Tomat (Licopersicum esculentum Mill) salah satu sayuran buah yang banyak dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat yang dimanfaatkan sebagai bumbu masak maupun dikonsumsi sebagai buah langsung atau dibuat jus terlebih dahulu. Selain itu, juga sebagai bahan baku industri saus tomat, buah kalengan, bahan kosmetik dan obat-obatan. Melihat dari manfaat dan khasiat buah tomat tersebut serta sifatnya mudah rusak, maka perlu upaya untuk menjaga kualitas buah tomat melalui pasca panen yang baik. Sumber gambar: koleksi sendiri Tujuan melakukan pasca panen yang baik untuk mendapatkan buah tomat berkualitas baik agar dapat berdaya saing dan mengurangi kehilangan hasil karena rusak, serta mempertahankan umur simpan. Ciri buah tomat berkualitas baik, antara lain: penampilan mulus, warna segar, keras, rasa segar, dan kandungan nutrisi di dalam buah tomat tidak berkurang. Kegiatan pasca panen meliputi: perlakuan segera setelah panen, Trimming dan Cleaning, sortasi dan grading, pengemasan, penyimpanan, dan pengangkutan. PERLAKUAN SEGERA SETELAH PANENPerlakuan segera setelah panen untuk mengurangi kerusakan yang dapat terjadi setelah panen, memperlambat pematangan dan mempertahankan kualitas serta memperpanjang waktu penyimpanan, sehingga siap dipasarkan untuk diangkut ke gudang/packinghouse. Perlakuan segera setelah panen meliputi: 1) Siapkan kerangjang/peti, kontainer, tenda panen/saung, sarung tangan, karung untuk tempat sampah, alas plastik/terpal; 2) Tenda panen/saung untuk tempat penampungan hasil panen buah tomat, harus terlindung dari air hujan serta sinar matahari langsung, sirkulasi udara baik, bersih dari sampah, dan lokasinya dekat atau di dalam kebun tomat tersebut; 3) Pada saat pengumpulan hasil panen buah tomat, lakukan sortasi awal dengan cara membuang buah tomat yang terkenan hama/penyakit, tidak utuh (rusak, busuk, cacat, dan kerusakan lainnya) dan memasukan buah tomat utuh dan sehat dalam keranjang/peti yang bersih; dan 4) Isi keranjang/peti tidak boleh terlalu padat dengan tujuan untuk mengurangi terjadinya tekanan. Trimming dan CleaningTrimming adalah mengambil dan membuang bagian yang tidak terpakai, seperti tangkai, daun kering jika tidak diperlukan. Sedangkan cleaning adalah membersihkan buah dari kotoran, debu, tanah, dan pestisida yang menempel pada buah. Perlakuan trimming dan cleaning ini untuk mendapatkan buah tomat yang bersih dan sesuai dengan permintaan pasar. Caranya sebagai berikut: 1) Siapkan lap (bahannya halus dan mudah dibersihkan), sarung tangan, wadah bersih, dan tempat sampah; dan 2) Buah tomat yang sudah dikumpulkan di tenda/saung, segera dibersihkan. Cara membersihkannya dengan cara: 1) Mengambil dan membuang bagian yang tidak terpakai, seperti tangkai, daun kering jika tidak diperlukan; dan 2) Lalu setiap buah yang kotor dilap dengan menggunakan lap bersih untuk menghilangkan kotoran, debu, tanah, dan pestisida yang menempel pada buah. Sortasi dan GradingSortasi adalah kegiatan memisahkan buah yang bermutu baik (layak dipasarkan) dengan buah yang rusak (tidak layak dipasarkan). Adapun grading adalah pengkelasan/penggolongan buah tomat berdasarkan kriteria kualitas buah sesuai kebutuhan pasar lokal, ekspor atau berdasarkan kesepakatan. Kelas A: > 125 gram/buah, kelas B: 100 – 125 gram/buah, dan kelas C: 125 gram/buah; 3) kelas B: 100 – 125 gram/buah, dan kelas C: PengemasanPengemasan merupakan proses perlindungan buah tomat dari gangguan faktor luar yang dapat mempertahankan kualitas dan masa simpan, memudahkan penanganan dan meningkatkan nilai jual produk. Pengemasan tomat untuk tujuan pasar lokal berbeda dengan tujuan untuk ekspor. Cara pengemasan tomat untuk pasar lokal: buah tomat dimasukkan dalam kotak kayu yang diberi alas kertas buram dengan disusun merata hingga penuh. Lapisan tomat ditutup dengan kertas buram, lalu kotak ditutup dengan papan kayu yang dikuatkan dengan paku dan plat plastic (striping band). Sedangkan cara pengemasan tomat untuk ekspor: buah tomat dimasukan dalam kardus khusus dari eksportir untuk kapasitas 10 kg yang dilengkapi dengan lubang kecil, nama dagang dan tanggal panen. PenyimpananPenyimpanan untuk membantu menampung produk tomat yang melimpah dan membantu dalam pengaturan pemasaran. Penyimpanan dilakukan setelah buah tomat dikemas, dikumpulkan di ruang penyimpanan untuk mempertahanan daya simpan buah tomat agar terhindar dari kerusakan dan tetap segar. Cara menyimpan buah tomat sebagai berikut: 1) Siapkan ruang penyimpanan yang bersih, aman dari ganggungan hama penyakit; 2) Aturlah suhu ruang penyimpanan antara 7 – 10o C; 3) Untuk pengiriman jarak jauh yang menggunakan mobil box berpendingin dan membutuhkan waktu simpan lama, tomat harus mencapai suhu 10o C agar dapat bertahan untuk beberapa hari. PengangkutanPengangkutan merupakan kegiatan memindahkan tomat dari produsen sampai konsumen akhir dengan mempertahankan kualitas tetap baik. Memindahkan dengan menggunakan alat angkutan yang bersih dan dapat mengamankan dari kerusakan fisik maupun fisiologis. Dalam pengangkutan juga harus diperhatikan tumpukan kemasan tomat jangan terlalu tinggi untuk menjaga rusaknya kemasan paling bawah. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi penyuluh pertanian dalam mendampingi petani tomat untuk meningkatkan nilai tambah dalam meningkatkan pendapatan (Susilo Astuti Handayani – Penyuluh Pertanian Pusluhtan). Sumber Informasi:1. Pengalaman Kelompoktani Tranggulasi di Dusun Selongisor, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. 2014.2. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pascapanen Tomat. Direktorat Budidaya dan Pascapanen Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2012.