Monitoring Dampak Serangan Wereng Hijau dan Wereng Batang Coklat dari Ditlin Kementrian Pertanian di Kecamatan Sukaresik
Hari Kamis, tepatnya tanggal 2 Maret 2017 di Kecamatan Sukaresik, Desa Margamulya para petani setempat kedatangan Tim dari Ditlin Kementan yang bertujuan memonitoring dampak serangan wereng hijau dan wereng batang coklat serta penyakit yang ditularkannya.Kunjungan ini selain menindaklanjuti usaha pengendalian hama yang dilakukan oleh Brigade POPT Priangan Timur, tim dari BPP dan Dinas Pertanian setempat sebelumnya, juga bagian dari upaya pengawalan upsus pajale yang dibidangi oleh Dirjen Tanaman Pangan Kementan. Dari Bu Etty salah satu anggota tim Ditlin Kementan didapatkan informasi bahwa kasus serupa juga ditemukan di Jawa Timur dan Jawa tengah. untuk Jawa Barat sendiri tim telah terjun ke beberapa kabupaten kota yang berbeda, diantaranya Cianjur, Karawang, Subang dan Tasikmalaya.Sebenarnya penanggulangan hama wereng ini menjadi dilema tersendiri ditengah gencarnya usaha tambah luas tanam dan tambah luas panen untuk mengejar kenaikan produksi padi nasional. Bu Etty menambahkan, cara paling efektif untuk memutus mata rantai wereng adalah dengan cara eradikasi pemusnahan sisa sisa tanaman terserang dan pergiliran komoditas. Hal ini bertentangan dengan tujuan peningkatan produksi padi itu sendiri.sebagai mana diketahui peningkatan produksi ini coba dicapai dengan 4 cara yaitu; 1). Intensifikasi untuk meningkatkan produktivitas, 2). Perluasan tanam maupun usaha-usaha peningkatan indeks pertanaman, 3). Pengawalan produksi dari serangan opt maupun bencana alam dan 4). Penguatan kelembagaan dan manajemen.Sementara itu, pada akhir pertemuan para petani yang hadir yang kebanyakan dari poktan ciptakarya yang diketuai saudara Anyang, sepakat untuk memutus rantai siklus wereng dengan pergiliran tanaman padi beralih ke tanaman jagung pada MK I tahun ini. langkah ini terpaksa diambil mengingat serangan wereng batang coklat ini telah terus menerus menyerang pertanaman mereka tiga musim berturut-turut.