Di Indonesia, tomat (Licopersicum esculentum Mill) merupakan sayuran buah yang banyak dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat. Dimanfaatkan sebagai bumbu masak dan dikonsumsi sebagai buah langsung dimakan maupun dibuat jus terlebih dahulu. Selain itu, juga sebagai bahan baku industri saus tomat, buah kalengan, bahan kosmetik dan obat-obatan. Kandungan nutrisi buah tomat berupa vitamin dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan menjaga kesehatan tubuh. Terutama vitamin C dalam tomat bermanfaat sebagai antioksidan dan antisclerosis. Buah tomat juga berkhasiat untuk mengobati penyakit, seperti sariawan, kekurangan vitamin A, batu ginjal, asma, lever, encok, bisul, jantung dan wasir. Melihat dari manfaat dan khasiat buah tomat tersebut serta sifatnya mudah rusak, maka perlu upaya untuk menjaga kualitas buah tomat dengan ciri: penampilan tetap mulus, warna segar, keras, rasa segar, dan kandungan nutrisi di dalam buah tomat tidak berkurang. Salah satu caranya dengan melakukan panen yang baik dan benar. Tujuannya untuk mendapatkan buah tomat berkualitas agar berdaya saing dan mengurangi kehilangan hasil karena rusak, serta mempertahankan umur simpan. Cara panen yang baik dan benar meliputi kegiatan penetapan waktu panen, cara memetik buah, dan perlakuan segera setelah panen. Penetapan Waktu Panen Buah tomat dipanen harus ditetapkan waktu dan tujuan pemasaran, sebagai berikut: 1) Tentukan waktu panen, berdasarkan umur panen tanaman tomat berdasarkan varietas, lokasi penanaman dan pemeliharaan; 2) Tetapkan tujuan penjualan buah tomat, yaitu ke pasar induk, supermarket atau ekspor, lalu lakukan pengamatan langsung di lahan terhadap warna kulit buah tomat; 3) Buah tomat untuk dipasarkan jarak jauh atau ekspor, dipanen dengan ciri pada ujung buah sudah muncul titik kuning kemerahan/orange, yaitu kira-kira 3 – 7 hari sebelum merah; 4) Buah tomat untuk pemasaran jarak dekat, buah tomat dapat dipanen dengan ciri buah tomat berwarna pink sampai merah muda; 5) Buah tomat untuk diolah (processing dan pengalengan), dikonsumsi buah segar atau untuk bumbu dapur, dipanen dengan ciri sudah masak fisiologis yang ditandai dengan kulit buah berwarna merah; dan 6) Buah tomat yang akan disimpan lebih lama dan nilai gizinya tidak berkurang, buah tomat dipanen dengan ciri masih berwarna hijau kemerahan (Comelat). Cara Memetik Buah Tomat Memetik dalam kegiatan panen tomat harus dilakukan dengan hati-hati sebagai berikut: 1) Buah tomat dipanen dengan cara dipetik pada saat cuaca cerah; 2) Siapkan alat panen tomat, berupa keranjang/ember panen dan sarung tangan; 3) Tomat dipetik sesuai permintaan pasar, dapat bersama tangkai, tanpa tangkai, bersama kelopak bunga yang masih utuh, atau tanpa kelopak bunga; 4) Cara memetik buah tomat: tangkai buah dipatahkan atau buah dipetik dengan tangan (tanpa alat bantu), caranya buah dipegang dengan telapak tangan lalu diputar, atau diangkat kearah yang berlawanan dengan posisi bengkok dari tangkainya; dan 5) Buah tomat yang sudah dipetik, langsung dimasukkan keranjang/ember panen untuk segera dikumpulkan di tempat penampungan. PERLAKUAN SEGERA SETELAH PANENPerlakuan segera setelah panen untuk mengurangi kerusakan yang dapat terjadi setelah panen, memperlambat pematangan dan mempertahankan kualitas serta memperpanjang waktu penyimpanan, sehingga siap dipasarkan untuk diangkut ke gudang/packinghouse. Perlakuan segera setelah panen meliputi: 1) Siapkan kerangjang/peti, kontainer, tenda panen/saung, sarung tangan, karung untuk tempat sampah, alas plastik/terpal; 2) Tenda panen/saung untuk tempat penampungan hasil panen buah tomat, harus terlindung dari air hujan serta sinar matahari langsung, sirkulasi udara baik, bersih dari sampah, dan lokasinya dekat atau di dalam kebun tomat tersebut; 3) Pada saat pengumpulan hasil panen buah tomat, lakukan sortasi awal dengan cara membuang buah tomat yang terkenan hama/penyakit, tidak utuh (rusak, busuk, cacat, dan kerusakan lainnya) dan memasukan buah tomat utuh dan sehat dalam keranjang/peti yang bersih; dan 4) Isi keranjang/peti tidak boleh terlalu padat dengan tujuan untuk mengurangi terjadinya tekanan. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi penyuluh pertanian dalam mendampingi petani tomat untuk meningkatkan nilai tambah dalam meningkatkan pendapatan (Susilo Astuti Handayani – Penyuluh Pertanian Pusluhtan). Sumber Informasi:1. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pascapanen Tomat. Direktorat Budidaya dan Pascapanen Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2012.2. Pengalaman Kelompoktani Tranggulasi di Dusun Selongisor, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. 2014.