Loading...

MILAD KE 6 KELOMPOK WANITA TANI ANTING PUTRI DESA SUKADANA KECAMATAN TUKDANA

MILAD KE 6  KELOMPOK WANITA TANI ANTING PUTRI DESA SUKADANA KECAMATAN TUKDANA
Desa Sukadana merupakan salah satu desa di Kecamatan Tukdana. Wilayah desa ini sudah terbagi kedalam 4 (empat) kelompoktani. Selain kelompoktani, di Desa Sukadana pun telah terbentuk kelompok wanita tani dengan nama Kelompok Wanita Tani (KWT) ANTING PUTRI. Kelompok Wanita Tani (KWT) Anting Putri, beralamat di Blok Karang Moncol Desa Sukadana Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat. KWT Anting Putri berdiri pada Tanggal 07 Februari 2008 atas dasar kebersamaan, kesadaran, serta keikhlasan untuk merubah hidup ibu-ibu tani dari tanpa ilmu menjadi ibu tani yang berilmu. Tujuan bergabungnya ibu-ibu rumah tangga ini antara lain untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan anggota KWT dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraaan keluarga. KWT Anting Putri ini diketuai oleh Dra. Daswinih.Pada saat pembentukannya jumlah anggota baru sebanyak 17 0rang dan pada tahun 2009 jumlah anggota bertambah 27 orang, sehingga menjadi 44 orang, serta pada tahun 2010 anggota KWT Anting Putri bertambah lagi sebanyak 16 orang sehingga menjadi 60 orang. Namun sampai Bulan Desember 2014, jumlah anggota KWT ini hanya 44 orang, karena ada anggota yang keluar.Pembentukan KWT Anting Putri dituangkan dalam Berita Acara yang di tanda tangani oleh Kepala Desa Sukadana pada Tanggal 22 Februari 2008. Tujuan dari pengukuhan KWT Anting Putri adalah untuk mendapatkan legalitas dari pemerintahan dan kepentinga lainnya. Nama Anting Putri di ambil dari nama tanaman dengan bunga yang harum, yang merupakan salah satu bunga yang disenangi masyarakat khususnya di Desa Sukadana. Anting Putri mempunyai makna atau arti sebagai berikut : Anting, Anda Tingkatkan, dan Putri, Pendapatan Usaha Tani Rakyat Indramayu.Berdasarkan hasil musyawarah pula untuk menjalin kerjasama dan menciptakan kekeluargaan yang tinggi, maka disepakati adanya simpanan anggota sebesar 1 kuintal padi, dimana pada saat itu harga padi Rp. 230.000,- sehingga terkumpul simpanan sebesar Rp. 3.910.000,-. Sampai Tahun 2011 telah terkumpul simpanan sebesar Rp. 18.134.000,-. Dari modal tersebut diatas dikelola oleh pengurus KWT dalam bentuk simpan pinjam untuk anggota dengan jasa 3%, dengan batas pinjaman sebanyak Rp. 300.000,- s/d Rp. 1.000.000,-. Jasa sebesar 3 % ini digunakan untuk pengembangan modal sebesar 1 %, dikembalikan lagi ke anggota sebesar 1 % dan 1 % sisanya digunakan untuk operasional. Pinjaman yang diberikan kepada anggota digunakan untuk mengembangkan tanaman sayuran di lahan pekarangan seperti budidaya kembang kol, cabe, cabe rawit, terong, klengkeng, jeruk lemon, tanaman obat keluarga, tanaman hias, tanaman keras. Selain itu untuk menambah modal pengembangan pangan lokal yaitu dengan pembuatan dodol nangka, kripik pisang, kripik singkong, kripik keong mas, kripik sukun, rengginang.Untuk pemasaran dari hasil produk pangan lokal masih dipasarkan secara tradisional, dengan jalur pemasaran yang sederhana, seperti dititipkan ke warung-waraung disekitar lingkungan setempat.Selain kegiatan simpan pinjam, kegiatan lainnya yang dilakukan KWT Anting Putri adalah pertemuan rutin bulanan, Pemanfaatan lahan pekarangan, pemupukan modal, pengumpulan dana sosial, mengadakan pengajian, pengolahan pangan lokal (jajanan pasar), warung sembako, lomba kebun antar anggota, mengikuti pameran produk KWT, menyantuni anak yatim dengan dana dari Zakat, dan memperingati hari berdirinya KWT.Dari perkembangan kegiatan selama ini, KWT Anting Putri telah memiliki aset seperti Papan Nama Organisasi, Papan Data Kegiatan, Lemari Data dan Estalase Sembako.Setelah enam tahun berdirinya KWT Anting Putri (Desember 2014), permodalan yang terkumpul sebesar Rp. 39.723.000,- terdiri dari simpanan Pokok Rp. 18.183.000,-, Tabungan Anggota Rp. 2.905.000,-, Dana Sosial Rp. 1.054.000,-, dan Stimulan Pemerintah Rp. 17.581.000,-. Pada akhir tahun 2014, KWT Anting Putri memperoleh keuntungan sebesar Rp. 12.364.000,-, dan keuntungan ini dibagikan lagi ke anggota Rp. 4.121.650,-, tambahan modal Rp. 4.121.650,-, dana pengurus Rp. 4.121.650,- dan zakat Rp. 317.050,-Dalam mengelola keuangan KWT Anting Putri telah membukukannya sesuai dengan aturan keuangan kelompok, namun demikian masih perlu pembinaan lanjutan. Walaupun sudah berkembang, KWT Anting Putri ini masih mempunyai masalah bahan baku yang didatangkan dari luar dan pengepakan yang sederhana. Oleh karena itu perhatian dari pemerintah sangat diperlukan dalam rangka pengembangan KWT Anting Putri. (Edi Harnadi- Penyuluh Pertanian Madya)