METODE SANITASI DAN ERADIKASI DALAM BERBUDIDAYA TANAMAN BUAH NAGA
Belakangan ini peningkatan jumlah tanaman buah naga yang ada di Desa Sentebang Kecamatan Jawai mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini dikarenakan stabilnya harga jual buah naga yang berkisar antara Rp. 10.000,00 – Rp. 20.000,00 / kg. Diperkirakan luas lahan yang ditanami ulang mencapai 30 Ha. Namun demikian, semakin banyak populasi tanaman buah naga, biasanya akan dikuti oleh meningkatnya serangan hama dan penyakit. Hal ini pernah dialami oleh petani buah naga Di kecamatan Jawai yang menanam sekitaran tahun 2010-an. Secara tidak terkendali tanaman buah naga terserang oleh penyakit busuk batang yang mengakibatkan tanaman menjadi rusak parah dan hancur. Salah satu penyebab tingginya tingkat serangan tersebut dikarenakan lingkungan sekitar kebun yang kotor dan tidak steril baik oleh rerumputan liar maupun bekas potongan tunas air dari pohon buah naga tersebut. Berdasarkan pengalaman tersebut, petani yang saat ini kembali bergairah menanam kembali tanaman buah naga harus memperhatikan beberapa tips dan trik untuk pencegahan hama dan penyakit tanaman buah naga. Adapun langkah-langkah didalam pencegahan pengendalian hama dan penyakit tanaman buah naga adalah Sanitasi Lahan Teknik sanitasi atau pembersihan merupakan cara pengendalian secara bercocok tanam yang paling tua dan cukup efektif untuk menurunkan populasi hama dan penyakit. Banyak hama dan penyakit yang dapat bertahan hidup atau berdiapause di sisa-sisa tanaman. Dengan membersihkan sisa-sisa tanaman tersebut berarti kita mengurangi laju peningkatan populasi dan ketahanan hidup hama. Jadi sanitasi dilakukan terhadap: 1) Sisa-sisa tanaman yang masih hidup, 2) Tanaman atau bagian yang terserang hama, 3) Sisa tanaman yang sudah mati, 4) Jenis tanaman lain yang dapat menjadi inang pengganti, 5) Sisa-sisa bagian tanaman yang jatuh atau tertinggal di permukaan tanah seperti buah dan daun Eradikasi Tanaman Eradikasi adalah pemusnahan total tanaman yang terserang penyakit ataupun seluruh tanaman inang untuk membasmi suatu penyakit. Pada tanaman buah naga hal ini dilakukan untuk peremajaan tunas baru yang terserang penyakit dengan memangkas seluruh tanaman tersebut. Setelah dilakukan pemangkasan, agar tetap membuang sisa-sisa tanaman yang terpotong dan sangat disarankan untuk dibakar agar hama dan penyakit yang menetap di tanaman tersebut musnah. Penyemprotan dengan Insektisida dan Akarisida Setelah sanitasi lahan dan eradiksi tanaman dilakukan, segera untuk melakukan pencegahan dengan melakukan penyemprotan terhadap tanaman agar terlindung dari serangan hama dan kutu. Bahan aktif yang direkomendasikan Abmectin, Piridaben, Fipronil, Penyemprotan dengan Fungisida Berbarengan dengan penyemprotan Insektisida dan Akarisida lakukan juga penyemprotan dengan fungisida. Hal ini dilakukan untuk mencegah serangan penyakit yang disebabkan oleh Jamur yang memang merupakan musuh utama tanaman buah naga. Bahan aktif yang dapat digunakan adalah Mankozeb, Difenokonazol Selamat Mencoba Oleh : Darma Irawan (PPL Desa Sentebang Kec. Jawai)