Loading...

MENTERI PERTANIAN PANEN PADI PERDANA PROGRAM UPSUS DI KABUPATEN TABANAN, AJAK ANAK-ANAK SEKOLAH CINTAI PERTANIAN

MENTERI PERTANIAN PANEN PADI PERDANA PROGRAM UPSUS DI KABUPATEN TABANAN, AJAK ANAK-ANAK SEKOLAH CINTAI PERTANIAN
Komitmen dalam mewujudkan swasembada padi, jagung dan kedelai (Pajale) paling sedikit dalam 3 tahun kedepan, betul-betul menjadi perhatian Pemerintah Pusat. Hal ini dapat dilihat semenjak diprogramkan UPSUS peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai dalam pencapaian swasembada tersebut, Menteri Pertanian telah dua kali menginjakkan kakinya di Kabupaten Tabanan. Terakhir dalam acara panen padi perdana yang dilaksanakan di Subak Timan Agung, Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, yang merupakan salah satu subak yang melaksanakan kegiatan program UPSUS. Dalam panen perdana, Menteri Pertanian didampingi Pangdam IX Udayana (diwakilkan), Bupati Tabanan yang diwakili oleh Sekda Kabupaten Tabanan, DPRD Kabupaten Tabanan, Dandim 1619 Tabanan, Kapolres Tabanan, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali, SKPD terkait lingkup Kabupaten Tabanan, termasuk anak-anak Sekolah Dasar yang ada di sekitar lokasi kegiatan.Selesai pelaksanaan panen padi perdana, acara dilanjutkan dengan "Temu Tani" antara Menteri Pertanian dengan para petani yang tergabung dalam Subak Timan Agung Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan. Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Sekda Kabupaten Tabanan mengatakan bahwa produksi beras yang diperoleh Kabupaten Tabanan mencapai lebih dari 111.000 ton, merupakan produksi tertinggi di daerah Bali. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Tabanan yang mencapai + 56.000 ton. Dengan demikian masih ada surplus beras lebih dari 45.000 ton. Hal ini terjadi karena Tabanan memiliki areal sawah + 21.000 ha, dengan luas tanam + 32.000 ha/tahun. Dengan demikian Tabanan masih pantas menyandang predikat Lumbung pangannya Bali. Disampaikan juga, dalam laporan Bupati, bahwa kendala yang dihadapi Kabupaten Tabanan dalam membangun sektor pertanian yaitu, debit air yang semakin berkurang, iklim yang tidak menentu, minat masyarakat yang kurang mencintai pertanian, dan rata-rata usia petani sudah senja, diatas 50 tahun, dan adanya alih fungsi lahan yang tidak dapat dihindari, karena Tabanan merupakan daerah penyangga pertumbuhan ekonomi Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Namun upaya-upaya tetap dilakukan seperti perbaikan sarana dan prasarana pertanian, pengaturan pola tanam sesuai keadaan iklim, subsidi pajak bagi wilayah yang merupakan kawasan sawah abadi, penyuluhan, pemasaran bekerjasama dengan PERPADI ( Persatuan Penggilingan Padi) dan koperasi, sehingga gabah selalu berada diatas harga standar yaitu antara Rp. 3.750 – Rp. 4.000.Dari penyampaian Menteri Pertanian mengatakan bahwa harga beras/gabah saat ini naik, karena import beras dari luar negeri telah distop. Disampaikan juga oleh Menteri bahwa bantuan sudah cukup banyak diberikan pusat dalam mendukung swasembada padi jagung dan kedelai, untuk itu Menteri mengharapkan sebagai konsekwensinya produksi harus meningkat paling tidak 20 % dari sebelumnya. Selain itu juga disampaikan jangan sampai ada lahan tidur, manfaatkan dengan sebaik-baiknya, dengan menanami padi, jagung ataupun kedelai.Pada kesempatan Temu Tani tersebut Menteri juga bertemu dengan anak-anak sekolah dan mengajak anak-anak sekolah untuk mencintai pertanian, karena pekerjaan petani merupakan pekerjaan yang mulia. Dikatakan juga bahwa masa depan bangsa kita berada pada anak-anak ini, generasi penerus harus mencintai pertanian, tentunya dengan bertani secara lebih modern. Pada kesempatan tersebut juga memberikan arahan pada para anggota subak, bahwa untuk meningkatkan pendapatan dalam usaha tani, agar dilakukan pertanian secara terpadu seperti limbah sawah dapat dimanfatakan untuk makanan ternak, juga dipadukan dengan mina padi, seperti yang dicontohkan pada negara-negara maju, bahwa mereka yang kaya-kaya adalah meraka yang bekerja sebagai petani. Pada akhir acara Temu Tani, Menteri Pertanian memanggil seorang murid yang bercita-cita menjadi petani, dan mengajak duduk disamping Menteri serta memberikan hadiah berupa sepatu dan pakaian, yang dibelikan langsung oleh Ajudan Menteri. (I Made Widiada, BP4K Kabupaten Tabanan, Bali).