Seperti diketahui bahwa setiap awal tahun agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau yang disingkat Musrenbang adalah mutlak dan rukunnya wajib dilakukan oleh Pemerintah, mulai dari tingkat Desa atau Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten/Kota, hingga ke tingkat Nasional pada setiap tahunnya. Pada saat itu semua elemen masyarakat diharapkan partisipasinya untuk memberi masukan dan mendiskusikan dan memecahkan masalah atau problem di masyarakat. Intinya Kegiatan ini dilakukan untuk memusyawarahkan kebutuhan Pembangunan daerah yang pengusulannya dilakukan oleh masyarakat secara langsung, sehingga pembangunan ini nantinya akan dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat. Berdasarakan hal tersebut, baru-baru ini (5/2/2020) sebuah terobosan baru yang dilakukan oleh Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Parepare, yakni dengan menggelar Kegiatan Musrenbang Tan-Kan atau Musrenbang Khusus Pertanian dan Perikanan. Musrenbang ini dilakukan untuk menjembatani keinginan-keinginan masyarakat yang khusus bergerak di bidang Pertanian dan Perikanan dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang membidani masalah itu, yakni Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Kota Parepare. Ide digelarnya Musrenbang ini diinisiasi oleh Penyuluh Pertanian yang memang bersentuhan langsung dengan masyarakat tani atau mereka yang bekerja sebagai pelaku sektor pertanian di wilayah Kerja Penyuluh Pertanian. Karena selama ini sering timbulnya penafsiran keliru dan kesalahan yang dilakukan oleh masyarakat tani (Petani) terhadap usulan-usulan kegiatan pembangunan dibidang Pertanian. Selain itu, musrenbang ini juga menjadi ajang menyatukan persepsi bagi SKPD dan masyarakat tani yang diwakili oleh para LPMK (Lembaga Perwakilan Masyarakat Kelurahan) terhadap berbagai hal yang selama ini dianggap tidak sejalan atau sefaham, mulai dari siapa saja pelaku utama yang berhak mendapatkan bantuan, jumlah bantuan, hingga spesifikasi bantuan serta harga dan alokasi anggarannnya. Semua elemen bidang, Pertanian, Peternakan, Perikanan Darat dan Perikanan Tangkap serta Penyuluhan yang melekat di Dinas PKP dikerahkan untuk mensukseskan kegiatan ini, begitupula dengan mengundang semua LPMK dan Penginput Kelurahan untuk menjaga tercapainya tujuan diadakannya kegiatan Musrenbang Tan-Kan ini. “Kedepannya, Kita akan lebih meningkatkan agenda kegiatan ini, bukan hanya untuk menyelaraskan pemahaman kita dengan penerima manfaat dari bantuan yang dihasilkan dari Musrenbang Kelurahan, tapi Kita juga akan menggali bantuan-bantuan apa saja yang dibutuhkan untuk tahun yang akan datang dan siapa saja Kelompok tani yang lebih layak mendapatkan bantuan berdasar Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) dari setiap Penyuluh yang bertugas di Wilayahnya masing-masing”, kata Andi Ibrahim, selaku penggagas kegiatan Musrenbang Tan-Kan ini yang juga merupakan Koordinator BPP Bacukiki.