Loading...

MONEV PAJALE

MONEV PAJALE
Kegiatan Monitoring dan evaluasi pengawalan dan pendampingan UPSUS PAJALE dimulai tanggal 29 Juni 2015 berlangsung di setiap BPP dengan paket komplit maupun sederhana diseluruh wilayah Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini dilaksanakan dengan Tujuan untuk memantau sejauhmana pelaksanaan UPSUS PAJALE dilapangan serta sebagai upaya memperbaiki dan penyempurnaan pelaksanaan kegiatan UPSUS PAJALE agar dan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi ini dimaksudkan memperbaiki perencanaan kegiatan penyuluhan UPSUS PAJALE, kinerja penyuluhan, mempertanggungjawabkan kegiatan yang dilaksanakan, membandingkan antara kegiatan yang dicapai dengan tujuan yang telah ditetapkan.Koordinator KJF Dipertanhut Kabupaten Pemalang Ir. Sri Harjanto selaku penanggungjawab kegiatan monev UPSUS PAJALE dalam keterangganya di BPP Kecamatan Pemalang saat monev mengatakan " UPSUS PAJALE merupakan bagian dari agenda nawacita Kabinet Kerja Presiden Jokowi-JK yang menghendaki keberhasilan dalam mewujudkan Ketahanan pangan dan Kedaulatan pangan pada tahun 2017. Kita sebagai aparat terdepan dalam mensukseskan program ini harus bekerja keras dengan segala kemampuan yang ada melalaui berbagai metode penyuluhan mendukung keberhasilan ini. Keberhasilan UPSUS PAJALE adalah harga mati bagi seluruh aparat pertanian terutama penyuluh, disini nama penyuluh kita pertaruhkan" mengakhiri sambutannya. Sementara itu pada kesempatan lain Nuranto, SP selaku pelaksana dana dekonsentrasi menjelaskan bahwa Upaya Khusus Peningkatan produksi Padi, Jagung dan Kedelai untuk pencapaian swasembada berkelanjutan tersebut, diidentifikasi terdapat sejumlah permasalahan substantif, antara lain : (1) alih fungsi dan fragmentasi lahan pertanian ; (2) rusaknya infrastruktur / jaringan irigasi ; (3) semakin berkurang dan mahalnya upah tenaga kerja pertanian serta kurangnya peralatan mekanisasi pertanian ; (4) masih tingginya susut hasil (losses) ; (5) belum terpenuhinya kebutuhan pupuk dan benih sesuai rekomendasi spesifik lokasi serta belum memenuhi 6 ( enam ) tepat ; (6) lemahnya permodalan petani ; (7) harga komoditas pangan jatuh dan sulit memasarkan hasil pada saat pada panen raya.Pada pelaksanaan monev teknik penggalian data menggunakan metode wawancara, penggalian data sekunder dan pengamatan langsung lapangan. Pada penggalian informasi melalaui wawancara diketahui berbagai masukan tentang hasil pelaksanakan dan kendala yag terjadi selama mudim Okmar dan pelaksaan awal musim Asep. Pada kegiatan data sekunder diperoleh data-data luas areal, tambah tanam, luas panen dan produktifitas lahan dan masih banyak lagi. Permasalahan yang muncul saat ini yang dihadapi pada musim Asep tahun 2015 antara lain(1) berkurangnya debit air bendungan sukowati, sungapan dan kaliwadas, sehingga menyebabkan sawah dilokasi upat-upat banyak mengalami kekeringan serta perbaikan irigasi sekunder yang berakibat kurang lancarnya pengairan yang berbarengan dengan awal musim tanam (2) terindikasi munculnya OPT WBC dan tikus yang perlu diwaspadai (3) pupuk yang kurang lancar sebai konsekuensi aturan pembelian pupuk dengan membawa persyaratan KTP atau kartu tani (4) keterlambatan penyaluran bantuan benihSelanjutnya pada pengamatan lapangan menemukan fakta masih belum optimalnyak penerapan Teknologi Jajar Legowo ( JL ) oleh petani setempat karena jarak tanam yang digunakan belum sesuai dengan anjuran dalam Teknologi Jajar Legowo ( JL ) serta masih sedikitnya petani yang mau menggunakan jajar legowo dalam system pertanamannya, sehingga diperlukan solusi dengan menggunakan teknik dan metode penyulungan agar petani mau dan mau melaksanakan budidaya padi yang baik dan benar.Kegiatan monev sebagai bagian dari pengawalan dan pendampingan UPSUS PAJALE terus akan dilakukan agar target produksi dan produktivitaa tercpai sehingga program ketahanan dan kedaulatan pangan cepat terwujud sekaligus mendukung keberhasilan agenda yang tercantum nawacita Presiden Jokowi-JK. Penulis : Nurul Ashar (PP Madya pada KJF Dipertanhut Kabupaten Pemalang).