Loading...

Musim Hujan, 389 Hektar Sawah Terendam Banjir

Musim Hujan, 389 Hektar Sawah Terendam Banjir
Muara Tebo. Musim penghujan memang musim yang ditunggu oleh para petani, namun jika musim hujan volumenya tidak beraturan bisa menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan bagi petani daerah kabupaten tebo, bahkan menjadi permasalahan besar untuk skala nasional. Benar saja, saat ini bencana banjir sudah melanda beberaba daerah yang ada di Indonesia baik itu tanah longsor, badai dan lainnya, terutama di kaupaten tebo saat ini sudah dilanda banjir, hal yang sangat dikhawatirkan pemerintah daerah dalam pencapaian uspus pajale swasembada pangan. Saat ini di Kabupaten Tebo lahan pertanian petani dan kelompok tani yang akan panen namun sudah di genang banjir adalah Kecamatan VII Koto Desa Muara Tabun seluas 35 ha, Kecamatan VII Koto Ilir Desa Paseban luas yang digenangi banjir 30 ha, Desa Cermin Alam yang digenangi banjir 5 ha, untuk Kecamatan Tebo Ulu Desa Teluk Kuali 1 ha, Bungo Tanjung 100 ha, Pulau Temiang 10 ha, Teluk Kembang Jambu 15 ha, Jambu 19 ha Sedangkan untuk Kecamatan Tebo Tengah Desa Teluk Pandak 5 ha, dan Mangun Jayo 30 ha untuk keseluruhan data sawah yang terendam banjir adalah 250 ha, ini dihitung pertanggal 11Februari 2016. Kabid Teknologi Informasi Wahyu Sri Murdo, SP, melalui Kasbbid Penyebaran Informasi Henri Yusrizal Yahya, SP saat mengkonfirmasi Kepala Dinas Pertanian Ir. Sarjono. "Benar memang saat ini lahan pertanian sawah di Kabupaten Tebo hampir rata – rata di masing – masing kecamata terkena dampak banjir, saat ini saja data yang sudah kita himpun untuk sawah yang terendam banjir seluas 389 ha dari data sebelumnya 250 ha, tambahan data ini merupakan data dari Kecamatan Tengah Ilir Desa Muara Kilis" Ungkap Ir. Sarjono Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tebo saat dikonfimassi. Ir. Sarjono juga menambahkan "Bencana ini tidak dapat kita hindari, namun saya melihat dimata petani masih optimis untuk melanjutkan program Upsus Pajale, Sarjono juga mengatakan untuk tahun anggaran 2016 kita berupaya memberikan asuransi pajale untuk sawah – sawah yang rentan terhadap bencana dinama asuransi yang diberikan nantinya merupakan subsidi pemerintah yang nilai nominalnya jika diuangkan sebesar Rp. 6 jt/ ha, dan kita juga berharap privinsi jambi dengan pimpinan baru juga kebijakan baru, dan kita sangat berharap kepada Anggota DPR RI Bidang Pertanian Hj. Saniatul Lativa, SE bias memperjuangkan harapan para petani kabupate tebo" tambahnya. Hinga saat sawah yang terkena dampak bajir suudah mencapai 389 hektar, semoga saja ini angka terakhir, kalaupun masih ada kita berharap ada hikmah dibalik bencana ini.