Seandainya sampai terjadi kriris ekonomi diharapkan tidak sampai terjadi krisis pangan sehingga masyarakat lebih cepat bangkit dari keterpurukan. Harapan dengan adanya kegiatan gerakan tanam serempak ini selain untuk pengendalian hama tikus sawah jugabisa meningkatkan produksi padi 7%, sehingga bisa menghasilkan beras Sleman dengan hasil yang bagus tidak kalah dengan beras lainnya. Sehingga beras Sleman bisa diterima oleh masyarakat yang lebih luas dan bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Sleman di tengah situasi covid 19 saat ini. (Kontributor : Mytha Sugara dan Nur Endri UPTD BP4 Wilayah II Godean)