Loading...

Mentan Melepas Sewindu Ekspor Beras Organik Gapoktan Simpatik

Mentan Melepas Sewindu Ekspor Beras Organik Gapoktan Simpatik
Kunjungan kerja Menteri Pertanian Dr. H. Andi Amran Sulaeman di Kampung Cidahu, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Tasikmalaya, Kamis (1/9/2016) memberikan angin segar bagi masa depan pertanian di Indonesia. "Beras organik ini harus kita kawal bersama-sama karena menguntungkan petani. Ini masa depan ekspor Indonesia untuk padi, Ini dalam Cara Bertani Cerdas" sambut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam acara pelepasan 'Sewindu Ekspor Beras Organik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Simpatik .Hadir dalam kesempatan itu mendampingi Mentan, Kepala Badan Karantina Ir. Banun Hartini MSc yang juga akan menghadiri penanaman padi di sawah baru yang dicetak seluas 300 Hektar di Cipatujah. Anggota Komisi IV DPR RI Acep Adang Ruhiyat Msi, Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum berserta jajaranya serta dihadiri oleh ratusan petani yang tergabung dalam kelompoktani dan gapoktan yang didampingi oleh para petugas pertanian khususnya penyuluh lingkup Kab. Tasikmalaya.Keberhasilan kelompoktani dan gapoktan dalam meningkatkan nilai jual produknya sekaligus memprluas jaringan pemasaran tidak terlepas dari peran penyuluh. Untuk itu sinergi yang baik yang dilakukan secara berkelanjutan dengan semua stakeholder diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan sekaligus ketahanan nasional. Dalam acara itu, sebanyak 40 ton beras organik yang dihasilkan Gapoktan Simpatik akan diekspor ke Belgia. Selain Belgia, beras organik Indonesia sudah menembus pasar di beberapa negara, seperti Italia, Amerika, Singapura, Malaysia, dan Uni Emirat Arab (UEA). Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sangat mendukung Kab. Tasikmalaya untuk dapat memperluas lahan organik hingga 15.000 hektar lahan sawah. Hal itu dikarenakan permintaan beras organik dari luar negeri sendiri sangat tinggi dan sampai saat ini belum bisa terpenuhi bahkan permintaan beras organik untuk kebutuhan dalam negeri khususnya Jakarta pun masih terbuka lebar. Selain itu hasil pertanian organik dapat mencapai 600% dibandingkan dengan pertanian lahan sawah konvensional sehingga perlu untuk terus dikembangkan. Untuk dapat mencapai target tersebut pihak kementan akan sangat intensif memperhatikan program beras serta mendorong ekspor beras organik dengan memperbaiki regulasi yang ada serta mendorong cetak sawah baru yang dibangun tiap tahun minimal 100-200 hektare untuk pertanian organik. Keterlibatan TNI dalam pencetakan lahan sawah baru juga sangat intensif karena ketahanan pangan juga berarti ketahanan nasional kedaulatan negaraKementan juga memberikan secara langsung bantuan alat dan mesin pertanian kepada kelompoktani yang hadir serta mengadakan diskusi secara langsung dengan para petani mengenai permasalahan yang mereka hadapi sekaligus mengajak seluruh pihak untuk bangkit membangun bangsa dengan penuh semangat. (Hilman Budiana/Admin Kab. Tasikmalaya)