MOL BONGGOL PISANG "CARA MEMBUAT DAN MANFAATNYA UNTUK TANAMAN PADI"
Sebenarnya bagian pisang yang dapat dijadikan MOL ( Micro Organisme Lokal) bukan hanya bagian bonggolnya saja tetapi batang pisangnya pun dapat digunakan sebagai bahan untuk pembuatan MOL. Hanya saja MOL yang dibuat dari batang pisang manfaatnya tidak sehebat MOL yang dibuat dari bonggol pisang. MOl bonggol pisang lebih banyak mengandung unsur hara P atau Pospat sehingga banyak di gunakan sebagai penambah nutrisi tanaman padi. MOL bonggol pisang juga mengandung Zat Pengatur Tumbuh Giberelin dan Sitokinin. Selain itu dalam mol bonggol pisang tersebut juga mengandung 7 Mikroorganisme yang sangat berguna bagi tanaman yaitu : Azospirillium Azotobacter Bacillus Aeromonas Aspergillus Mikroba pelarut phospat dan Mikroba Selulotik Tidak hanya itu Manfaat MOL dari bonggol pisang juga bisa sebagai decomposer dan mempercepat proses pengomposan. Adapun Cara dan bahan-bahan yang dapat digunakan untuk membuat MOL bonggol Pisang sebagai berikut : Bahan-bahan yang dibutuhkan : Bonggol tanaman pisang sebanyak 1 kg (Bonggol pohon pisang yang sudah dipanen) Gula merah 2 Ons Air beras sebanyak 2 liter Cara membuat MOL bonggol pisang : Bonggol pisang dipotong-potong kecil lalu ditumbuk-tumbuk Gula merah diiris halus lalu masukan dalam air cucian beras dan aduk sampai larut Campurkan air cucian beras yang sudah di campur degan gula dengan bonggol pisang yang sudah dipotong dan di tumbuk halus. Masukan dalam jeligen dan tutup hingga rapat setiap 2 hari bukakan tutup jeligen apabila jeligen terlihat mengembung karena proses fermentasi. Setelah 15 Hari Mol dari bonggol pisang siap di aplikasikan. Dosis dan aplikasi MOL bonggol pisang Aplikasi setelah panen, dilakukan penyemprotan pada sisa batang tanaman padi yang berada di sawah dengan dosis 400-600 ml per tengki (20 liter untuk kebutuhan 1 ha) 3 hari sebelum tanam lakukan penyemprotan ke tanah sawah. Penyemprotan dilakukan saat padi berumur 7-9 hari dipersemaian, selanjutnya lakukan penyemprotan setelah tanaman padi di pindah ke lahan sawah, ketika berumur 10 Hst, 20 Hst, dan 35 Hst (dosis di encerkan menjadi 200-300ml per tengki dan diaplikasikan ke arah tanaman) Hentikan aplikasi saat tanaman padi mulai mengeluarkan bunga. Sebagai decomposer untuk jerami dan pupuk kandang (dosisi 5 liter per 1 ton) Disusun Oleh: Ani Maryani, SP. Admin SMIPP BPP Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.