Loading...

MENJARING ASPIRASI PETANI MELALUI KEGIATAN PENYUSUNAN PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN

MENJARING ASPIRASI PETANI MELALUI KEGIATAN PENYUSUNAN PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN
Programa Penyuluhan Pertanian adalah rencana tentang kegiatan penyuluhan pertanian yang menggambarkan keadaan sekarang, tujuan, dan masalah serta cara mencapai tujuan yang disusun secara partisipatif, sistematis dan tertulis setiap tahun. Programa penyuluhan ini disusun dan digunakan sebagai acuan dasar bagi penyuluh pertanian untuk menyusun rencana kerja penyuluh pertanian, dan kegiatan penyelenggaraan Kegiatan Penyuluhan Pertanian Kecamatan agar pelaksanaannya sesuai dengan yang diharapkan. Agar supaya tersusun programa penyuluhan yang ideal dengan melibatkan partisipasi kelompok tani, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kedungkandang beserta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang melaksanakan kegiatan tersebut dengan mengundang kelompok tani dan penyuluh pertanian sekecamatan Kedungkandang dan pihak yang terkait (stake holder) seperti : unsur kecamatan, unsur kelurahan, petugas pengamat hama dan lain sebagainya. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 17 Januari 2020 bertempat di Aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kedungkandang Jl. Monumen POLRI No. 1 Kelurahan Tlogowaru. Acara dibuka oleh Bapak Ir. Prandoyo Santoso selaku Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang. Dalam Penyusunan Programa Penyuluhan Kecamatan Kedungkandang secara garis besar sebagai berikut : A. Bidang Tanaman 1. Padi Perumusan Masalah : Petani masih bercocok tanam masih 2 kali dalam setahun, dengan menggunakan sistem tegel dan penggunaan pupuk kimia yang berlebih. Rencana Kegiatan: Peningkatan IP 2,5 dan DemoplotJarwo dan Pupuk Berimbang. 2. Jagung Perumusan Masalah : Petani masih belum menggunakan benih bermutu. Rencana Kegiatan: Demoplot penggunaan benih unggul 3. Ubi Kayu Perumusan Masalah : Petani masih menjual produk pertanian dalam bentuk bahan mentah. Rencana Kegiatan: Demcara olahan ubi kayu agar meningkatkan nilai ekonomi. 4. Pupuk Perumusan Masalah : Petani masih perlu dilakukan pendampingan dalam menyusun RDKK Pupuk Bersubsidi. Rencana Kegiatan: Pendampingan Penyusunan Pupuk Bersubsidi. 5. Empon-Empon Perumusan Masalah : Petani masih menjual produk pertanian dalam bentuk bahan mentah. Rencana Kegiatan: Demcara olahan empon-empon agar meningkatkan nilai ekonomi. 6. Tanaman Tebu Perumusan Masalah : Pemberihan pupuk ZA yang berlebih Rencana Kegiatan: Demoplot penggunaan pupuk berimbang 7. Tanaman Kayu-Kayuan Perumusan Masalah : Pemanfaatan lahan kurang optimal Rencana Kegiatan: Leaflet Tanaman Sengon, Jati dan Mahoni B. Bidang Peternakan 1. Sapi Perumusan Masalah : Pengamatan Birahi Sapi Betina Kurang Pas; Konstruksi kandang kurang memadai; Minimnya Pemberian Konsentrat Pakan; dan Kurangnyapengetahuan tentangPengawetan Hijau Makan Ternak. Rencana Kegiatan: Sosialisasi dan Demcara berkaitan dengan IB, Konstruksi Kandang, Pengolahan Pakan Ternak (Silase) 2. Kambing Perumusan Masalah :Konstruksi kandang kurang memadai dan Sering terserang penyakit kulit (scabies). Rencana Kegiatan: Sosialisasi dan Demcara berkaitan dengan Konstruksi Kandang danPengobatan dengan bahan tradisional. 3. Ayam Perumusan Masalah :Setiap masa pancaroba sering terserang penyakit ND dan Lokasi kandang berdekatan dengan pemukiman. Rencana Kegiatan: Sosialisasi dan Demcara berkaitan dengan Konstruksi Kandang dan Pengobatan dengan bahan tradisional. C. Bidang Off Farm Perumusan Masalah : Masih belum optimalnya kegiatan pertanian di areal perumahan atau pemukiman penduduk. Rencana Kegiatan: Sosialisasi dan Demcara Urban Farming serta Olahan Hasil Pertanian. D. Bidang Kelembagaan Kelompok Tani 1. Administrasi Kelompok Tani Perumusan Masalah : Lemahnya administrasi kelompok tani Rencana Kegiatan: Pembinaan administrasi kelompok tani 2. Gabungan Kelompok Tani Perumusan Masalah : Penumbuhan masih kurang (Masih 3 Gapoktan). Rencana Kegiatan: Penumbuhan Gapoktan baru. 3. UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alsintan) Perumusan Masalah : Alsintan belum dimanfaatkan secara maksimal). Rencana Kegiatan : Pembinaan Pengelolaan alsintan harus diimbangi dengan peningkatan keterampilan operator. Dengan tersusunya Programa Penyuluhan Kecamatan Kedungkandang ini merupakan pedoman dalam penyelenggaraan penyuluhan dibidang Pertanian, dan dapat digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian (RKTPP), sehingga diharapkan dapat membantu kelompok tani dalam memecahkan permasalahan di lapangan dan sekaligus dapat meningkatkan kehidupan ekonomi petani.