Loading...

Momok Petani Kawasan Perbatasan

Momok Petani Kawasan Perbatasan
Penyakit patah leher merupakan momok bagi para petani dikawasan lahan yang berbatasan dengan lahan tegalan (lahan kering), penyakit ini biasanya sering muncul pada saat penghujan, karena kelembaban tinggi dan sinar matahari kurang optimal. PENYEBAB : Penyakit Patah Leher (Neck Root) merupakan penyakit yang disebabkan oleh meluasnya serangan jamur Pyricularia oryzae (P. grisea). Jamur ini menyerang tanaman padi pada masa vegetatif menimbulkan gejala Blas Daun (leaf blast) dengan ditandai adanya bintik-bintik kecil pada daun berwarna ungu kekuningan. Semakin lama bercak menjadi besar, berbentuk seperti belah ketupat dengan bagian tengahnya berupa titik berwarna putih atau kelabu dengan bagian tepi kecoklatan. Serangan pada fase generatif menyebabkan pangkal malai membusuk, berwarna kehitaman dan mudah patah (busuk leher/patah leher). Apabila serangan jamur Pyricularia oryzae terjadi sebelum pengisian biji mengakibatkan bulir gabah hampa/tidak berisi dan apabila serangan terjadi pada saat setelah pengisian biji mengakibatkan kualitas biji rendah dan pengisian bulir tidak sempurna. Selain menyerang bagian malai dan daun, jamur ini dapat menyerang batang sehingga batang padi menjadi busuk dan rebah. AKIBAT SERANGA PENYAKIT PATAH LEHER : Bulir padi (gabah) yang tidak berisi atau kosong didaerah Jawa dikenal dengan nama gabug. Gabug sangat ditakuti oleh para petani padi karena bisa menurunkan perolehan dari hasil panen. Akibatnya pendapatan yang bisa kamu peroleh akan sangat berkurang. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya bulir kosong pada tanaman padi. Hal ini terjadi bisa dikarenakan serangan hama serta penyakit tanaman padi. Selain itu faktor cuaca juga mempengaruhi terjadinya bulir padi (gabah) kosong dan patah leher. Seperti yang kamu ketahui masa generatif ialah masa dimana putik dan benang sari bertemu, kemudian disusul dengan terjadinya proses pembuahan dan proses akhirnya akan terbentuk gabah. Bilamana jika pada proses penyerbukan, pembuahan serta pembentukan gabah terdapat gangguan, seperti terus menerus terkena hujan dengan intensitas yang tinggi maka akan berdampak gabah tidak terisi dengan sempurna. Bahkan bisa jadi gabah akan benar – benar kosong. Sebaliknya proses pembungaan serta pembuahan juga tidak akan sempurna jika tanaman padi kekurangan pasokan air pada masa generatifnya. Kejadian ini bisa terjadi pada saat musim kemarau berkepanjangan. Sehingga bisa disimpulkan bahwa pada intinya persitiwa kelebihan air dan kekurangan air dengan skala yang ekstrim sangatlah tidak baik untuk tanaman padi kamu, khususnya pada saat tanaman padi memasuki masa atau fase generatif. Sehingga membuat bulir – bulir padi (gabah) yang dihasilkan akan menjadi kosong. Menurut hasil penelitian, disimpulkan bahwa jenis hama penggerek batang, hama wereng coklat, walang sangit dan trips padi menjadi penyebab terjadinya bulir – bulir padi (gabah) menjadi kosong. Sedangkan penyakit tanaman padi yang bisa membuat bulir – bulir padi (gabah) menjadi kosong ialah jenis penyakit patah leher, tungro, kerdil kuning serta penyakit daun jingga hingga penyakit tanaman padi busuk pelepah. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN : Lahan sudah pernah terkontaminasi penyakit patah leher Curah hujan tinggi Suhu udara antara 24º C – 28º C Penggunaan Pupuk Nitrogin yang berlebihan Penggunan bibit padi yang rentan terhadap penyakit blas Pengelolaan jarak tanam yang terlalu rapat Faktor angin akan memicu memperluas perkembangan penyakit blas Pengendalian yang dianjurkan : Lakukan proses fermentasi pada sisa jerami setelah panen dengan Decom Plus untuk membunuh miselia Blas sehingga tidak berpotensi untuk berkembang dan sebagai pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah. Pemupukan yang seimbang dan penggunaan urea yang tidak berlebihan. Penggunaan Pupuk Organik dalam budidaya sangat dianjurkan karena dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia, meningkatkan kesuburan tanah, menyehatkan tanaman dan meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil panen secara bertahap. Perhatikan jarak tanam yang digunakan jangan sampai terlalu rapat, karena dapat mengakibatkan kelembaban yang tinggi di sekitar tanaman. Gunakan sistem tanam jajar legowo dalam budidaya padi. Kebersihan lahan harus dijaga terutama dari sisa tanaman dan inang yang sakit. Gunakan benih yang bebas penyakit. Oleh Heru Siyamto THL TBPP BPP Kec. Jatinom