Dalam rangka monitoring perkembangan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L), Kerja Keras Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kuantan Singingi melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan BRIDES HINDERLYN, SP mengunjungi Kelompok Tani Sidodadi, yang ditandai dengan memanen sayuran gambas, paria, mentimun, kacang panjang dan terong pada demplot tanaman. bertempat Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Sentajo Raya membuktikan Penganekaragaman Pangan khususnya Pekarangan Pangan Pangan Lestari (P2L) sangat dibutuhkan masyarakat, terlebih dalam kondisi Pandemi Covit-19 karena memiliki keuntungan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kamis, 30 September 2020. Monitoring tersebut dilakukan untuk melihat progres kegiatan sekaligus pendampingan kepada Kelompok Tani Sidodadi, yang pada tahun 2020 telah memasuki tahap pengembangan. Sehingga Monitoring yang dilakukan untuk melihat budidaya sayur yang ditanam oleh Kelompok Tani Sidodadi. Nantinya diharapkan ketika memasuki tahapan pembinaan Kelompok Tani Sidodadi secara mandiri sudah bisa memperoleh hasil panen dan mampu menjalankan kegiatan secara berkelanjutan. Proses monitoring dimulai dari rumah pembibitan tanaman dengan ukuran 4 x 5 m, dibangunan ini seluruh proses pembibitan dilakukan. Nantinya bibit tersebut akan ditanam pada demplot tanaman. dan disuplai kepada seluruh anggota Kelompok Tani Sidodadi untuk ditanam pada pekarangan rumah. Monitoring dilanjutkan ke demplot tanaman seluas 0,3 ha bekas lahan tanaman kelapa sawit yang di alihfungsikan sebagai sarana untuk percontohan menanam sayuran. Adapun jenis sayuran yang ditanam yaitu kangkung, sawi, bayam, cabai, kacang panjang, gambas, paria, mentimun, labu madu, jahe, kunyit, seledri, pepaya, ubi kayu dan terong serta tersedianya ternak lebah madu di lokasi demplot tanaman dan diakhiri dengan monitoring ke pekarangan rumah para anggota Kelompok tani. Melihat perkembangan Kelompok Sidodadi ditahap pengembangan. Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kuantan Singingi, Ir. ZAFNIL HELMI, M.Si mengungkapkan, ikut merasa senang atas dampak positif dari kegiatan P2L yang dilakukakan sejak tahun lalu. Para anggota sudah merasakan manfaatnya terutama dalam pemenuhan kebutuhan, melalui kegiatan ini, masyarakat yang bukan anggota Kelompok termotivasi untuk ikut menanam dipekarangan, lebih lanjut dijelaskannya, Kelompok Tani Sidodadi sudah menjual hasil panen sayurannya. Melalui pengelolaan pendapatan dari hasil penjualan, kegiatan tersebut dapat terus berkelanjutan. Mengingat kegiatan P2L dalam penyaluran bantuan dana kegiatan hanya sampai pada tahap pengembangan, selanjutnya pembiayaan dilakukan secara mandiri oleh Kelompok, namun masih dalam pendampingan, “karena ini sudah tahun kedua, maka bantuan dari pusat sudah tidak ada lagi. Diharapkan mereka sudah bisa mandiri untuk kegiatan ini. Dengan hasil jualan mereka bisa tabung dan putar kembali, selain itu mereka juga bisa berinisiatif bekerja sama dengan petinggi atau pemerintah kampung apabila memerlukan dukungan. Supaya kegiatan ini berkelanjutan,” ucapnya. Kemudian Kepala Seksi Keamanan Pangan, LENI APRINI, SP menjelaskan, kegiatan P2L merupakan kegiatan nasional dengan fokus pemanfaatan lahan pekarangan untuk memenuhi kecukupan kebutuhan pangan skala keluarga sekaligus upaya peningkatkan pendapatan rumah tangga. “Maka ada 3 hal penting dalam kegiatan P2L, yang pertama tersedianya kebun bibit dalam wujud rumah bibit. sebagai tempat produksi bibit, nantinya disuplai keseluruh anggota. Kemudian adanya demplot tanaman sebagai lokasi percontohan sekaligus peningkatan fungsi dan kapasitas jumlah atau jenis tanaman. Selanjut pengolahan pekarangan rumah dengan 20- 30 polybag, ”jelasnya “Jadi tahapan kegiatan ini berlangsung selama tiga tahun, ditahun pertama adalah penumbuhan, ditahun kedua pengembangan dan tahun ketiga adalah kemandirian. Meskipun sudah mandiri tapi masih diawasi dan pendampingan dari tingkat kabupaten dan penyuluh pertanian lapangan,” tuturnya. Selanjutnya Ketua Kelompok MURNIAWATI mengungkapkan, bahwa sekali panen pada demplot tanaman mampu mencapai 15 kg seperti mentimun,gambas, pare dan kacang panjang. Sedangkan jenis sayuran seperti bayam dan kangkung bisa mencapai 20 ikat dalam sekali panen. Dari pekarangan para anggota mampu memperoleh kisaran 30 ribu rupiah perhari. “Sehingga pada saat tahap mandiri, Kelompok Sidodadi dari sekarang mengelola pendapatan dengan cara menyisihkan pendapatan jualan untuk dijadikan uang kas. Untuk dipergunakan dalam pembiayaan kegiatan supaya kegiatan kelompok tani terus berlanjut,”harapnya. Penulis : EM SURYA IHWAN, S.ST/ Penyuluh Pendamping