LATAR BELAKANG Dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan mendukung Program Pemerintah untuk mencapai swasembada beras dan peningkatan produksi padi secara nasional. Salah satunya dapat dilakukan dengan memfasilitasi kegiatan inovasi di tingkat Gabungan Kelompok Tani. Untuk tercapainya maksud tersebut sangat ditentukan oleh daya dukung sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Gapoktan, diantaranya pendidikan dan pelatihan. TUJUAN Tujuan yang ingin kami capai dengan Budidaya padi dengan mixed benih ini, adalah : 1. Terciptanya inovasi yang dapat membantu petani untuk mendapatkan produksi yang maksimal dengan biaya yang murah dan mudah dilakukan. 2. Mengurangi beban biaya budidaya padi yang dilakukan oleh petani 3. Meningkatkan produksi tanaman padi 4. Mensukseskan program swasembada pangan. SASARAN Adapun sasaran secara umum adalah petani pembudidaya tanaman padi di Wilayah Kabupaten Probolinggo dan secara khusus petani Desa Asembagus. BAHAN-BAHAN Untuk melaksanakan mixed benih bahan-bahan yang perlu disiapkan adalah : No. Nama Barang Volume Satuan 1. Benih padi unggul Varietas Membramo 20 Kg 2. Benih padi unggul Varietas Ciherang 20 Kg Keterangan : Hitungan kebiasaan petani /ha CARA KERJA : ? Benih unggul Benih unggul adalah benih berlabel yang memiliki daya kecambah 98%, kadar air 12%, benih murni 98,9%. Mixed benih padi Varietas Membramo dan Ciherang. Diperam selama sehari semalam. Disemaikan ± 12-15 hari sebelum tanam. Akan lebih aman pembenihan dilakukan sendiri dengan menggunakan seed treatment, bukan hasil pembenihan orang lain. Selanjutnya cara kerja sama dengan budidaya tanaman padi pada umumnya, meliputi : 1. Pengolahan tanah Pengolahan tanah untuk penanaman padi harus sudah disiapkan sejak 2 minggu sebelum penanaman. a. Pengolahan tanah yang pertama dilakukan 10 hari sebelum tanam untuk membuka pori-pori tanah, sehingga terjadi sirkulasi udara dan sinar matahari. Sebelum tanah sawah dicangkul harus dibersihkan lebih dahulu dari jerami-jerami atau rumput-rumput yang ada. Dikumpulkan di satu tempat atau dijadikan kompos. Sebaiknya jangan dibakar, sebab pembakaran jerami itu akan menghilangkan zat nitrogen yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. b. Pengolahan tanah kedua dilakukan pada saat 2 hari sebelum tanam. Diusahakan rata antara pinggir dan tengah. 2. Penanaman Penanam dilaksanakan pada saat bibit padi umur 12-15 hari setelah tebar dengan jarak tanam 20 x 20 cm, dengan sistem baris 7 : 1 atau 10 : 1. 3. Pemupukan Pemupukan dilakukan 2 kali, yaitu : a. Pemupukan I (pupuk dasar) : 1.000 kg pupuk organik (Setahun sekali di awal MT-1), 100 kg pupuk Urea dan 100 kg pupuk SP-36. Dilakukan setelah pengolahan tanah selesai, yaitu pada H-2 sebelum penanaman, ditambahkan juga herbisida pra tumbuh untuk mengurangi b. Pemupukan II : 100 kg pupuk Urea dan 100 kg pupuk SP-36. Dilakukan pada saat tanaman berumur 15 hari setelah taman. Pemupukan dilakukan 2 kali sebagai upaya untuk mencegah dan mengendalikan serangan hama dan penyakit tanaman padi. Dengan pemupukan sedini mungkin maka batang tanaman padi akan lebih kokoh sehingga tidak mudah terkena serangan hama ulat penggerek batang, ulat pemotong batang, Xanthomonas oryzae sp. dan tanaman tidak mudah roboh. Sementara secara teori pemupukan pada budidaya tanaman padi dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu : 1. Pupuk dasar, 1-2 hari sebelum tanam 2. Pemupukan I, 15-20 hari setelah tanam 3. Pemupukan II, 35-40 hari setelah tanam. 4. Pengairan Pengairan yang dilakukan sebaiknya sistem pengairan berselang, karena tanaman padi bukan tanaman air tetapi tanaman yang butu air. 5. Penyiangan Pengendalian gulma dilakukan 2 kali, yaitu : a. Pada saat tanaman berumur 10 hari setelah tanam. b. Pada saat tanaman berumur 30 hari setelah tanam. 6. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (HPT) Pengendalian HPT dengan menggunakan pestisida yang ramah lingkungan dilakukan sebagi upaya preventif (pencegahan), sehingga harus dimulai sejak awal (dini), yaitu : a. Seed treatment, dilakukan untuk pencegahan sejak dini di pembenihan ketika benih mau ditebar. Kemudian dilakukan pengendalian lagi pada 2 hari sebelum benih dipindah tanam. b. Tanaman umur 7 hari setelah tanam, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi normal. c. Tanaman umur 15 hari setelah tanam, bisa ditambahkan dengan zat perangsang tumbuh. d. Tanaman umur 25 hari setelah tanam e. Tanaman umur 40 hari setelah tanam, bisa ditambahkan zat perangsang buah f. Tanaman umur 55 hari setelah tanam g. Tanaman umur 75 hari setelah tanam. 7. Panen Pada proses panen diusahakan untuk mengurangi faktor kehilangan hasil produksi, karena sering kali faktor ini sangat berpengaruh terhadap total hasil produksi. MANFAAT Mixed benih padi Membramo dan Ciherang ini apabila dilaksanakan dengan sungguh-sungguh akan mampu meningkatkan hasil produksi gabah sebesar 10-12 ton/ha, sehingga bila dibandingkan dengan menanam Membramo atau Ciherang saja yang biasa dilakukan oleh petani produksi yang dihasilkan hanya sebesar 6-7 ton/ha. Dengan meningkatnya hasil produksi ini, kesejahteraan dan taraf hidup petani akan lebih meningkat, secara tidak langsung program swasembada beras nasional pada tahun 2020 juga dapat tercapai. KESIMPULAN Mixed benih padi Varitas Membramo dan Ciherang ini manfaatnya sudah dirasakan betul oleh petani Desa Asembagus Kecamatan Kraksaan, sehingga mampu mengangkat ekonomi dan kesejahteraan petani beserta keluarganya. Harapannya Mixed benih padi Varitas Membramo dan Ciherang ini juga bisa diterapkan dan dilaksanakan oleh petani padi pada umumnya dan petani padi Kabupaten Probolinggo pada khususnya mengingat mudah untuk dilakukan.