Musim kemarau ini akan memberikan berbagai macam dampak, terutama lahan kering di pertanian. Ketika musim kemarau terjadi, kegiatan bertani akan mengalami kesulitan akibat tidak adanya air yang mencukupi untuk mengairi lahan pertanian. Hal tersebut harusnya tidak menghalangi para petani lahan kering untuk tetap melakukan budi daya. Mereka tetap bisa mengusahakan lahannya meskipun hanya menggunakan air secara terbatas. Petani juga perlu usaha lebih untuk menunjang kesuburan lahan kering mereka. Usaha yang bisa dilakukan adalah dengan: Membuat jalur irigasi Salah satu metode pengairan yang sangat luas dipakai di dunia adalah dengan irigasi air dari jalur sungai. Pada metode ini, sodetan dapat dibuat di sungai sehingga air mengalir secara otomatis ke lahan. Letak lahan harus diperhatikan yaitu di bawah aliran atau sejajar dengan aliran agar air dapat mengalir. Bila letak astronomis dan geografis sungai tidak memenuhi syarat, maka pompa dapat menaikan air secara buatan. Namun demikian, maka ada energi yang dibutuhkan. Air akan membasahi lahan dan akan terinkorporasi dengan molekul tanah. Menambahkan pupuk kandang Pupuk kandang ini kaya akan nitrogen, fosfor, dan kalium setelah melalui proses pematangan dan fermentasi. Pupuk kandang mudah diserap tanah dan tanaman serta mengandung mikroba aktif yang memperbaiki kondisi tanah. Kompos Kompos adalah hasil fermentasi dari bahan-bahan hijau (daun, ilalang). Kompos sangat baik untuk digunakan di tanah kering karena mengandung rasio C/N yang sesuai untuk menyuburkan tanah. Serabut dan abu gergaji. Bahan ini mengandung sekitar 3% nitrogen dan cocok untuk menambah nitrogen tanah. Selain itu abu gergaji dapat digunakan untuk mengoreksi pH, yaitu menaikan pH pada tanah yang pH-nya terlalu asam. Membuat tutupan hijau (green manure) Ilalang yang ditanam di tanah tandus ketika tanaman tersebut mati maka akan menjadi materi organik yang menyuburkan tanaman. Kascing Kascing atau kotoran cacing dapat digunakan untuk menggemburkan tanah. Cacing dapat membentuk struktur tanah secara mekanik dan mempercepat penyerapan nutrisi ke dalam tanah dan pada tanaman dengan mengubah bahan organik menjadi kascing. Integrasi dengan beternak Ternak yang dipelihara di dekat lahan kering pertanian dapat memberikan keuntungan untuk kesuburan lahan. Hal ini dikarenakan buangan dari peternakan dapat langsung digunakan di lahan pertanian sebagai pupuk kandang ataupun materi organik lainnya. Mengganti tanaman secara periodik Pergantian tanaman ini dilakukan agar tanah menjadi tidak jenuh atau tandus dan untuk mengisi kembali tanah dengan nutrisi terutama nitrogen. Biasanya tanaman yang digunakan adalah tanaman kacang-kacangan yang dapat bersimbiosis dengan bakteri pemfiksasi nitrogen untuk menambah kandungan nitrogen tanah dalam bentuk ammonium dan nitrat. Disusun Oleh : Tim BPP Pasawahan