Mengendalikan hama padi dengan ramuan dari alam (Biopestisida) mudah untuk dilakukan tanpa harus mengeluarkan uang dalam artian murah dan aman bagi manusia maupun musuh alami (predator). Hama merupakan salah satu faktor pembatas dalam usaha peningkatan produksi padi. Beberapa jenis hama-hama penting pada tanaman padi antara lain : Wereng, Penggerek batang, Walang sangit, Kepik, Kepinding, Thrips, Ulat grayak, Tikus dan masih banyak lagi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan hama-hama tersebut, namun umumnya menggunakan insektisida berbahan kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, maupun predator atau musuh-musuh alami dari hama-hama tersebut. Pengendalian hama padi dengan cara biopestisida adalah dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada disekitar kita seperti : Daun sirsak; Brotowali; Bawang putih; Kecubung; Jeringau; Deterjen/sabun colek; pucuk daun gamal maupun tanaman sereh. Beberapa hama yang dapat dikendalikan dengan cara biopestisida antara : Wereng coklat, Walang sangit, Ulat grayak , Ulat lain dan serangga. Cara Pembuatan Biopestisida dan aplikasinya :1) Untuk pengendalian Wereng coklatBahan : Ekstrak rimpang jeringau 1 genggam Bawang putih 20 siung Daun sirsak 1 genggam Deterjen/sabun colek 20 gram Air 20 lilerCara membuat : Daun sirsak, rimpang jeringau dan bawang putih ditumbuk atau dihaluskan. Setelah bahan halus dicampur dengan deterjen kemudian direndam dalam 20 liter air selama 2 hari. Keesokan harinya larutan di saring. Cara penggunaan :Setiap 1 liter larutan hasil saringan dapat diencerkan dengan 10 – 15 liter air. Larutan pestisida ini siap digunakan untuk mengendalikan hama wereng coklat. Untuk luasan 500 m 2 tanaman dibutuhkan ekstrak sebanyak 20 liter. 2) Untuk pengendalian ulat pada tanaman padiBahan : Tanaman sereh (seluruh bagian) sebanyak 250 gram dan air 4 gelas.Cara membuat :Tanaman sereh (seluruh bagian) ditumbuk sampai halus kemudian ditambah dengan air sebanyak 4 gelas dan disaring untuk memperoleh cairan sereh.Cara penggunaan :Larutan dicampur dengan 13 liter air kemudian semprotkan pada tanaman padi yang terserang ulat ( hama putih, penggulung daun, penggerek batang. Untuk penggerek batang satu minggu setelah dijumpai adanya telur. 3) Untuk pengendalian ulat grayak dan wereng Bahan : Daun sirsak segar 250 gram dan air ½ liter Cara membuat : Daun sirsak yang masih segar ditumbuk halus ditambah dengan air kemudian disaring. Cara penggunaan: Campurlah saringan air daun sirsak dengan 14 liter air, kemudian semprotkan pada tanaman yang terserang hama. 4) Untuk pengendalian hama wereng Bahan : Kecubung dua butir dan jenu satu kilogram Cara membuat : Kedua bahan tersebut direbus dengan air sampai mendidih kemudian saringlah. Cara menggunakan : Setiap 1 liter air rebusan dicampur dengan 16 liter air. Semprotkan pada tanaman yang terserang hama wereng. 5) Untuk pengendalian ulat grayak, ulat lain dan seranggaBahan : Segenggam daun gamal, 5 liter air, 250 mg tembakau rokok bekas isapan.Cara membuat :• Segenggam pucuk daun gamal ditumbuk halus.• Campurlah dengan air kemudian direbus• Dinginkan kemudian tambahkan tembakau dan aduklah hingga air berubah menjadi agak kehitaman/kemerahan. Penggunaan :Setiap 250 cc air larutan dicampur dengan 10 liter air. Gunakan untuk mengendalikan hama yang menyerang tanaman. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Sumber tulisan : Berbagai sumber2) Sumber gambar : http://www.google.co.id/