Jauh sebelum tanaman kelor mulai dikenal sebagai tanaman ajaib saat ini, beratus-ratus tahun yang lalu di Kabupaten Muna tanaman kelor merupakan tanaman yang wajib ada di kebun dan pekarangan rumah warga. Ibarat sayur tak lengkap tanpa garam, maka di Kabupaten Muna dapat dikatakan sayur tak lengkap tanpa kelor. Daun kelor merupakan bahan baku utama dalam memasak sayur . Sayur bening demikian dikenal oleh masyarakat Muna adalah sayur kelor yang dimasak dengan api sedang, dapat pula dicampur dengan bahan lain seperti kangkung atau bayam dan buah kelor yang masih muda, diberi tambahan garam secukupnya, maka akan menghasilkan cita rasa sayur yang nikmat, gurih dan menyegarkan. Selain itu buah kelor yang masih muda ataupun setengah tua juga sangat enak dijadikan cemilan. Buah kelor yang panjang dibersihkan terlebih dahulu lalu dipotong-potong kira-kira 3-5 cm kemudian direbus dan ditambahkan sedikit garam, rasanya manis dan gurih. Tanaman kelor yang dikenal sebagai tanaman berjuta manfaat merupakan tanaman yang berkhasiat mencegah berbagai penyakit mematikan seperti jantung, ginjal, diabetes hingga tumor dan kanker. Dibidang kecantikan, kelorpun ternyata dapat berperan dalam merawat dan melembabkan kulit. Tak heran bila saat ini banyak yang telah mengolah kelor menjadi berbagai produk herbal seperti kapsul, serbuk dan teh. Tanaman kelor kini mulai banyak dibudidayakan oleh petani, bukan hanya karena manfaatnya tapi juga karena harganya sangat menguntungkan. Tanaman kelor dapat dibudidayakan dengan cara stek maupun biji. Untuk mendapatkan hasil panen lebih cepat dapat dilakukan dengan cara stek, tapi untuk kebutuhan bibit kelor sebaiknya diperbanyak dengan menggunakan biji. Caranya pilih biji kelor yang baik yang berasal dari tanaman yang sehat. Lalu ambil biji dari polong kelor yang sudah tua. Setelah itu jemur biji kelor dibawah sinar matahari kurang lebih 5 jam. Jika sudah kering biji kelor siap disemai. Jika ditanam dengan cara stek kelor dapat dipanen 4-6 bulan sedangkan dengan biji dibutuhkan waktu kurang lebih 1 bulan. Lasalepa, Desember 2019 Penyuluh Pertanian Desa Labunti Kecamatan Lasalepa Ummy Kalsum, SP.