Penggembalaan merupakan alternatif dalam budidaya ternak kambing . penggembalaan dapat menjadi saah satu pilihan paling praktis dan juga ekonomis pada berbagai ekosistem tertentu. Diagroekosistem lahan kering dengan iklim kering terdapat padang savana yang ditumbuhi berbagai jenis tanaman rumput perlu yang dapat dimanfaatkan. sebagai sumber pakan bagi produks ternaki kambing secara pengembalan , Selain rumput alam yang telah beradaptasi dengan kondisi alam setempat. Sistem pengembalaan ini berlaku pada peternak yang ada di Desa Pamatata Kecamatan Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar. Selain Sistem pengembalaan diatas ada 3 Sistem atau metode pemberian pakan pada ternak kambing yang dapat dilakukan adalah Metode /Pola potong angkut Metode ini sangat umum dilakukan didaerahpadat penduduk, dengan ketersediaan lahan penggembalaan yang terbatas ataupun pola usaha yang sangat insentif. Pada pola ini ternak kambing dipelihara dalam kandang sepanjang hidupnya sehingga sepenuhnya tergantung kepada jenis dan jumlah hijauan yang di berikan. Pada metode ini yang perlu diperhatikan adalah – Pemilihan pakan hijauan , Pilihlah tanaman yang relatif berumur muda sekitar 35-45 Hari. mbangi daun dan batang setinggi mungkin ,utamakan bagian daun dibandingkan batang, gunakan lebih dari 2 jenis hijauan yang di sukai ternak. Pengolahan hijauan yaitu potong rumput pada sore hari,cacah tanaman yang berukuran berukuran besar seperti rumput gajah,rumput raja menjadi potongan –potongan kecil kira-kira 10 cm. Untuk pakan rumput kecil tidak perlu di cacah. Jumlah kebutuhan pakan hijauan pakan segar sebanyak 10-20 % dari bobot badan . Anak sapih sebanyak 2-3kg/ekor/hari,dara/ pejantan muda 5-6 kg /ekor/hari,induk dan pejantan 5-6 kg/ekor/hari.Frekwensi pemberian hijauan 2-3 kali sehari pada sore hari dalam jumlah terbanyak, pagi dalam jumlah Sedang dan siang dalam jumlah sedikit. Hindari pemberian dalam jumlah 1kali dalam sehari. 2 . Metode /pola penggembalaan Sistem pengembalaan menberikan kebebasan bagi peternak untuk melakukan seleksi sendiri Terhadap komponen tanaman yang dianggap lebih berkualitas. Agar komsumsi pakan mencukupi kebutuhan ternak ,di sarankan lama pengembalian paling tidak 4-6 jam dalam sehari,tergantung pada kesediaan hijauan dipadang pengembalaan. Waktu pengembalaan yang paling efektif adalah pada saat insentitas sinar matahari mulai menurun yaitu antara pukul 14.00 -18.00. Dalam menentukan dan mengelola lokasi pengembalaan perlu di pertimbangkan prinsip rotasi yang bertujuan menoptimalkan ketersediaan hijauan baik dari segi umur maupun produksi hijauan . selain itu rotasi dapat memutus rantai proses infeksi cacing parasite.Rotasi pengembalaan umur tanaman yang digunakan berkisar antara 35-40 hari dan hindari over stocking( pengembalaan terlalu berat) atau under stocking (pengembalaan terlalu ringan) untuk mencegah inefisiensi pengunaan lahan. 3 . Metode pola kombinasi antara potong angkut dan pengembalaan. Dalam sistem ini merupakan salah satu pendekatan yang sangat baik dalam pengelolaan tanaman pakan untuk menoptimalkan produksi kambing, pada system ini penggembalaan berkisar antara 3-4 jam perhari. Hijauan tambahan diberikan dalam kandang sebanyak 3-7 kg /ekor/hari atau tergantung berat badan. Waktu pemberian hijauan didalam kandang tergantung pada waktu pengembalaan.Apabila pengembalaan dilakukan pada sore hari ,hijauan potong angkut diberikan sebagian besar pada waktu pagi hari dan sisanya pada waktu sore hari setelah pulang dari areal penggembalaan.Bila penggembalaan dilakukan pagi hari maka hijauan potong angkut diberikan pada waktusore hari setelah ternak pulang dari areal penggembalaan. Penggembalaan menberikan kesempatan pada ternak untuk memilih hijauan muda dan kesempatan untuk bergerak yang penting untuk kesehatan ternak Dari ketiga sistem/metode diatas peternak dapat menentukan metode yang akan di laksanakan sesuai kesanggupan , kesempatan dan waktu dalam pemberian pakan, peternak juga dapat mengetahui jenis dan jumlah hijauan yang di berikan pada ternak kambingnya. Nama : ANDI SAWARTI, SP Jabatan : Penyuluh Pertanian Pertama WILBI : Desa Pamatata Kecamatan Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar