Loading...

MENYANTAP SEGARNYA SEMANGKA TANPA BIJI DARI BANTURUNG

MENYANTAP SEGARNYA SEMANGKA TANPA BIJI DARI BANTURUNG
Yang terbayang di pikiran kita alangkah segarnya kalau dicuaca yang panas dan gerah, membelah buah semangka berdaging merah, pasti sungguh menggugah selera, kemudian menyantapnya tanpa terganggu dengan adanya biji-biji yang kadang ikut terkunyah bahkan tertelan oleh kita.Dalam memproduksi semangka tanpa biji, menurut petani memang gampang- gampang susah. Suroto (40 th) petani tanaman hortikultura di Kelurahan Banturung Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya ini mengatakan, membutuhkan tekhnik-tekhnik tertentu agar menghasilkan semangka tanpa biji dan manis.Petani yang sudah mahir membudidayakan tanaman semangka ini, sangat serius mengusahakannya, katanya pemeliharaannya mudah tidak repot bahkan menjelang hari – hari besar keagamaan dan acara – acara tertentu harganya bagus. Sejak kedatangan nya ke Kota Palangka Raya ia setia berusaha tani sayuran dan buah buahan seperti semangka, karena ia sangat hoby berkebun buah ini.Petani yang ramah, rajin dan ulet ini pun membagikan ilmunya untuk mendapatkan buah semangka tanpa biji dan sangat manis. Katanya, yang pertama tama dilakukan adalah : Teknik perkecambahan benih harus tepat, yaitu dengan merendam benih selama 8 – 12 jam, lalu ditiriskan. Kemudian masukan benih tadi kedalam kantongan plastik bening ukuran 1 kg lalu ditiup sampai menyerupai balon dan diikat kantongan plastik tersebut dengan karet gelang. Benih akan berkecambah setelah 3 – 4 hari. Benih yang sudah berkecambah dan sudah mengeluarkan akar, disemai menggunakan media tanam yang terdiri dari campuran tanah dan arang sekam dengan pebandingan 1:1. Media semai disiram secukupnya. Pilihlah benih yang sudah berkecambah dan berakar untuk di semai di dalam polibag berukuran 1 – 1,5 cm. Kemudian polibag persemaian diletakan berderet agar merata terkena sinar matahari. Persemaian diberi perlindungan menggunakan plastik transparan, salah satu ujungnya atau pinggirnya dibiarkan terbuka. Tiga minggu sebelum perendaman benih, lahan dibersihkan dari gulma. Jarak tanam antar tanaman 80 – 85 cm, jarak tanam semangka antar bedengan sistim tanam tunggal 3 – 3,5 m sedang jarak tanam antar bedengan sistim ganda 6 – 7 m. Lubang tanam di beri pukan ayam 1,5 kg/tanaman dan dolomit 75 gr/tanaman. Mulsa plastik yang sudah di siapkan dilubangi dengan diameter 10 cm dengan jarak yang sama dengan jarak tanam.Ketika waktu penanaman pilihlah bibit yang sudah berdaun 4, ditanam 1 lubang 1 bibit, ditanam pada pagi atau sore hari, lalu disiram. Penyulaman dilakukan 3-5 hari setelah tanam. Pupuk buatan yang diberikan berupa NPK 15:15:15 dosis 2-3 gr per tanaman, diberikan dengan dikocor dalam satu minggu sekali.Umur 45-60 hari setelah tanam tanaman semangka mulai berbunga. Agar bisa memperoleh semangka tanpa biji, yang harus dilakukan adalah : Semangka tanpa biji (triploid) harus disilangkan dengan semangka berbiji (diploid), dengan penyerbukan dibantu petani. Karena serbuk sari pada bunga jantan sangat sedikit terkadang tidak ada sehingga tidak mampu melakukan penyerbukan sendiri, maka penyerbukan semangka tanpa biji memerlukan bunga jantan semangka berbiji. Keperluan semangka berbiji 10 % dari jumlah semangka tanpa biji.Pemeliharaan perlu dilakukan misalnya memangkas cabang. Cabang primer harus disisakan 3, cabang sekunder juga harus dipangkas, sisakan 2-3 helai daun pertama. Kemudian buah yang dipelihara adalah yang muncul pada ruas ke 13 atau lebih agar bentuknya seimbang. Supaya warna kulit merata perlu dilakukan pembalikan buah 2 hari sekali.Umur panen 35-40 hari setelah muncul bunga. Tanda-tanda buah matang ketikal di pukul bunyinya agak nyaring dan sulur dekat tangkai buah sudah mengering.Ayah satu putri ini berharap teman-teman petani lainya bisa mencontohnya, karena semangka tanpa biji lebih disukai oleh masyarakat dan harga jualnya lebih bagus dibandingkan yang tanpa biji, tambahnya sambil tersenyum. WIWIK RAHAYU, SP ( Penyuluh Pertanian Kota Palangka Raya) Sumber Informasi :- BPTP Kalimantan Tengah. 2017- Wawancara langsung dengan Suroto, petani buah semangka, Banturung. 2017