Loading...

Menyampaikan Materi Beternak Kambing di Kampung KB

Menyampaikan Materi Beternak Kambing di Kampung KB
Penyuluh pertanian lapangan (PPL) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus memberikan manfaat pada lingkungan masyarakat masing-masing. Salah satu contohnya adalah menjadi narasumber untuk kegiatan kampung KB. Seperti yang dilaksanakan penyuluh pertanian di BPP Kecamatan Kaliwungu. Moh Ali Hamidy yang juga adalah Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kaliwungu menjadi pembicara di Balai Desa Prambatan Kidul saat kegiatan musyawarah kampung KB. Kegiatan tersebut dilaksankan pada Selasa tanggal 13 Oktober 2020. Tema yang disampaikan yakni berternak kambing. Diharapkan, dengan beternak kambing bisa memaksimalkan manfaat pekarangan di rumah masing-masing. Hal tersebut sesuai dengan tujuan kehadiran kampung KB yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK (Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga) serta pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Keberhasilan program KKBPK dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertama, aspek pengendalian kuantitas penduduk, kedua, aspek peningkatan kualitas penduduk yang dalam hal ini diukur dengan peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarganya. Peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga dapat ditelusur melalui berbagi indikator yang merupakan pencerminan dari pelaksanaan delapan fungsi keluarga. Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Pemerintah No 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana dan Sistem Informasi Keluarga. Dalam PP disebutkan delapan fungsi keluarga meliputi (1) fungsi keagamaan, (2) fungsi social budaya, (3) fungsi cinta kasih, (4) fungsi perlindungan, (5) fungsi reproduksi, (6) fungsi sosialisasi dan pendidikan, (7) fungsi ekonomi dan (8) fungsi pembinaan lingkungan. Pada kesempatan tersebut disampaikan tentang perbedaan antara kambing dan domba, prospek dan keuntungan beternak kambing, bibit kambing, pakan kambing dan reproduksi kambing. Perbedaan kambing dan domba disampaikan agar peserta mengetahui perbedaan diantara keduanya yang akan berpengaruh terhadap pengelolaan ternak selanjutnya. Perbedaan pertama adalah dari ekor. Ekor kambing terangat ke atas, sedangkan domba menggantung. Perbedaan kedua adalah dari tanduk. Tanduk kambing membentang, sedangkan tanduk domba mengikal, melingkar menjadi spiral. Perbedaan ketiga adalah dari pakan. Pakan kambing 60 persen dari daun pohon-pohonan, sedangkan 90 persen pakan domba dari rumput-rumputan. Prospek beternak kambing sangat terbuka mengingat peluang pasar daging, susu maupun kambing hidup masih terbuka lebar. Peluang tersebut untuk pasar lokal maupun internasional. Menurut FAOSTAT (2007) pasar daging kambing internasional sebanyak 5,146 juta matrik ton dan Indonesia hanya bisa berkontribusi sebanyak 0,063 juta matrik ton atau 1,2 persen. Sementara itu populasi kambing dunia masih didominasi dari asia yaitu sebanyak 64,1 persen. Keuntungan beternak kambing yaitu (1) Hanya membutuhkan lahan yang sempit, (2) Mempunyai daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan sehingga mudah dipelihara dan dikembangkan, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Bahkan di daerah kering dengan pakan kasar pun, kambing dapat dikembangkan; (3) Perkembangbiakan yang cepat (1,5 tahun dapat beranak); (4) Selain daging, produk yang lain dapat dimanfaatkan (susu dan kulit); (5) Limbah kotoran yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk pupuk pertanian; (6) Dagingnya merupakan sumber protein yang bernilai gizi tinggi; (7) Pakan dapat memanfaatkan limbah pertanian; (8) Modal yang dibutuhkan kecil; (9) Dapat membuka lapangan pekerjaan baru, sehingga membantu meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan Hal penting yang perlu diperhatikan dalam beternak kambing adalah pemilihan bibit. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada seleksi atau pemilihan bibit adalah dengan (1) melihat individu yang baik; (2) Berdasarkan silsilah; (3) Berdasarkan hasil kontes; (4) berdasarkan daya produksi; (5) dengan penentuan umur. Ciri-ciri pejantan yang baik adalah : (1) Sehat, tubuh besar (sesuai umur), relatif panjang dan tidak cacat; (2) Dada dalam dan lebar; (3) Kaki lurus dan kuat; (4) Tumit tinggi; (5) Penampilan gagah; (6) Aktif dan besar nafsu kawinnya; (7) Buah zakar normal (2 buah, sama besar dan kenyal); (8) Alat kelamin kenyal dan dapat ereksi; (9) Sebaiknya berasal dari keturunan kembar Sedangkan ciri-ciri betina yang baik adalah : (1) Sehat, tidak terlalu gemuk dan tidak cacat; (2) Kaki lurus dan kuat; (3) Alat kelamin normal; (4) Mempunyai sifat keibuan (mengasuh anak) yang baik; (5) Ambing normal; (6) Sebaiknya berasal dari keturunan kembar; (7) Bulu bersih dan mengkilat. Selanjutnya yang penting untuk diperhatikan dalam beternak kambing adalah pakan. Pakan merupakan 70 persen dari budidaya kambing, oleh karena itu pakan harus efisien dan baik. Pakan terdiri dari karbohodrat, protein, lemak, mineral dan air. Untuk kambing pakan hijauan yang diberikan sebanyak 10 persen dari bobot badan dan konsentrat sebanyak 2 persen. Reproduksi juga mempunyai peran penting. Karena jika peternak tidak bisa mengawinkan dengan tepat, maka akan terjadi kelambatan perkembangan ternak yang akan berakibat pada kerugian. Hal-hal yang perlu diperhartikan adalah kambing bisa dikawinkan saat berusia 15 sampai 18 bulan, lama bunting 150 sampai 154 hari, lama berahi 24 sampai 48 jam, siklus birahi 8 sampai 21 hari, birahi lagi setelah 2 sampai 3 bulan setelah beranai dan bias beranak dua kali dalam setahun. Dengan penyampaian materi beternak kambing ini, diharapkan ada alternatif kegiatan kampong KB untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Moh. Ali Hamidy EAF, S.Pt., M.Si.Penyuluh Pertanian MadyaKoordinator PPL Kecamatan Kaliwungu Kabupaten KudusPengurus PERHIPTANI DPW Jawa TengahKetua PERHIPTANI DPD Kabupaten Kudus