Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2016 dilaksanakan di Hotel Mercure Palu, tanggal 15-16 maret 2016 yang dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djangggola, Msi dengan tema "Wujudkan pertanian berbasis agribisnis berkelanjutan menuju Sulawesi Tengah yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing". Gubernur Sulawesi Tengah dalam sambutannya di pembukaan acara menyampaikan Musrenbangtan merupakan wadah koordinasi sinkronisasi dan sinergitas antara program pusat dan daerah dalam upaya percepatan pembangunan pertanian di Sulawesi Tengah dengan mempertimbangkan keberlanjutan program dan kegiatan yang telah ada sebelumnya dan perlu lebih fokus melakukan penajaman dalam implementasinya guna mendorong peningkatan kesejahteraan petani di pedesaan, serta mempertimbangkan sinergitas antara program/kegiatan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya sehingga nantinya akan memberikan gambaran indikator keberhasilan program yang jelas dan terukur. Dalam sesi Presentasi yang dipandu oleh Kepala BAKORLUH P2K Provinsi Sulteng H. Rusdi B. Rioeh, salahsatu narasumber Musrenbangtan Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Ir. H. Fathan A.Rasyid, M.Ag memaparkan tentang Peranan Simluhtan dalam penetapan CPCL Program Pertanian. Dalam paparannya disampaikan bahwa Hasil Rapat Pemantapan Program Ditjen TP tanggal 17 Sept 2015 yang dipimpin Menteri Pertanian, disepakati bahwa data SIMLUHTAN akan menjadi acuan bagi Eselon I lingkup Kementan dalam perencanaan kegiatan dan anggaran TA 2016. Sistem Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) memuat data Kelembagaan Penyuluhan (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan), Ketenagaan Penyuluhan (Penyuluh Pertanian PNS, Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) dan Penyuluh Pertanian Swadaya) serta Kelembagaan pelaku Utama (Poktan, Gapoktan, KEP). Sehingga program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktifitas kerja penyuluh dan penyuluhan dalam pelayanan yang efisien, cepat, mudah, akurat, murah, aman, terpadu, dan akuntabel. Musrenbangtan Provinsi Sulawesi Tengah diikuti oleh seluruh Dinas/Badan lingkup pertanian, Bappeda Kabupaten/Kota dan Provinsi serta Asosiasi komoditas pertanian. Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah rumusan antara lain (a) Pembangunan Pertanian kedepan lebih difokuskan pada peningkatkan produksi dan produktivitas serta kualitas hasil pertanian dalam memacu aktivitas ekonomi di pedesaan. Untuk mencapai sasaran tersebut diperlukan dukungan sarana dan prasarana pertanian berdasarkan keunggulan kawasan dimasing-masing wilayah. Sasaran dimaksud harus memperhatikan Agenda Prioritas Pembangunan Nasional yang termuat dalam RPJMN 2015-2019 (NAWA CITA); (b) Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) merupakan basis data dalam penetuan CPCL atau kelompok tani penerima manfaat dari Dinas dan Badan lingkup Pertanian; (c) Perlu adanya reward dari Kementerian Pertanian bagi para penyuluh pertanian yang ada di BP4K Kabupaten/Kota yang mempunyai kinerja baik dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. Penulis : Ir. Sitti Ahra (Koordinator Penyuluh Pertanian BAKORLUH P2K Sulteng)