Terasa cukup melelahkan ketika naik turun gunung di lapangan, ini semua bukan sekedar touring jalan-jalan, akan tetapi bagian dari pelaksanaan rencana kerja yang sudah teragenda rafi, demikian dikatakan penyuluah dataran tinggi gayo Sabtu 5 September 2020 di Takengon kabupaten Aceh Tengah. Bertani salah satu job paling istimewa bagi pelakunya, komoditas apa yang direncanakan , dimana dilakukan, kapan dilakukan dan siapa saja yang terlibat didalamnya. Bebas dalam merealisasikannya, yang terpenting ada kemauan, ada lahan, ada sarana produksi dan teknologi serta inovasi pendukung. Campur tangan pemerintah untuk meningkatkan produksi dan pendapatan mereka adalah melalui pendampingan dan penyuluhan. Kepada petani pelaku utama diberi kewenangan untuk mengorganisasikan diri dalam bentuk kelompok tani sehingga mudah memberikan pembinaan disetiap wilayah. Sasaran yang ingin dicapai dalam pendapingan penyuluhan pertanian adalah merubah Pengetahuan Keterampilan dan Sikap (PKS). Mereka diberi ilmu berbudi daya, dilatih untuk trampil dan dirubah kebiasaan yang dianggap menjadi factor pembatas peningkatan pendapatan mereka. Sesuai tugas pokok dan fungsi bagi penyuluh pertanian, seorang penyuluh bekerja keras mulai dari persiapan penyuluhan, pelaksanaan penyuluhan sampai pada evaluasi danpak pelaksanaan penyuluhan tersebut. Setelah berjalan pendampingan dan penyuluhan oleh setiap penyuluh di wilayah kerja mereka masing-masing, K oordinator Balai Penyuluhan Pertanian Jagong Jeget PAIMAN turun ke setiap sudut wilayah kerja penyuluhnya untuk melakukan evaluasi dan monitoring langsung. Evaluasi dan Monitoring Koordinator BPP sangat perlu dilakukan untuk mengantongi berbagai informasi dari lapangan terutama tingkat penerapan teknologi dan inovasi yang sudah berjalan di kelompok tani. Info selanjutnya akan berkaitan dengan kinerja penyuluh yang ia tempatkan di sasaran desa tersebut, sudah maksimal atau perlu diberi TEGURAN tandas PAIMAN Koordinator BPP Jagong Jeget ketika dikonfirmasi penulis}* }*Abdurrahman