Loading...

MENJAGA KUALITAS BENIH PADI MELALUI PANEN DAN PASCA PANEN

MENJAGA KUALITAS BENIH PADI MELALUI PANEN DAN PASCA PANEN
Telah kita ketahui, bahwa petani dapat memproduksi benih padi di lahan sawahnya sendiri dengan pengawasan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) setempat. Dalam memproduksi benih padi, panen dan pasca panen perlu diperhatikan untuk mempertahankan mutu benih padi. Salah satu variabel dari mutu fisiologis benih, yaitu status vigor yang artinya kemampuan benih untuk tumbuh cepat, serempak dan berkembang menjadi tanaman normal dalam kisaran kondisi lapang yang lebih luas. Salah satu cara menjamin mutu benih, petani harus memahami dan melaksanakan panen dan pasca panen yang baik dan benar. Sumber gambar: http://www.lsmorganik.wordpress.com Panen merupakan kegiatan proses memetik hasil padi, sedangkan pasca panen merupakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan setelah padi dipanen. Kegiatan panen dan pasca panen padi, meliputi: penentuan waktu panen, persiapan panen, pemanenan, pengeringan, pengolahan, pengemasan, dan penyimpanan. Penentuan Waktu PanenWaktu panen untuk produksi benih padi ditandai dengan kondisi tanaman 90 - 95 % malai telah menguning atau memasuki fase masak fisiologis, yaitu jerami menguning dan pada pangkal malai sudah mengeras. Selain itu lahan pertanaman untuk produksi benih sudah dinyatakan lulus sertifikasi lapangan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Persiapan PanenSebelum panen dilakukan, semua malai dari kegiatan rouging/seleksi tanaman harus dikeluarkan dari areal yang akan dipanen. Hal ini untuk menghindari tercampurnya calon benih dengan malai sisa roguing. Salah satu syarat dari benih bermutu adalah memiliki tingkat kemurnian genetik yang tinggi, oleh karena itu roguing perlu dilakukan dengan benar dan dimulai pada fase vegetatif sampai akhir pertanaman. Rouging dilakukan untuk membuang rumpun-rumpun tanaman yang ciri-ciri morfologisnya menyimpang dari ciri-ciri varietas tanaman yang diproduksi benihnya. Kemudian, disiapkan peralatan yang akan digunakan untuk panen padi, antara lain sabit, karung, terpal, alat perontok (threser), dan tempat/alat pengering. Alat-alat yang akan digunakan untuk panen padi dibersihkan terlebih dahulu. PemanenanProses panen harus memenuhi standar baku sertifikasi, yaitu dua baris tanaman padi yang paling pinggir sebaiknya dipanen terpisah dan tidak digunakan sebagai calon benih. Panen dengan cara memotong batang/jerami padi dengan menggunakan sabit bergerigi untuk mengurangi kehilangan hasil dan setelah dipotong segera dilakukan perontokan. Apabila akan dirontokan dengan threser potonglah pada tengah jerami padi, tetapi apabila akan dirontokan dengan dibanting potonglah pada bawah jerami padi. Ukurlah kadar air gabah yang baru dipanen dengan menggunakan moisture meter. Kemudian gabah calon benih padi dimasukan ke dalam karung dan diberi label yang berisi: nama varietas, tanggal panen, asal pertanaman dan berat gabah calon benih. Lalu karung yang berisi gabah calon benih diangkut ke ruang pengolahan benih. PengeringanGabah calon benih setelah dipanen mempunyai kadar air panen yang tinggi dan harus segera dikeringkan untuk penurunan kadar airnya. Pada tingkat kadar air yang tinggi, gabah calon benih bisa diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum dikeringkan. Pengeringan gabah calon benih dapat dilakukan dua cara, yaitu dengan sinar matahari atau dengan alat dryer. Pengeringan dengan sinar matahari, dianjurkan menggunakan lantai jemur yang terbuat dari semen, dilapisi terpal agar tidak terlalu panas dan gabah tidak tercecer, serta dibolak-balik setiap 3 jam sekali. Gabah calon benih dikeringkan sampai mencapai kadar air 10-12% agar tahan disimpan lama. Sedangkan pengeringan buatan dengan alat dryer, setiap kali ganti varietas dryer dibersihkan terlebih dahulu, hembuskan udara sekitar 3 jam tanpa pemanasan, kemudian diberikan hembusan udara panas suhu rendah dimulai dari 32oC, selanjutnya ditingkatkan seiring dengan menurunnya kadar air gabah calon benih, sampai suhu mencapai panas 42 oC pada kadar air 14 %. Atur laju penurunan kadar air 0,5 % per jam. Suhu disesuaikan setiap 3 jam, gabah dibolak-balik agar panas merata, dan lanjutkan pengeringan sampai diperoleh kadar air 10-12%. Pengolahan Pengolahan benih padi meliputi kegiatan pembersihan, pemilahan (grading) dan perlakuan benih (jika diperlukan). Gabah calon benih setelah dikeringkan, dibersihkan untuk memisahkan dari kotoran seperti tanah, jerami, daun padi, dan kotoran lainnya. Selain itu juga membuang gabah hampa, sehingga diperoleh gabah calon benih yang berisi. Pembersihan benih dalam skala kecil dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan nyiru atau ditampi. Namun untuk produksi yang besar, sebaiknya menggunakan mesin pembersih benih, seperti air screen cleaner atau aspirator agar cepat dan hemat. Sedangkan kegiatan grading bertujuan untuk mendapatkan gabah calon benih yang lebih seragam (panjang, lebar, ketebalan), bentuk atau berat jenis benihnya. Grading dapat dilakukan dengan alat, seperti Indent cylinder machine, Indent desk separator, Gravity table separator dan lainnya. Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam pengolahan benih mulai dari pengeringan sampai pemilahan, terutama untuk menghindari benih tercampur dengan varietas lain, yaitu: 1) Sebelum proses pengolahan dimulai, siapkan, cek dan bersihkan alat-alat pengolahan yang akan digunakan; 2) Pastikan bahwa perlatan berfungsi dengan baik dan benar-benar bersih baik dari kotoran maupun sisa-sisa benih lain; 3) Untuk menghindarkan terjadinya pencampuran antar varietas, benih dari satu varietas benih diolah sampai selesai, baru kemudian pengolahan untuk varietas lainnya; 4) Tempatkan benih hasil pengolahan dalam karung baru serta diberi label yang jelas di dalam dan luar karung; 5) Bila alat pengolahan akan digunakan untuk mengolah sejumlah benih varietas yang berbeda, mesin/alat pengolahan dibersihkan ulang dari sisa-sisa benih sebelumnya, baru kemudian digunakan untuk pengolahan varietas lain. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya campuran dengan varietas lain; dan 6) uat laporan hasil pengolahan yang berisi tentang varietas, kelas benih, berat benih bersih dan susut selama pengolahan. PengemasanSetelah gabah benih padi diolah, maka siap dikemas secara baik dan benar. Pengemasan benih padi bertujuan untuk mempermudah di dalam transportasi selama penyaluran dan untuk melindungi benih padi selama penyimpanan terutama dalam mempertahankan mutu benih dan menghindari serangan hama. Hanya benih yang bermutu tinggi yang layak disimpan, yaitu dengan daya tumbuh awal sekitar 90 % dan kadar air antara 10-12 %. Baik atau tidaknya kemasan sangat ditentukan oleh kemampuannya untuk mempertahankan kadar air, daya tumbuh/viabilitas benih dan serangan hama. Pengemasan sementara selama pengolahan benih berlangsung atau setelah selesai pengolahan sampai menunggu hasil uji lab keluar dan label selesai dicetak, benih padi dapat dikemas dalam karung plastik yang dilapis dengan kantong plastik di bagian dalamnya. Setelah hasil uji lab terhadap contoh benih dinyatakan lulus oleh BPSB dan label selesai dicetak, selanjutnya benih padi dikemas. Pengemasan untuk tujuan komersial/pemasaran, benih padi dikemas dengan menggunakan kantong plastik kedap yang baru setebal 0,08 mm atau lebih dan di-sealed/dikelim rapat. Label atau keterangan benih padi dimasukan ke dalam kemasan sebelum di-sealed. Pengemasan dan pemasangan label benih harus dilakukan sedemikian rupa, agar mampu menghindari adanya tindak pemalsuan. Penyimpanan Penyimpanan benih bertujuan untuk mempertahankan mutu benih seperti saat sebelum disimpan sepanjang mungkin selama periode simpan. Simpanlah benih padi dalam gudang yang sesuai persyaratan sebagai berikut: tidak bocor, lantai harus padat (terbuat dari semen/beton), bersih, ada ventilasi yang cukup agar terjadi sirkulasi udara luar yang lancar sehingga gudang penyimpanan tidak lembab, bebas dari gangguan hama dan penyakit. Ventilasi ditutup kawat kasa agar tikus dan hama lainnya tidak dapat masuk dalam gudang penyimpanan. Penyimpanan benih dalam gudang diatur dan jika lebih dari satu varietas teratur, setiap varietas terpisah dari varietas lainnya. Benih ditumpuk dengan rapih, mudah dikontrol, tidak mudah roboh dan keluar masuk barang mudah. Upayakan benih tidak bersentuhan langsung dengan lantai dan dinding gudang. Apabila benih tidak disimpan dalam rak-rak benih, maka di bagian bawah tumpukan benih harus diberi balok kayu agar benih tidak bersentuhan langsung dengan lantai ruang simpan. Kemudian, pada setiap tumpukan benih dilengkapi dengan kartu pengawasan yang berisi informasi: nama varietas, tanggal panen, asal petak percobaan, jumlah benih pada saat awal penyimpanan, jumlah pada saat pemeriksaan stok terakhir, hasil uji daya kecambah terakhir (tanggal, % daya kecambah). Semoga tulisan ini bermanfaat bagi penyuluh pertanian dalam mendampingi petani untuk mencapai swasembada padi (Susilo Astuti Handayani – Penyuluh Pertanian Pusluhtan). Sumber Informasi:1. Petunjuk Teknis Penangkaran Benih Padi. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian. 2009.2. Teknik Produksi Benih Padi. Balai Besar PenelitianPadi Sukamandi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian. 2014.