Loading...

MENYIAPKAN MEDIA TANAM LEATHER LEAF

MENYIAPKAN MEDIA TANAM  LEATHER LEAF
Budidaya tanaman florikultura merupakan rangkaian semua kegiatan proses produksi yang meliputi kegiatan pratanam, penanaman, pemeliharaan tanaman, pemanenan dan pascapanen florikultura. Selain itu tanaman florikultura adalah suatu kelompok jenis tanaman hortikultura yang bagian atau keseluruhannya dapat dimanfaatkan untuk menciptakan keindahan, keasrian dan kenyamanan di dalam ruang tertutup dan/atau terbuka. Leatherleaf merupakan tanaman paku-pakuan foliage yang tumbuh di dataran tinggi tropis yang berfotensi untuk dikembangkan. Tanaman pakis leather leaf kini banyak dikenal sebagai tanaman hias untuk dekorasi ruangan dan pelengkap karangan. Peluang usaha ini ternyata masih bisa dikembangkan yaitu dengan mengejar sektor bisnis export pakis leather leaf. Dalam upayameningkatkan produksi dan produktivitas tanaman florikulturadilakukan dengan pendekatan penerapan GAP-SOP dan GHP.Tujuan pengembangan kawasan adalah :Untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya kawasan sentraproduksi yang berkelanjutan berbasisGood Agricultural Practices (GAP) danStandard Operating Procedure (SOP) dan percontohankebun produksi dalam mendukung pengembanganGreen City serta pendekatanGood Handling Practices (GHP) dalam rangkamutu yang baik dan mengurangi kehilangan hasil akibatpengelolaan pascapanen yang kurang baik.Sasaran pengembangan kawasan merupakan sasaran yang ingin dicapai dalam terlaksananya pengembangankawasan florikultura melalui perluasan areal dan perbaikan mutuhasil serta mutu pengelolaan kebun. Dalam dukungan pengembangan budidaya leatherleafmaka perlu dilakukan tindakan konservasi lahan dimana tujuannya adalah untuk mencegah penurunan daya dukung lahan, menghindari erosi dan terbawanya unsur hara sehingga akan menurunkan kualitas tanah dan tingkat kesuburannya. Dalam usaha budidayanya mengacu pada usaha ramah lingkungan (tidak merusak dan mencemari lingkungan terkait dengan aspek pemanfaatan sumberdaya alam, pembuangan limbah dan keamanan lingkungan) serta juga memahami batas-batasnya. Penyiapan lahan, dalam mempersiapkan lahan usaha tanaman leatherleaf perlu memperhatiakan hal antara lain; lahan bebas dari pencemaran limbah bahan berbahaya dan beracun; kemiringan lahan kurang dari 30% atau bila sampai 40% harus diikuti dengan melakukan tindakan konservasi (terasering, parit, guludan); penyiapan lahan/media tanam dilakukan dengan cara yang dapat menghindarkan terjadinya erosi; perlunya dilakukan tindakan untuk mempertahankan kesuburan tanah; penyiapan lahan/media tanam dilakukan dengan cara yang dapat memperbaiki atau memelihara struktur tanah dan menghindari terjadinya pemadatan tanah; media tanam yang digunakan tidak mengandung Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Lokasi lahan dalam budidaya tanaman leatherleaf sebaiknya berada didaerah sentra produksi, tidak berada didaerah industri, sesuai dengan tata ruang setempat, tidak bertentangan dengan undang-undang budidaya. Lokasi lahan usaha sesuai dengan peta pewilayahan komoditas yang akan diusahakan; Apabila peta pewilayahan komoditas belum tersedia, lokasi sesuai dengan Agro Ecology Zone (AEZ). Kesuburan tanah yang rendah diatasi melalui pemupukan, menggunakan pupuk organik misalnya pupuk kandang/kompos atau pupuk anorganik Penyiapan lahan/media tanam dilakukan dengan cara yang dapat memperbaiki atau memelihara struktur tanah dan menghindari terjadinya pemadatan tanah Media tanam yang digunakan diketahui asal usulnya; Media tanam yang digunakan tidak mengandung cemaran bahan berbahaya dan beracun (B3) seperti logam berat atau bahan berbahaya lainnya. Media tanam yang digunakan tidak mengandung OPT. Pengolahan lahan dengan cara membersihkan lokasi dari rumput liar (gulma), pepohonan yang tidak berguna/batu-batuan agar mudah pengelolaan tanah.Olah tanah dengan cara di cangkul/dibajak sedalam 30-40 cm hingga gembur, kemudian biarkan kering angin selama 15 hari. Pengapuran : Tanah yang pH-nya masam dapat diperbaiki melalui pengapuran, misalnya dengan kapur kalsit (CaCO3) dolomit {CaMg (CO3)2}, kapur bakar (Quick lime, CaO)kapur hidrat (Slakked lime,{Ca(OH)2}. Fungsi/kegunaan pengapuran tanah masam adalah untuk menaikan pH tanah, serta untuk menambah unsur-unsur Ca dan Mg.Penyiapan lahan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau/1-2 bulan sebelum musim hujan.Penyiapan lahan berupa pembuatan bedengan dengan ukuran 1.2 x 25 m dan tinggi 25 cm. Bedengan dibuat membujur arah utara dan selatan. Jarak antar bedengan 50 cm berupa parit draenase dengan kedalaman 25 cm. Pengolahan tanah dilakukan sedemikian rupa sehingga mendapatkan tektur gembur. Tanah yang telah diolah kemudian dicampur dengan pupuk kandang atau kompos sebanyak 6 zak (180 kg)/bed dan SP 36 sebanyak 1 kg/bed. Pengadukan dilakukan secara merata kemudian tanah diratakan sehingga mendapatkan permukaan bedengan yang datar. Bedengan yang siap tanam kemudian ditabur dengan Furadan secara merata sebanyak 250 gram per bedeng. Ditulis Oleh: Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber: Bacaan Ditjen Horti dan SOP lainnya dari Google Sumber gambar : Foto: google .com