Loading...

MENYIASATI KELANGKAAN PUPUK DI TINGKAT PETANI PINRANG

MENYIASATI KELANGKAAN PUPUK DI TINGKAT PETANI PINRANG
14.00 Kelangkaan pupuk di tingkat petani pada saat puncak pemakaian setiap musim tanam sudah menjadi persoalan klasik di sejumlah daerah di Sulawesi selatan termasuk kabupaten Pinrang. Beberapa waktu lalu pada musim tanam April-September tahun ini sejumlah petani di kabupaten Pinrang berteriak mencari pupuk. Hampir di semua gudang milik pengecer dan distributor kosong kehabisan stok. Lalu siapa yang salah atas kelangkaan pupuk yang selalu berulang setiap musim tanam. Staf Dinas Perindustrian dan perdagangan (Perindag) kabupaten Pinrang, Aziz Tata mengatakan terjadinya kelangkaan pupuk di kabupaten Pinrang setiap musim tanam disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Menurut dia faktor internal lebih dominan menjadi penyebab kelangkaan pupuk bersubsidi. Hal ini terjadi karena petugas lapangan (penyuluh) kurang menguasai menyusun Rencana Depenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani. Akibatnya pihak distributor pada saat akan memesan pupuk ke tingkat produsen tidak bisa berkutik lantaran tidak ada dasar tentang berapa jumlah kebutuhan pupuk untuk petani di Pinrang. “Masih banyak penyuluh kurang memahami menyusun RDKK sehingga pupuk terlambat tiba di Pinrang,” ungkap Aziz Tata dalam pertemuan koordinasi antara penyuluh pertanian, Dinas, Distributor dan pengecer yang dipimpin oleh Asisten II Pemkab Pinrang Andi Pabisengi di ruang pertemuan BP4PK Pinrang, belum lama ini. Pertemuan yang berlangsung sekitar 3 jam tersebut di hadiri pula oleh Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Pinrang Andi Amir Riu, Kepala Dinas Pertanian Yohanis Sampebua, ketua KTNA Pinrang Andi Agussenga dan sejumlah distributor dan pengecer pupuk di Pinrang. Dalam kesempatan itu Distributor pupuk bersubsidi PT Mekar Tani Pinrang, Tarakka mengatakan masih banyak penyuluh lapangan bermain dalam penyusunan RDKK akibatnya terjadi kelangkaan pupuk di tingkat petani. “Masih banyak kawan penyuluh selalu bermain-main dalam memasukkan RDKK sehingga kami kewalahan untuk mengorder jumlah pupuk ke produsen,”ungkap Tarakka kemarin. Kepala BP4K Pinrang, Andi Amir Riu dalam sambutan pada pertemuan tersebut mengatakan pertemuan semacam ini sudah berkali-kali dilaksanakan namun belum ada solusi. Untuk pertemuan kali ini kata Andi Amir Riu, jangan saling menyalahkan tetapi bagaimana cara supaya kita menemukan solusinya agar petani tidak kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, terutama menjelang musim tanam Oktober-Maret akan datang.”Dalam pertemuan ini perlu ada kejelasan untuk disepakati bersama antara penyuluh, dinas, distributor dan pengecer serta KTNA agar distribusi pupuk bisa lancar sampai kepada petani tepat waktunya,”saran Andi Amir Riu. Asisten II Pemkab Pinrang Andi Pabisengi mengatakan sebetulnya kelangkaan pupuk tidak perlu terjadi karena kuota pupuk untuk petani Pinrang tidak pernah kurang, namun karena keterlambatan RDKK masuk ke distributor sehingga dinas pertanian provinsi sulit untuk mengkalkulasi berapa kebutuhan pupuk di Pinrang. “Tolong penyuluh harus proaktif membantu petani dalam menyusun RDKK,” harap Andi Pabisengi. Kepala Dinas Pertanian Pinrang Yohanis Sampebua mengatakan kelangkaan pupuk yang terjadi baru-baru ini bukan karena keterlambatan RDKK namun karena faktor distribusi dari produsen ke distributor. “Beberapa waktu lalu saya cek langsung ke gudang ternyata memang tidak ada stok hanya alasan pihak distributor RDKK terlambat,” ungkap Yohanis. Dikatakan Yohanis, mulai Senin ini sudah ada pupuk sebanyak 3.000 ton dari petro kimia masuk ke Pinrang sehingga pupuk sudah tidak langka lagi. Untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk pada musim tanam Oktober-Maret akan datang maka para penyuluh pertanian sudah melaporkan RDKK ke tingkat kabupaten pada minggu pertama Agustus 2014. Selanjutnya dilaporkan ke tingkat provinsi untuk menentukan jumlah kuota kebutuhan pupuk bersubsisdi untuk petani Pinrang. “Supaya pupuk tidak langka maka RDKK kami sudah terima paling lambat satu bulan sebelum masuk musim tanam,”ungkap Tarakka.(Abdul Salam Atjo) . Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Calibri; mso-bidi-theme-font:minor-latin;}