Loading...

Monitoring dan Evaluasi Pemanfaatan Alsintan

Monitoring dan Evaluasi Pemanfaatan Alsintan
Dalam rangka monitoring dan evaluasi pemanfaatan alsintan, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Lampung pada hari Rabu 28 Februari 2018 melaksanakan pertemuan di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro. Pertemuan dihadiri oleh Komandan Kodim 411, Danramil se-Kota Metro, Kepala UPT Balai Benih dan Alsintan Kota Metro, Koordinator Penyuluh se-Kota Meto, Penyuluh Pertanian, dan Ketua Gapoktan/Poktan. Alat dan mesin pertanian mempunyai peranan penting dan strategis dalam mendukung pemenuhan produksi pertanian. Penggunaan alsintan dapat menghasilkan percepatan peningkatan mutu pengelolaan tanah, peningkatan intensitas pertanaman (IP), efisiensi biaya produksi, penyelamatan kehilangan hasil, peningkatan mutu hasil, dan peningkatan pendapatan petani. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro, Lusia Parjiem, SP dalam sambutannya mengajak kepada seluruh Gapoktan/Poktan yang telah mendapatkan bantuan alsintan agar mampu memanfaatkan alsintan secara maksimal. Pemanfaatan Alsintan secara baik dapat meningkatkan pendapatan petani karena dengan bantuan mesin dapat mengurangi biaya dan mengefisienkan penggunaan tenaga kerja. Sementara itu, Arfi Irawati, SP, MSi dari BPTP Provinsi Lampung melakukan pendataan jumlah alsintan yang layak dan dapat dimanfaatkan, target bulanan dan capaian harian kerja alsintan (ha) berserta alur pelaporannya. Jenis alsintan yang didata adalah traktor roda 2, traktor roda 4, combine harvester kecil, combine harvester sedang dan combine harvester besar (Noviza Fitri)