Loading...

Musrenbang Desa Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani

Musrenbang Desa Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani
Awal Januari setiap tahun seluruh desa di Kabupaten Bojonegoro melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa. Pelaksanaan Musrenbang Desa di desa binaan saya, yakni Desa Balongcabe dan Geger pada Rabu (8/1/2020), sedang Desa Kedungrejo pada Senin (13/1/2020), ketiganya di Kecamatan Kedungadem. UPT Pertanian bersama dalam satu tim Kasi PMD, Kasubag Umum dan Kepegawaian, Korwil Pendidikan, UPT Kesehatan, UPT Peternakan, SKPD Kabupaten, dan Pendamping desa. PPL sebagai pembina petani desa setempat selalu ikut mengawal kegiatan tahunan tersebut, agar supaya bisa mengarahkan kepada kelompok tani untuk mengusulkan pembangunan yang berkaitan dengan sektor pertanian, baik bidang fisik atau non fisik (perilaku petani /SDM) Ketika UPT Pertanian diberi waktu untuk memberi paparan, yang pertama saya sampaikan adalah program Dinas Pertanian Bojonegoro. Yang kedua tentang beberapa masukan kepada kelompok tani yang perlu diusulkan dalam Musrenbang Desa tersebut. Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pertanian mempunyai program unggulan berupa Program Petani Mandiri (PPM). Secara bergiliran nanti semua petani lewat kelompok tani mendapatkan Kartu Petani Mandiri (KPM). Bagi petani pemegang KPM mendapatkan beberapa fasilitas dengan ketentuan dan syarat yang berlaku. Yang pertama bantuan hibah berupa saprodi pertanian senilai Rp 2.500.000 per hektar. Kedua bisa mengakses bantuan modal berupa barang senilai maksimal Rp 10.000.000. Ketiga mendapat priorits pelatihan bidang pertanian. Keempat diikut sertakan program Asuransi Usaha Pertanian Padi (AUTP) dan Peternakan. Yang kelima bea siswa prestasi bagi anak petani yang tidak mampu. Selanjutnya adalah jaminan pembelian hasil panen kerjasama dengan BUM Desa dan BUMD. Tentang usulan pembangunan pertanian diantaranya adalah Sekolah Lapang Pengelolan Tanaman Terpadu (SLPTT) dan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) yang didanai desa. Ini bertujuan untuk meningkatkan SDM petani. Bidang pembangunan fisik meliputi pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT), Alsintan berupa traktor, rice transplanter, combine harvester, cultivator, dan pompa air. Ini semua bertujuan untuk memudahkan petani dalam menjalankan usahatan mereka, agar lebih efisien karena bisa menekan biaya produksi. Apalagi saat ini tenaga kerja pertanian semakin berkurang. Selain itu saya juga memberi arahan kepada kelompok tani untuk mengajukan bibit bawang merah, karena ketiga desa binaan saya ini juga berpotensi besar untuk komoditas tersebut. Karena harga bibit yang mahal menjadi salah satu kendala bagi petani untuk menanamnya. Yang terakhir mengajukan bibit lengkeng dan bimbingan tekniknya. Tanaman ini sekarang mulai banyak dikembangkan di Bojonegoro. Nilai ekonominya tinggi dan baik untuk menambah gizi masyarakat. Sama seperti bibit bawang yang mahal harganya, kadang petani enggan untuk membudidayakanya. Maka sudah sepatutnya desa menfasilitasi apa yang diingin oleh petani. Semua bermuara untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat desa pada umumnya. Iskak Riyanto, PPL Kecamatan Kedungadem Bojonegoro.