Menteri Pertanian RI DR. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP bersama Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, M.Si mengawali panen raya padi di Dusun Candisingo, Madurejo, Prambanan, Rabu (2/3/2016). Kegiatan ini merupakan pertanda dimulainya musim panen padi untuk musim tanam Oktober – Maret yang akan diikuti untuk wilayah lain di Kabupaten Sleman. Dalam sambutannya, Bupati Sleman menyampaikan meski mengalami penyusutan lahan, hasil pertanian di Kabupaten Sleman mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan. Tercatat pada 2014 hasil produksi gabah kering giling sebanyak 314.298 ton dengan luas panen 52.232 hektare atau dengan rata-rata produktivitas mencapai 60.17 kwintal per hektare. Sedangkan di tahun 2015, dengan luas panen 52.356 hektare, jumlah produksi gabah kering giling mencapai 328.683 ton. Atau dengan rata-rata produktivitas 66,91 kwintal per hektare. Kecamatan Prambanan mempunyai luas sawah 1.483 ha, target tanam untuk Oktober – Maret adalah sebesar 1.328 ha yang sampai bulan Februari telah tercapai sasaran tanam seluas 1.488 ha atau 112 %. Dilaporkan oleh Maryadi, Penyuluh setempat hasil ubinan panen padi di Candisingo, Madurejo-Prambanan mencapai 91,5 kwintal/ha varietas Pepe dengan harga gabah setempat pada saat ini sebesar Rp. 3.700,- s/d Rp. 3.800,- untuk Gabah Kering Panen dan Rp. 5.000,-/kg untuk Gabah Kering Giling. Dilihat dari produktivitasnya, padi diwilayah ini berada diatas produktivitas rata-rata Kabupaten Sleman yang pada tahun lalu sebesar 66,91 kwintal per hektare. Tingginya produktivitas ini karena petani menerapkan teknologi Jajar Legowo, penggunaan pupuk organic, perlakuan benih, penanaman bibit muda dan juga penggunaan Phayni bacillus. Menteri Pertanian menyampaikan, petani harus kita dorong untuk menerapkan pertanian dengan mekanisasi sehingga percepatan swasembada pangan akan cepat tercapai. Pada kesempatan ini juga disampaikan bantuan sejumlah alat mesin pertanian berupa hand traktor 5 unit, pompa air 5 unit, mesin pemanen (combine harvester) 1 unit dan mesin tanam padi (transplanter) 1 unit yang pengaturannya diserahkan kepada Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman. Diakhir sambutannya Amran menekankan kepada seluruh petani, agar setelah panen ini langsung di tanam kembali dengan tidak membiarkan lahan tidak tertanami. (C.Yulaika)