Serangan hama dan patogen tanaman pada tanaman padi hingga saat ini masih menjadi kendala bagi petani. Tak sedikit serangan hama dan patogen menyebabkan kerusakan dan kerugian yang tidak sedikit. Tindakan pengendalian secara membabi buta dengan menggunakan pestisida kimia secara tidak bijak menimbulkan masalah baru seperti terjadinya resistensi, resurgensi, dan ledakan hama sekunder. Hal ini, tentu makin membuat petani bertambah pusing. Berkaitan dengan perkembangan serangan hama dan patogen, pada edisi ini penulis sedikit mengupas salah satu penyakit yang belum tersebar namun diiabarkan sudah masuk di Indonesia. Yah... penyakit itu konon disebut sebagai penyakit "White Tip". Penyakit white tipPenyakit white tip pada tanaman padi merupakan penyakit yang masih jarang dilaporkan terjadi di Indonesia, tetapi keberadaan penyakit yang disebabkan oleh nematoda Aphelenchoides besseyi Christie ini, sudah dilaporkan ada di Indoesia oleh EPPO (European and Maditerranean Plant Protection Organization) dalam "Data Sheet Quarantine Pest".Keberadaan nematoda A. besseyi Christie pada tanaman padi dapat menyebabkan terjadinya kehilangan hasil. Penelitian lokal di Mesir menunjukkan, bahwa populasi nematoda yang menginfeksi benih sebanyak 95-120 ekor nematode/100 benih padi dapat menyebabkan kehilangan hasil 1,7–2 %. Sementara itu, Peneliti lain juga melaporkan bahwa setiap ditemukan 6.000 nematoda per 1 gram benih dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang bervariasi. Di Jepang kehilangan hasil mencapai 14,5 – 46,7%, Amerika Serikat 40-50 %, Taiwan 29-46 %, Rusia 41-71 % dan India 20-60 %. Sementara di Cina dilaporkan bahwa kehilangan hasil dapat mencapai 45% ketika jumlah tanaman yang terinfeksi nematoda melebihi 50%. Di Indonesia masih belum ada laporan kehilangan hasil oleh penyakit white tip ini, namun penyakit ini harus tetap menjadi perhatian agar tidak menyebar luas di wilayah Indonesia. Gejala Serangan A. besseyi ChristieSerangan nematoda A.besseyi Christie pada awalnya menyebabkan ujung daun padi berwarna kuning pucat kemudian menjadi putih (White tip) sekitar 2-5 cm. Pada gejala lanjut akan menimbulkan nekrotik pada daun dan daun menjadi menggulung. Nematoda ini juga dapat menyebabkan daun bendera akan menutup malai yang kemudian dapat mengakibatkan bulir padi menjadi lebih kecil dari bulir padi yang normal. Selain menyerang daun, nematoda A.besseyi Christie ini juga dapat menginfeksi bulir padi sehingga akan terjadi bercak coklat pada bulir dan sun spot pada beras. Nematoda A.besseyi Christie adalah seed transmitted nematode, dimana nematoda ini dapat terbawa oleh benih.Inang utama dari nematoda ini adalah padi dan strowberry. A. besseyi Christie juga dapat ditemukan pada Boehmeria nivea atau sering juga disebut Chiness grass atau ramie, pada beberapa tanaman ornamen (termasuk chrysanthemum, Ficus elastica, Hibiscus sp, Polianthes tuberosa dan Saintpaulia ionantha), dan juga pada rerumputan (Panicum sp, Pennisetum sp, Setaria sp, Sporobolus sp). Biologi A.besseyi ChristiePada tanaman padi, nematoda ini berasal dari benih yang telah terinfestasi. Pada saat benih padi ditanam maka nematoda tersebut akan menjadi aktif dan bergerak menuju ujung daun dan tunas. Nematoda A.besseyi Christie umumnya bersifat ektoparasit yaitu menyerang tanaman dari bagian luar. A. besseyi Christie dapat berkembang secara parthenogenesis. Pertumbuhan yang optimum dari nematoda ini adalah pada suhu 21-25ºC . Siklus hidupnya berlangsung selama 10 hari pada suhu 21ºC dan 8 hari pada suhu 23ºC. Pada satu benih padi yang terinfeksi nematode A. besseyi dapat ditemukan sampai 14 juvenile nematoda. A.besseyi Christie memiliki ukuran tubuh yang ramping dengan panjang 0,44-0,88 mm dan lebar 14-22 µm. Nematoda betina biasanya lebih panjang dari pada jantan. Bagian mulut lebih lebar dari bagian leher, stylet (spear) berukuran 10 µm. Ekor bebentuk pita dengan ujung yang meruncing dan terdapat mukrons pada ujung ekor. Tindakan PengendalianPengendalian penyakit white tip pada tanaman padi dapat dilakukan dengan metode disinfestasi benih (Seed disinfestation). Disinfestasi benih dapat dilakukan dengan menggunakan air hangat atau dengan cara kimiawi. Untuk perlakuan air hangat, benih yang akan ditanam terlebih dahulu direndam dalam air hangat dengan suhu air 55-61ºC selama 10-15 menit. Selain itu, perlakuan pada tanah (soil treatment) dan penggunaan varietas tahan juga dapat menekan populasi nematoda A.besseyi Christie.(Sumber: http://www.boujo.net/handbook/ine/ine-462.html) Rokhlani, PP Muda Kec. Dukuhturi