Loading...

Mimba (Azadirachta indica Juss.)

Mimba (Azadirachta indica Juss.)
BUDIDAYA TANAMAN MIMBA Dengan melihat potensinya, sudah selayaknya mimba dibudidayakan secara intensif. Pada prinsipnya, teknik budi daya tanaman Mimba hampir sama dengan teknik budi daya tanaman lain, yakni meliputi penyiapan bahan tanaman (bibit), penyiapan lahan, penanaman, dan pemeliharaan tanaman Mimba. 1. Syarat Tumbuh Tanaman MimbaUntuk membudidayakan mimba, perlu di pahami persyaratan tumbuhnya. Persyaratan tumbuh yang perlu diketahui diantaranya jenis tanah dan iklim yang sesuai. Tanaman Mimba dapat beradaptasi secara luas di daerah tropis. Di lndonesia, Tanaman Mimba dapat tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah. 1.1 Jenis TanahMimba dapat tumbuh hampir pada semua jenis tanah, mulai dari tanah berpasir sampai tanah berat (kandungan tanah liat tinggi). Tanaman Mimba dapat tumbuh pada semua jenis tanah pertanian maupun pada lahan kering yang kekurangan air. Di daerah padang pasir Arafah di Arab Saudi, terdapat sekitar 50.000 pohon Mimba yang digunakan sebagai tanaman peneduh. Namun, sebenamya tanah yang paling sesuai bagi pertumbuhan tanaman Mimba adalah tanah yang subur banyak mengandung humus atau bahan organik, memiliki aerasi dan drainase yang baik serta memiliki nilai pH antara 5,5 – 7. Tekstur tanah yang paling baik untuk tanaman mimba adalah lempung berpasir.1.2 IklimFaktor iklim sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman mimba, terutama pada fase Generatif. Apabila iklim di tempat tumbuhnya kurang sesuai maka tanaman mimba akan terus tumbuh dalam fase Vegetatif, artinya tanaman tidak mau berbuah. Untuk dapat menghasilkan buah tanaman mimba memerlukan persyaratan iklim yang khusus sebagai berikut. Daerah yang cocok bagi perkembangan tanaman Mimba adalah daerah kering dengan suhu udara antara 22° C - 25°C, curah hujan 300 mm/tahun, kelembapan udara (RH) antara 30% - 60%, dan merupakan tempat terbuka yang cukup mendapat cahaya matahari. Namun, tanarnan ini masih toleran terhadap suhu yang lebih tinggi, hingga Mencapai 32° C dan curah hujan antara 400 - 1200 mm/tahun.Cara Budi DayaDengan melihat potensinya, sudah selayaknya jika mimba dibudidayakan secara intensif. Berikut cara pembudidayaan mimba.A. PENGADAAN BIBITMimba dapat diperbanyak dengan cara generatif (biji) dan vegetatif (setek batang). Keuntungan perbanyak mimba secara generatif antara lain dapat diperoleh bibit mimba dalam jumlah banyak dan umur tanaman lebih panjang. Sementara kelemahannya antara lain tanaman yg di peroleh kadang-kadang sifatnya tidak sama dengan pohon induknya dan berproduksi relatif lama. Disisi lain, perbanyak mimba secara vegetatif adalah diperoleh bibit mimba yang sifat-sifatnya sama dengan pohon induknya, dapat diperoleh bibit tanaman dalam jumlah banyak, dan penyediaanya dapat dilakukan setiap saat tanpa tergantung musim buah. kelemahannya antara lain tanaman mudah roboh karena tidak mempunyai akar tungggang dan umur tanaman lebih pendek.1. Jenis bibitSejauh ini jenis bibit tanaman mimba diperoleh secara generatif dari biji dan secara vegetatif dari stek batang.a. Perbanyakan dari bijiBibit diambil dari pohon induk unggul, yaitu yang mempunyai ciri-ciri antara lain batang dan percabangan tegap dan kokoh, sudah mengalami beberapa kali pembuahan, berbuah banyak dan besar-besar, serta rajin berbuah. Biji yang akan dipergunakan sebagai benih sebaiknya berasal dari buah yang sudah masak fisiologis, tandanya adalah kulit buah telah berwarna cokelat. Untuk membuat bibit dari biji dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.1). Pilih biji yang telah matang fisilogis. Cuci biji mimba samapi bersih kemudian dikeringanginkan di atas koran atau wadah lainnya yg bersih selama 12-24 jam sampai biji menjadi kering.2). Lakukan persemaian biji mimba yang telah kering di bak persemaian atau langsung dalam polibag. Untuk skala kecil, persemaian daat dilakukan pada wadah yang terbuat dari plasik persegi empat dengan ketinggian kira-kira 10 cm. Agar air tidak tergenang, bagian bawah wadah dilubangi secukupnya.3). Isi wadah dengan media tumbuh sebanyak 2/3 volumenya. Media semai yang digunakan adalah campuran pasir dan pupuk kandang yang sudah matang dengan perbandingan 2:1 .4). Semaikan biji mimba dengan kedalaman sekitar 1 cm dan jarak tanam 2 cm x 3 cm. Biji tersebut kemudian ditutup kembali dengan media semai lalu disiram air dengan menggunakan embrat yang halus. Diusahakan agar biji tersebut tidak muncul ke permukaaan.5). Tutup persemaian dengan plastik bening tembus cahaya, tanaman daun kelapa, atau dari daun alang-alang yang berbentuk melengkung setengah lingkaran dengan tinggi sekitar 0,75 cm untuk menjaga kelembapannya.6). Tempatkan bak persemaian di rumah kaca atau tempat terlindung, tetapi masih mendapat cukup cahaya.7). Siram persemaian setiap hari atau sesuai dengan kebutuhan. Setelah berkecambah, naungan plastik dibuka secara bertahap.Untuk skala besar, persemaian dapat dilakukan pada bak persegi panjang yang dibuat dari bata merah atau batako. Ukuran bak dibuat dengan lebar 1m, panjangnya tergantung kebutuhan, dan ketinggian bak sekitar 20 cm. Bak dibuat membujur arah utara-selatan. Bak tersebut dibuat ditempat yang terbuka dan di isi dengan media tumbuh yang terdiri dari campuran pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1. Bak diberi naugan plastik bening atau daun kelapa agar terlindung dari curahan air hujan dan sinar matahari langsung.Cara penyemaian biji dan perlakuan lainnya sama seperti telah diuraikan di atas. Persemaian disiram tiap pagi dan sore hari atau sesuai dengan kebutuhan. Usahakan biji-biji tidak muncul ke permukaan.Bibit dari biji setelah berumur satu bulan di persemaian atau telah bedaun 2-3 helai kemudian dipindahkan ke kantong plastik atau polibag ukuran 12 cm x 20 cm yang dilubangi bagian samping dan bawahnya. Polibag diisi dengan media tumbuh campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1. Pada waktu memindahkan bibit ke polibag usahakan akarnya jangan sampai terputus. Lubang tanam harus cukup dalam agar akar mudah masuk dalam posisi tetap lurus. Polibag lalu ditempatkan ditempat terlindung dari curahan air hujan, dan sinar matahari yang berlebihan, tapi mendapat cukup sinar terutama dipagi hari. Bibit disiram setiap pagi dan sore atau sesuai dengan kebutuhan. Untuk meningkatkan pertumbuhan bibit dapat diberikan pupuk daun seperti Gandasil D setiap seminggu sekali dengan konsentrasi 0,4 %. Setelah bibit berumur 3-4 bulan di polibag atau telah mencapai ketinggian 50-75 cm dapat dipindahkan ke lapangan. b. Perbanyakan dari stek batangSetek dipilih dari pohon induk yang sehat, berproduksi tinggi, dan telah memasuki fase generatif ( telah berbuah). Setek yang baik adalah yang diambil dari cabang atau ranting muda yang telah mengayu. Panjang cabang atau ranting untuk setek antara 20-30 cm, memiliki 3-4 mata tunas, dan semua daunnya dibuang. Berikut langkah-langkah pembuatan setek batang.1).Ambil cabang atau ranting bahan setek yang berukuran 20-30cm, memiliki 3-4 mata tunas, dan buang semua daunnya. 2).Celupkan ujung bagian bawah setek pada larutan zat pengatur tumbuh seperti Rootone F. Tujuannya dalah untuk merangsang pertumbuhan akar.3). Tanam setek tersebut sedalam 10-11 cm di bak persemaian dengan jarak tanam 5 cm x 5 cm. Ukuran bak dan jenis media yang dipakai sama seperti untuk penyemaian biji. Tekan tanah di sekitar tempat penanaman supaya menjadi agak padat.4).Beri naungan plastik bening berbentuk melegkung seperti tudung saji di atas bak persemaian. Kalau plastik tidak tersedia dapat juga digunakan daun kelapa kering .5).Lakukan penyiraman setiap pagi atau sore sesuai dengan kebutuhan.6). Amati pertumbuhan setek. Setek yang tumbuh di tandai dengan warna yang cokelat kehijau-hijauan dan kelihatan segar. Sementara stek yang tidak tumbuh atau mati warnanya berubah menjadi cokelat kehitaman dan kelihatan mengering. Setek yang tidak tumbuh sebaiknya segera dibuang dan di sulam dengan setek baru.7).Kurangi naungan secara bertahap setelah tunas baru muncul. Tunas baru ini akan muncul kurang lebih sebulan stelah stek disemai. Bibit dari setek batang setelah berumur dua bualan di persemaian atau telah berdaun 2-3 helai kemudian dipindahkna ke kantong plastik/polibag ukuran 12 x 20 cm yang dilubangi bagian samping dan bawahnya. Polibag diisi dengan media tumbuh campuran tanah dan pupuk kandang (2:1). Pada waktu memindahkan bibit ke polibag usahakan akarnya jangan sampai terputus. Lubang tanam pada polibag harus cukup dan lebar agar akar mudah masuk. Polibag kemudian ditempatkan di tempat terlindung dari curahan air hujan, dan sinar matahari yang berlebihan, tapi mendapat cukup sinar matahari terutama pada pagi hari. Bibit disiram setiap pagi dan sore atau sesuai dengan kebutuhan. Untuk meningkatkan pertumbuhan bibit dapat diberikan pupuk daun seperti halnya pada pembibitan dari biji. Setelah bibit berumur 4-5 bulan di polibag atau telah mencapai ketinggian 50-75 cm dapat dipindahkan ke lapangan. Bibit yang berasal dari setek batang tidak akan menghasilkan akar tunggang sehingga tidak cocok untuk dikembangkan sebagai tanaman penghijauan karena mudah tumbang apabila ada angin kencang. Bibit tersebut sebaiknya ditanam pada daerah yang mempunyai jenis tanah dengan kandungan liat yag cukup tinggi dan tidak berangin kencang. B. PERSIAPAN LAHAN DAN PENANAMAN Langkah awal budidaya adalah mempersiapkan lahan penanaman. Selanjutnya adalah melakukan teknis penanaman. 1. Persiapan lahanLahan yang akan ditanami mimba harus terbuka atau terkena langsung sinar matahari. Apabila lahan yang akan ditanami banyak ditumbuhi semak belukar dan gulma maka perlu dibersihkan terlebih dahulu2. Lubang tanamLubang tanam dibuat 3-4 minggu sebelum tanam dengan ukuran 40 x 40 x 50 cm. Jarak tanam yang digunakan dapat berpariasi diantaranya 6 x 8 m, bisa 7 x 8 m, 8 x 8 m, 8 x 10 m atau 10 x 10 m. Pemeliharaan jarak tanam tersebut tergantung pada kesuburan tanahnya makin subur tanahnya maka jarak tanamnya makin lebar barisan tanaman di usahakan membujur dengan arah utara selatan, biarkan lubang-lubang tanaman tersebut terkena sinar matahari langsung selama 2-3 minggu. Setelah itu masukan kembali tanah galian yang telah dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 5 kg perlubang kedalam lubang tanam. Pada setiap lubang tanam dibuat guludan individu setinggi kira-kira 10 cm. Satu minggu kemudian bibit mimba dapat ditanam didalam lubang tersebut.3. Penanaman Penanaman bibit mimba di lakukan pada awal musim hujan, lubang tanam di gali kembali dengan cangkul sedalam 20-30 cm, bibit mimba yang masih dalam polibag di siapkan dengan cara membuang polibagnya secara hati-hati agar tanahnya tidak lepas dan akarnya tidak rusak, bibit ditanam sebatas pangkal batang bibit. Tekan tanah di sekitarnya supaya agak padat sehingga kedudukan bibit menjadi tegap dan kokoh.Untuk mencegah hama rayap, ulat tanah maka di sekeliling bibit di taburkan kira-kira 10 gr obat tabur dan di timbun dengan tanah. Bibit yang baru di tanam segera di beri naungan dengan daun kelapa, batang pisang, alang-alang, semak belukar, atau dedaunan lainnya. Naungan ini di perlukan selama bibit masih lemah, yaitu saat bibit berumur 1-2 bulan penyulaman dilakukan apabila ada tanaman yang mati. C. PEMELIHARAAN TANAMANPemeliharaan tanaman yang penting dilakukan diantaranya penyiraman, pemupukan, pemangkasan, pengendalian HPT dan perawatan lainnya. 1. Penyiraman Umumnya mimba tahan akan kekeringan. Namun, bila terjadi kekeringan yang terlalu ekstrim maka perlu dilakukan bantuan pengairan terutama pada tanaman yang masih relatif muda ( di bawah 3 tahun). Untuk mencegah penguapan air dan memeprtahankan kelembaban tanah disekitar perakaran tanaman maka pada setiap guludan diberi mulsa dari sisa-sisa tanaman atau rerumputan. 2. Pemupukan Sampai saat ini masyarakat tidak melakukan pemupukan terhadap pohon mimba karena mimba dapat beradaptasi dengan baik terhadap tanah yang kurang subur termasuk tanah berbatu dan berpasir. Namun demikian apabila akan dilakukan pembudidayaan yang lebih baik sehingga mimba dapat berproduksi lebih baik maka perlu dilakukan pemupukanPemupukan dengan pupuk an organik maupun organik di pecah dalam dua kali pemberian setiap tahun yaitu awal dan akhir musim hujan. Sebelum dilakukan pemupukan, gulma yang tumbuh di sekitar tanaman harus di siang dan tanahnya di gemburkan. Pupuk an organik di berikan dalam alur dangkal sedalam 10 cm mengelilingi pohon tepat di bawah lingkaran tajuk daun, pupuk ditabur merata dan di timbun kembali dengan tanah. Pupuk organik di berikan secara merata pada guludan kemudian di timbun dengan tanah. Jenis pupuk organik yang dapat di berikan antara lain kompos kotoran sapi, kotoran kambing, kotoran ayam, atau kotoran hewan lainnya. Kompos dapat di buat dari sisa tanaman atau sisa panen yang ada di sekitar kebun.3. Pemangkasan Pemangkasan tanaman mimba di tingkat petani jarang sekali di lakukan. Sebagian besar tanaman mimba di biarkan tumbuh begitu saja. Sebenarnya pemangkasan cabang-cabang pada tanaman mimba mempunyai banyak manfaat sebagai berikut - Dari cabang yag di pangkas akan tumbuh cabang baru yag lebih banyak.- Tanaman tidak terlalau tinggi sehingga memudahkan panen- Untuk tanaman yang berasal dari setek pemangkasan dapat mencegah tanaman roboh karena angin terlalu besar- Memudahkan pemeliharaan seperti pengendalian benalu- Mempercepat tanman berbunga/ berbuah- Pemangkasan dapat juga dilakukan pada cabang-cabang yang mati4. Pengendalian hama dan penyakit Sampai saat ini belum di temukan hama dan penyakit utama yang menyerang tanaman mimba, walaupun pernah ditemukan adanya ulat jengkal yang menyerang daun mimba , tetapi tidak samapi menimbulkan kerusakan bahkan di suatu daerah di beritakan bahwa pada saat belalang menyerang hampir seluruh pertanaman hanya pohon mimba lah yang luput dari serangan belalang tersebut. 5. Perawatan lainMeliputi penyiangan gulma dan penggemburan tanah penyiangan di lakukan seperlunya apabila pertumbuhan gulma sudah cukup banyak. 3 bulan setelah tanam tanah di sekitar tanaman perlu di gemburkan dengan cangkul atau garpu agar akar tanaman berkembang dengan baik. Daftar pustaka1. Agus Kardian dan Agus Ruhnayat., Mimba Budidaya dan Pemanfaatan. Jakarta. Penebar Swadaya. 2003.2. Wiratno, dkk., Budidaya Tanman Mimba. Balai Penelitian Tanaman Obat. 2001.