Loading...

MUSRENBANG KECAMATAN : PERENCANAAN PEMBANGUNAN HARUS MAMPU MENJAWAB TANTANGAN MEA

MUSRENBANG KECAMATAN : PERENCANAAN PEMBANGUNAN HARUS MAMPU MENJAWAB TANTANGAN MEA
MUSRENBANG KECAMATAN : PERENCANAAN PEMBANGUNAN HARUS MAMPU MENJAWAB TANTANGAN MEA Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bapak Agus Wiyono selaku anggota DPRD Kabupaten Boyolali ketika menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbang Kecamatan) Boyolali. Musrenbang kecamatan diadakan hari Selasa, 9 Februari 2016 di komplek kantor Kecamatan Boyolali. Musrenbang dihadiri utusan dari Desa dan Kaluran se Kecamatan Boyolali, Penyuluh Pertanian, Ka UPTD Pertanian, SKPD terkait dilingkungan kecamatan Boyolali. "Sekarang kita sudah memasuki era MEA (Mayarakat Ekonomi Asean) dimana Negara lain bebas menjual produknya di Indonesia. Kedepan persaingan dan kompetisi akan semakin ketat" Lanjut Bapak Agus. Dalam kesempatan tersebut Camat Boyolali menyampaikan bahwa "kita harus melihat potensi di wilayah masing-masing desa dan kalurahan untuk dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya. Pemerintah akan berusaha memfasilitasi dan membantu pengembangan produk unggulan tersebut". Musrenbang ini dilaksanakan untuk menentukan skala preoritas di tingkat kecamatan. Proses musrenbang ini berjalan meneruskan musrenbang tingkat desa. Masing-masing Desa/kalurahan mengajukan 3 preoritas kegiatan pada masing-masing bidang. Setelah itu melalui musyawarah ditentukan preoritasnya di tingkat Kecamatan Boyolali. Dalam pelaksanaannya berjalan lancar dan tertib. Banyak sekali usulan dari peserta. Semuanya ditampung. Namun mengingat waktu dan sinkronisasi yang lama akhirnya dibentuk tim untuk merumuskan hasil dari musrenbang tersebut. Dalam perencanaan pembangunan sekarang masing-masing desa sudah ada dana desa yang jumlahnya cukup besar. Untuk itu preoritas usulan pembangunan jangan sampai tumpang tindih dengan dana desa. Kegiatan yang sudah didanai dari desa/kalurahan tidak boleh diusulkan lagi sehingga tidak terjadi "double anggaran". Asis Susilawati selaku Koordinator penyuluh pertanian menyampaikan " Bahwa dengan datangnya MEA ini kita harus berupaya meningkatkan produksi pertanian. Selain itu upaya untuk meningkatkan nilai tambah pertanian melalui pengolahan produk pertanian. Beberapa program digulirkan diantaranya : pemanfaatan lahan pekarang, alat penepung, alat pengolahan produk pertanian". Kecamatan Boyolali sangat potensi untuk menjadi sentra pengolahan produk pertanian seperti pengolahan jagung, kripik pare, susu kedelai. Dengan pengolahan produk pertanian yang berkualitas diharapkan produk pertanian bisa bersaing dipasar.