Hafidz adalah peternak muda yang setiap hari membantu ayahnya, Pak Ngasirun beternak kambing perah. Aktifitas beternak kambing sudah dilakukan Hafidz secara terus menerus selama lima tahun selepas lulus SMA. Dan usaha beternak kambing perah tersebut semakin sukses yang ditandai dengan hasil yang melimpah dari susu kambing perah. Jumlah kambing yang dipelihara juga semakin bertambah. Pak Ngasirun beternak kambing sudah lama, yaitu saat usaha sales yang ditekuni mengalami kemandegan sejak tahun 2008. Dimulai dengan jumlah kambing sebanyak 5 ekor yang terdiri dari sepasang kambing untuk dikembangbiakkan dan 3 kambing untuk digemukkan. Dan usaha beternak kambing tersebut terus berjalan. Usaha kambing perah mulai dilakukan saat melihat ambing kambing betinanya membesar setelah melahirkan. Atas saran dari beberapa orang kambing tersebut diperah dan bisa meng-hasilkan susu 0,5 liter sehari. Susu kambing tersebut ternyata bisa menyembuhkan berbagai penyakit diantaranya adalah flek dan jantung. Kejadian tersebut terjadi pada tahun 2011. Sejak saat itu menekuni usaha peternakan kambing perah dengan harga susu Rp 10.000,- per botol atau Rp 20.000,- per liter. Awalnya botol yang digunakan adalah botol bekas yang dicuci bersih dan layak pakai. Sekarang pak Ngasirun sudah menggunakan botol baru dengan kemasan yang semakin baik. Dengan berjalannya waktu harga susu kambing tersebut mengalami kenaikan secara bertahap menjadi Rp 15.000,- kemudian Rp 20.000, per botol Saat ini harga susu kambing perah Rp 25.000,- per botol atau Rp 50.000,- per liter. Konsumen dan peminatnya juga semakin banyak. Secara bertahap ternak kambing yang dipelihara semakin bertambah. Kambing perah yang dipelihara berjumlah 10 ekor pada tahun 2015, 15 ekor pada tahun 20016 dan sekarang jumlah ternak kambing perah berjumlah 16 ekor. Selain kambing perah, pak Ngasirun juga memelihara 4 domba dan 12 kambing jantan untuk digemukkan. Sehingga jumlah ternak yang dipelihara saat ini adalah 32 ekor. Bahkan jumlahnya bisa jauh lebih banyak lagi menjelang Hari Raya Qurban. Saat ini, Hafidz menjadi harapan Pak Ngasirun untuk meneruskan usaha ternak kambing perahnya. Harapannya Hafidz akan menjadi peternak mandiri yang sukses dan menjadi pengusaha kambing perah di masa yang akan datang. Di tengah kondisi masyarakat termasuk anak-anak muda yang menganggap peternakan tidak prospektif. Hal tersebut karena peternakan selama ini hanya dijalankan dengan sistem tradisional untuk usaha sampingan atau sekadar tabungan, serta belum berorientasi bisnis. Oleh sebab itu, program yang harus dilakukan pertama kali adalah merubah paradigma pemuda terkait peternakan Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian agar banyak peternak milenial yang muncul. Kebanyakan pemuda saat ini adalah millenial yang melek internet. Hal ini berpengaruh besar terhadap serapan pengetahuan dan teknologi. Kondisi ini menjadi peluang untuk mengajak para pemuda menjadi peternak Oleh karena itu ada beberapa hal yang menjadikan para pemuda milenial tertarik untuk berkecimpung, mengembangkan peternakan dan menjadi peternak milenial yang handal. Pertama adalah sektor peternakan tersebut bisa menberikan hasil yang menguntungkan. Selama ini banyak milenial yang tidak mau bekerja di sektor peternakan karena hasil yang didapatkan tidak bisa diharapkan dan cenderung lebih kecil dibandingkan bekerja di sektor lainnya. Akibatnya adalah yang bekerka di sektor peternakan adalah mereka yang sudah tidak bisa atau dianggap tidak mampu bekerja di sektor lainnya. Sehingga SDM sektor peternakan cenderung berkualitas rendah dibandingkan dengan sektor lainnya. Kedua adalah pendidikan, pelatihan dan bimbingan kepada peternak. Perkembangan teknologi yang dimikian pesat harus diimbangi dengan penyampaian perkembangan teknologi tersebut kepada peternak, khususnya peternak milenial. Karena peternak mileniallah yang mampu dengan cepat menyerap dan mengaplikasikan teknologi tersebut pada usaha tani yang dikelolanya. Banyak cerita tentang peternak muda yang sukses karena mau menerapkan teknologi yang baru didapatkannya. Pendidikan formal kepada petani membutuhkan waktu dan dana yang besar. Biasanya petani enggan melakukannya karena akan meninggalkan usahanya dalam waktu yang lama. Sehingga usaha tanainya akan terganggu dan penghasilannya akan menurun. Alternatif penggantinya adalah dengan melakukan pelatihan dan bimbingan. Pelatihan yang dilakukan selama sepekan cukup untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam komoditas tertentu, misalnya pelatihan kambing, sapi potong, kelinci, atau komoditas lainnya. Peternak akan termotivasi untuk menerapkan ilmu yang baru diterimanya. Di samping itu pertemuan dengan peternak lainnya juga akan memberikan wawasan yang lebih luas. Selain itu bimbingan yang diberikan oleh PPL juga bisa menambah pengatahuan praktis seputar dunia peternakan. Tentang pentingnya meningkatkan kuakitas bibit ternak, penggunaan pakan berkualitas, perlunya jejaring usaha dan lain sebagainya. Selain itu penyuluh pertanian juga melakukan pendampingan pada setiap usaha ternak yang dilakukan oleh peternak milenial. Pendampingan tersebut bisa dilakukan contohnya pada pemanfaatan teknologi pertanian dan penjualan langsung atau penjualan online (penjualan daring/ dalam jaringan) yang sekarang sedang menjadi tren di dunia. Ketiga adalah mengurangi problem yang terjadi pada sektor pertanian. Seperti mahalnya harga pakan, rendahnya harga pada saat panen, impor produk peternakan dari luar negeri dan lain sebagainya. Jika hal tersebut bisa dilaksanakan, banyak generasi milenial yang mau beternak. Dengan demikian problem ketahanan pangan, khususnya dari sub sektor peternakan akan dapat teratasi. Moh. Ali Hamidy E.A.F., S.Pt., M.Si.Penyuluh Pertanian MadyaKoordinator PPL Kecamatan Kaliwungu Kabupaten KudusPengurus PERHIPTANI DPW Jawa TengahKetua PERHIPTANI DPD Kabupaten Kudus