Tanaman belimbing wuluh atau sebagian orang menyebutnya belimbing sayur (Averrhoa bilimbi) merupakan tanaman yang memiliki buah berasa asam tapi kaya akan khasiat. Tanaman ini banyak di jumpai di Indonesia karena dapat tumbuh baik di dataran tinggi maupun rendah, pemeliharaan dan perawatannya pun cukup mudah. Belimbing wuluh merupakan tanaman berkhasiat komplek untuk kesehatan karena dari setiap bagian tanamannya seperti daun, batang, buah, dan bunganya bisa dijadikan sebagai bahan ramuan obat untuk menyembuhkan sejumlah penyakit. Saat berbuah, jumlah buah belimbing wuluh sangat berlimpah. Tapi karena rasanya yang asam hanya dimanfaatkan sedikit, sisanya terbuang percuma. Padahal bunga dan buah belimbing wuluh memiliki banyak manfaat yang sangat baik untuk berbagai masalah kesehatan dan kecantikan, diantaranya : Mengobati batuk Meredakan sakit tenggorokan Membantu mengeluarkan dahak terutama pada bayi dan balita Mengatasi asma dan sesak napas Mengobati sariawan, mengatasi bibir pecah-pecah dan mengatasi gusi berdarah Mencegah dan mengatasi jerawat dan mengontrol muka berminyak Melihat hal ini, ibu-ibu KWT Mawar dari Desa Gunungsari Kecamatan Citeureup mencoba memanfaatkan bunga belimbing wuluh yang tumbuh di pekarangan rumahnya menjadi minuman yang segar dan berkhasiat serta dapat menambah pendapatan keluarga. Minuman ini sudah dipasarkan ke berbagai toko dan menjadi minuman khas di salah satu resort yang ada di Kabupaten Bogor. Adapun bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat minuman ini adalah sebagai berikut : • Bunga belimbing wuluh • gula batu• air Cara membuat :• Siapkan bunga belimbing wuluh kemudian dicuci bersih• Panaskan air diatas kompor dengan api yang kecil • Masukkan gula batu secukupnya, rebus hingga mendidih dan air menguap • Masukan bunga belimbing wuluh, aduk terus hingga air berubah menjadi merah tua • Matikan kompor, biarkan sampai mendingin• Saring dan siapkan tempat untuk menyimpannya• Simpan di lemari es agar lebih tahan lama karena minuman ini tidak menggunakan bahan pengawet. Selamat mencoba ! Penulis : Nopitasari Jabatan : Penyuluh Pertanian BPP X Wilayah Gunung Putri